Aksi Nyata Shindi Bumiaji Pendampingan dan Bantuan Ambulans untuk Korban Kecelakaan

Foto bersama keluarga Bapak Amali, perwakilan Shindi, dan Camat Bumiaji sebagai bentuk dukungan pasca-kecelakaan. ( Foto : Tim..)

Kegiatan Bakti Sosial dan Pendampingan Korban Kecelakaan Wujud Solidaritas Keluarga Besar Penyandang Disabilitas

Kecamatan Pujon, PENDIDIKANNASIONAL.ID – Pada hari Sabtu pekan lalu, sebuah musibah kecelakaan lalu lintas menimpa seorang lansia, ayah dari warga yang akrab disapa Mas Gatot atau Bemo. Peristiwa tragis ini terjadi di wilayah Kecamatan Pujon Kab. Malang. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan bermula saat korban, Bapak Amali, hendak menyeberang jalan untuk membeli rokok. Dalam proses penyeberangan itu, korban tertabrak oleh sebuah kendaraan yang melintas dengan kecepatan yang belum dapat dipastikan.

Hingga saat ini, identitas pengemudi kendaraan yang menabrak korban masih menjadi misteri. Upaya penelusuran melalui rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian tidak membuahkan hasil. Ironisnya, seluruh perangkat pengawas tersebut dalam kondisi mati saat peristiwa berlangsung, menyulitkan proses penyelidikan. Meski diwarnai kendala itu, sikap sigap dan kepedulian warga sekitar menjadi penolong pertama. Mereka segera memberikan pertolongan darurat sebelum korban akhirnya dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Ayah dari Mas Gatot ( Bemo ) ketika di RS, di rawat selama tiga hari, kemudian diantar kembali ke rumahnya dengan bantuan Mobil Ambulan.
Ayah dari Mas Gatot ( Bemo ) ketika di RS, di rawat selama tiga hari, kemudian diantar kembali ke rumahnya dengan bantuan Mobil Ambulan.

Akibat benturan keras dari kecelakaan tersebut, Bapak Amali mengalami cedera yang cukup serius. Korban menderita luka memar di beberapa bagian tubuh serta patah tulang pada bagian kaki. Untuk menunjang proses penyembuhan yang optimal, tim medis telah melakukan tindakan operasi. Prosedur medis tersebut meliputi pemasangan pen (fiksasi internal) pada tulang kaki yang patah. Tindakan ini bertujuan untuk menstabilkan posisi tulang agar dapat menyambung dengan baik dan benar selama masa pemulihan, yang diprediksikan membutuhkan waktu cukup panjang dan memerlukan perawatan serta dukungan intensif dari keluarga.

Sebagai wujud nyata solidaritas dan rasa kebersamaan dalam menghadapi ujian hidup, komunitas Shindi (Shining Disabilitas) Kecamatan Bumiaji Kota Batu mengambil inisiatif memberikan pendampingan. Pada hari yang telah ditentukan, sekitar pukul 08.00 pagi, sebanyak lima orang perwakilan komunitas yang juga merupakan penyandang disabilitas tiba di rumah sakit untuk menjenguk dan memberikan dukungan moril.

 

Kunjungan yang berlangsung hingga pukul 10.00 pagi itu bukan sekadar formalitas. Tim pendamping secara aktif terlibat dalam proses pemulihan psikologis korban. Mereka mengajak Bapak Amali berinteraksi secara santai, berbagi cerita, dan bersosialisasi di area rumah sakit. Pendekatan ini dinilai penting untuk mengalihkan perhatian korban dari rasa sakit, mengurangi tekanan psikis pasca-trauma, dan kembali memantik semangat juangnya untuk sembuh. Dalam dunia medis, dukungan psikososial yang positif dikenal dapat mempercepat proses penyembuhan fisik.

 

Selain dukungan psikologis, aksi nyata juga diberikan dalam bentuk fasilitas logistik yang krusial. Melalui koordinasi yang baik, Shindi memfasilitasi bantuan armada ambulans dari unit BAM Rescue (BAM Rizky). Bantuan transportasi medis ini menjadi solusi tepat guna mengatasi kesulitan keluarga korban yang tidak memiliki sarana memadai untuk menjemput Bapak Amali saat dinyatakan siap pulang dari rumah sakit. Langkah ini memastikan korban dapat berpindah dari fasilitas kesehatan ke rumahnya dengan aman, nyaman, dan didampingi tenaga yang kompeten.

Baca Juga :  https://pendidikannasional.id/nasional/kota-batu-raih-uhc-awards-2026-buktikan-komitmen-pada-kesehatan-warga-98-terlindungi-jkn/

Pembina Shindi Kecamatan Bumiaji Kota Batu, Thomas Maydo, S.Sos., yang juga menjabat sebagai Camat Bumiaji, menegaskan filosofi di balik aksi sosial ini. “Kami peduli kepada sesama penyandang disabilitas, karena pada hakikatnya kita semua adalah keluarga besar. Rasa senasib dan sepenanggungan inilah yang mendorong kami untuk selalu hadir, saling menguatkan dalam suka maupun duka. Kepedulian tidak hanya cukup diucapkan, tetapi harus dibuktikan dengan tindakan nyata yang langsung meringankan beban saudara kita,” ujarnya dengan penuh semangat pada 28 Januari 2026.

Thomas juga berharap insiatif seperti ini dapat memantik kesadaran kolektif masyarakat tentang pentingnya budaya tolong-menolong, khususnya dalam memberikan perhatian dan pelayanan yang inklusif bagi kelompok disabilitas dan lansia yang rentan. “Ini adalah momentum untuk menguatkan jaringan sosial kita. Semoga Bapak Amali lekas sembuh dan bisa kembali berkumpul dengan keluarga,” tambahnya.

Sementara itu, rasa syukur dan terima kasih mendalam diungkapkan oleh Gatot (Bemo), anak dari Bapak Amali yang berdomisili di Pujon Lor RT 22 RW 02, Pujon. “Alhamdulillah, dengan senang hati kami menerima kunjungan dan kepedulian yang luar biasa ini. Atas nama keluarga, saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Camat Bumiaji, dan juga sebagai Pembina Shindi serta seluruh anggota komunitas Shindi. Semoga Bapak Camat dan semua yang terlibat selalu diberikan kesehatan, kelancaran rezeki, dan dilimpahkan keberkahan. Bantuan ambulans dan dukungan moril ini sangat berarti bagi kami di tengah kesulitan,” ungkap Gatot dengan haru.

Lihat Juga :  https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk

Kisah pendampingan ini menjadi catatan penting tentang kekuatan komunitas dan empati sosial. Di balik keterbatasan fisik yang mungkin dimiliki, anggota Shindi membuktikan bahwa kemampuan untuk peduli dan memberi tidak pernah terbatas. Aksi mereka mengajarkan bahwa disabilitas bukan penghalang untuk menjadi agen perubahan dan penebar kebaikan di masyarakat.

Kejadian ini sekaligus menyoroti beberapa hal kritis. Pertama, pentingnya kesadaran berlalu lintas bagi semua pengguna jalan untuk mencegah korban jiwa, khususnya kelompok rentan seperti pejalan kaki lansia. Kedua, mendesaknya penataan dan pemeliharaan infrastruktur pengawasan seperti CCTV oleh pihak berwenang, agar dapat berfungsi optimal, tidak hanya sebagai pencegah kejahatan tetapi juga alat bantu penyelidikan saat dibutuhkan. Ketiga, perlunya sistem pendukung sosial yang kuat dan tanggap, di mana peran komunitas seperti Shindi menjadi ujung tombak yang efektif mengisi celah-celah yang belum terjangkau oleh layanan formal.

Diharapkan, semangat gotong royong dan kepedulian yang ditunjukkan dalam peristiwa ini dapat terus menyebar, menginspirasi lebih banyak pihak untuk turut serta dalam membangun lingkungan yang lebih aman, inklusif, dan penuh empati. Kesembuhan total Bapak Amali adalah tujuan bersama, sementara pelajaran berharga dari solidaritas ini akan terus dikenang sebagai pemersatu masyarakat Kec. Pujon Kab. Malang dengan Kec. Bumiaji Kota Batu. 

 

( Ria ). 

Array
Related posts
Tutup
Tutup