Kejari Kota Batu Gelar Macapat Idol ke-5, Wujud Komitmen Lestarikan Budaya Jawa
Kota Batu, PENDIDIKANNASIONAL.ID – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Batu menggelar kompetisi Macapat Idol ke-5 tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kota Batu. Kegiatan yang mengusung tema “Transformasi Kejaksaan Menuju Indonesia Maju” ini digelar dalam rangka memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia sekaligus Hari Lahir (Harlah) ke-80 Kejaksaan RI.
Acara yang berlangsung di halaman Gedung Kejari Kota Batu pada Sabtu (30/8/2025) pagi itu dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat. Turut hadir Wali Kota Batu Nurochman, S.H., M.H., Wakil Wali Kota, Ketua DPRD Kota Batu, Sekda Kota Batu, Danramil 02/Batu, perwakilan Polres dan Polsek Batu, Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) dan Dinas Pendidikan Kota Batu, Camat Batu, tokoh lintas agama, FKUB, tokoh budaya, DKKB, PEPADI, serta para kepala sekolah se-Kota Batu.

Dalam sambutannya, Wali Kota Batu Nurochman menyatakan kebanggaannya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa macapat merupakan salah satu khazanah budaya Jawa yang sarat dengan filosofi dan pesan moral, karena menceritakan perjalanan kehidupan manusia sejak lahir hingga meninggal dunia.
“Budaya ini harus tetap berkembang dan dilestarikan. Kami mengapresiasi Kejari Kota Batu yang konsisten menyelenggarakan lomba macapat hingga tahun kelima. Pemerintah memberikan dukungan penuh atas perkembangan seni dan tradisi budaya yang kita miliki bersama,” papar Nurochman.
Baca Juga : https://pendidikannasional.id/nasional/presiden-prabowo-sampaikan-belasungkawa-perintahkan-usut-tuntas/
Ia menambahkan bahwa pelestarian budaya seperti ini sejalan dengan visi pembangunan Kota Batu, ‘Mbatu SAE’, yang menekankan harmoni, keberlanjutan, serta penguatan identitas budaya.

Sementara itu, Kepala Kejari Kota Batu,Dr.Ady Sasongko dalam sambutannya menyatakan bahwa peringatan Harlah Kejaksaan ke-80 bukan hanya momentum penegakan hukum, tetapi juga wujud komitmen institusinya dalam menjaga budaya, membina karakter generasi muda, dan memperkuat identitas bangsa.
“Macapat adalah warisan budaya adiluhung yang mengajarkan nilai etika dan budi pekerti. Semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap budaya Jawa yang tercermin dari kegiatan ini harus diwariskan terus, agar generasi muda tidak tercerabut dari akar budayanya. Macapat Idol diharapkan melahirkan kebanggaan sekaligus memperkuat persatuan dan identitas luhur bangsa,” jelasnya.

Sementara itu dalam waktu yang terpisah, Kepala Bidang Kebudayaan Disparta Kota Batu yang hadir dalam acara tersebut menjelaskan sistem penilaian lomba. Aspek yang dinilai meliputi laras (keselarasan nada), tembang (lagu), dan keserasian kostum yang dikenakan peserta.
Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk
“Juri berasal dari praktisi dan akademisi, antara lain dari STKW dan ahli budaya dari Batu dan Malang. Tembang yang dilombakan antara lain Mijil, Kinanti, dan Pucung. Peserta bebas memilih tembang yang paling dikuasai,” ujarnya.

Selain itu juga Kepala Disparta Kota Batu, Onny Ardianto menambahkan, antusiasme peserta dan penonton membuka peluang untuk memperluas cakupan lomba ke tingkat yang lebih tinggi pada tahun-tahun mendatang.
“Ke depan, event serupa rencananya akan dibuka untuk tingkat SMP, mengingat minat terhadap macapat mulai banyak. Kami berharap event ini semakin berkembang dan menjadi agenda tahunan yang bisa ditingkatkan hingga level Malang Raya,” imbuhnya.

Kegiatan Macapat Idol ke-5 ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi generasi penerus untuk melestarikan adat dan budaya Jawa. Selain itu, acara budaya semacam ini juga dapat menjadi momentum untuk menarik minat wisatawan berkunjung ke Kota Batu.
( Ria ).


Kepala Kejaksaan Negeri Batu saat membuka Macapat Idol ke-5 ( Foto : istimewa ). 
