Indonesia dan 6 Negara Asia Tenggara Kolaborasi Tingkatkan Penyitaan Aset Kripto

Kejaksaan Tingkatkan Kapasitas Penanganan Kejahatan Kripto Melalui Forum Regional di Yogyakarta

Yogyakarta,PENDIDIKANNASIONAL.ID – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batu, Arya Wicaksana, SH., MH., mengikuti Southeast Asia Cryptocurrency Working Group Meeting yang berlangsung pada 27-29 Januari 2026 di Yogyakarta. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kemampuan penegak hukum regional dalam menyelidiki dan menyita aset kripto yang terkait dengan tindak pidana.

Sebagai anggota Satuan Tugas Asistensi Penanganan Perkara Siber dan Barang Bukti Elektronik Kejaksaan Agung RI, Arya Wicaksana menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara. “Partisipasi Indonesia dalam forum ini mencerminkan komitmen kami untuk memperkuat kerja sama regional dalam menangani kejahatan siber, khususnya yang melibatkan aset kripto dan barang bukti elektronik,” ujarnya.

Sesi diskusi pelatihan penyitaan aset kripto yang dihadiri perwakilan penegak hukum dari 7 negara Asia Tenggara
Sesi diskusi pelatihan penyitaan aset kripto yang dihadiri perwakilan penegak hukum dari 7 negara Asia Tenggara

Pertemuan yang diselenggarakan oleh International Computer Hacking and Intellectual Property (ICHIP) Attorney Advisor for Southeast Asia (Departemen Kehakiman AS), berkolaborasi dengan Federal Bureau of Investigation (FBI), menghadirkan perwakilan dari tujuh negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, Laos, Singapura, dan Vietnam.

Selama tiga hari, peserta tidak hanya berdiskusi mengenai perkembangan metode kejahatan kripto terbaru, tetapi juga mengikuti pelatihan intensif. Materi pelatihan mencakup best practices dalam penyitaan aset digital serta analisis barang bukti elektronik. Para jaksa dan penegak hukum lain juga menjalani simulasi kasus dan pembahasan studi kasus nyata untuk mengasah keterampilan penyelidikan di dunia maya.

Baca Juga :  https://pendidikannasional.id/sosial/aksi-nyata-shindi-bumiaji-pendampingan-dan-bantuan-ambulans-untuk-korban-kecelakaan/

“Pelatihan ini sangat aplikatif. Dengan kompleksitas kejahatan siber yang terus berkembang, peningkatan kapasitas melalui pertukaran pengalaman internasional menjadi kunci,” tambah Arya.

Forum kolaboratif ini diharapkan dapat membangun jaringan yang lebih solid di antara negara-negara Asia Tenggara dalam penegakan hukum siber. Sinergi ini dinilai penting untuk mengantisipasi modus operandi kejahatan yang semakin canggih seiring pesatnya perkembangan teknologi.

Lihat Juga :  https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk

Keberlanjutan kerja sama seperti ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis individu penegak hukum, tetapi juga mempercepat proses penyelidikan transnasional yang sering kali melibatkan aset digital yang mudah dipindahkan melintasi batas negara.

Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama untuk terus berbagi informasi dan memperdalam koordinasi, sebagai upaya kolektif menjaga keamanan siber dan stabilitas finansial digital di kawasan Asia Tenggara.

 

Kepala Seksi Intelijen Kejari Batu

M. Januar Ferdian, SH., MH.

 

( Ria ). 

Array
Related posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *