Kolaborasi Tiga Desa dan Pemkot Batu Selamatkan Sumber Air Gemulo, Upaya Jaga Kedaulatan Air

Rembug bersama pemangku kepentingan di Kota Batu membahas konservasi Sumber Mata Air Gemulo di Kantor Kecamatan Bumiaji ( Foto : Ria ).

https://katalog.inaproc.id/informasi-suara-indonesia

Kota Batu Bergerak Bersama Konservasi Sumber Air Gemulo untuk Kedaulatan Air Jawa Timur

Kota Batu, PENDIDIKANNASIONAL.ID – Pemerintah Kota Batu, melalui serangkaian rembuk dan diskusi dengan masyarakat serta pemangku kepentingan, menunjukkan komitmen kuat untuk menyelamatkan dan mengonservasi Sumber Mata Air Gemulo di Kecamatan Bumiaji. Kegiatan tersebut bertempat di Pendopo Balai Desa Bumiaji pada Kamis, 29 Januari 2026,Pagi.

Pertemuan yang dihadiri oleh Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, jajaran dinas terkait, pihak PDAM, perangkat kecamatan dan desa, serta tokoh masyarakat ini menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis. Intinya mengembalikan kawasan Gemulo sebagai area konservasi berkelanjutan, mengingat vitalitasnya sebagai salah satu penopang pasokan air bagi 24 kabupaten/kota di Jawa Timur.

Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto,S.H., M.H
Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto,S.H., M.H

Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, menegaskan bahwa aspirasi masyarakat untuk konservasi selaras dengan visi pemerintah daerah. Beliau menyoroti beberapa poin krusial dari rembuk tersebut, termasuk rekomendasi membeli lahan bekas pembangunan Hotel De Rayz oleh pemerintah untuk dikonservasi, serta revitalisasi titik-titik sumber air lainnya. Heli juga menyampaikan pesan penting tentang keberlanjutan pendanaan konservasi. 

“Kota Batu tidak bisa menanggung beban ini sendirian. Ke-24 kabupaten/kota yang ikut menikmati air dari Batu seharusnya turut berkontribusi dalam upaya konservasi ini,” ujarnya, menekankan prinsip keadilan dan tanggung jawab bersama.

Kadis DLH Kota Batu, ketika berikan ungkapanya ke awak media
Kadis DLH Kota Batu, ketika berikan ungkapanya ke awak media

Dari sisi teknis lingkungan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, Dian Fahroni, memaparkan langkah konkret. Sejak April 2025, pengelolaan aset di kawasan Umbul Gemulo telah sepenuhnya dilimpahkan ke DLH untuk dijadikan area konservasi. Beberapa opsi program sedang dipertimbangkan, mulai dari penanaman pohon tegakan hingga pengembangan ekoriparian (wisata edukasi sungai). Pendekatannya pun komprehensif, menggabungkan aspek lingkungan seperti reboisasi, dengan metode sipil teknis seperti pembuatan sumur resapan dan biopori untuk optimalisasi penyerapan air hujan dan meminimalisir run-off.

“Untuk memastikan langkah-langkah tersebut berbasis data ilmiah, Pemerintah Kota Batu telah menganggarkan Kajian Water Catchment (Daerah Tangkapan Air) di APBD 2026 untuk wilayah Bumiaji. Kajian ini akan menjadi peta jalan akurat untuk menentukan titik strategis penanaman pohon, sementara data ratusan titik untuk sumur resapan telah disiapkan berdasarkan curah hujan dan kepadatan pemukiman.”Jelas Kadis DLH. 

Dirut PDAM Kota Batu ketika usai diskusi Sumber Mata Air
Dirut PDAM Kota Batu ketika usai diskusi Sumber Mata Air

Dukungan juga datang dari PDAM Kota Batu. Direktur Utama, Achmad Yusuf, menyambut baik forum rembuk ini sebagai wadah sinergi. Beliau menggarisbawahi pentingnya penataan distribusi air yang adil dan terukur antara jaringan PDAM dan HIPPAM (Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum) tingkat desa. 

“Menjaga sumber air adalah tanggung jawab bersama, menata distribusinya adalah tugas kami sebagai operator,” jelas Yusuf. PDAM juga tengah melakukan uji kelayakan air di wilayah Debran sebagai potensi sumber baru, sembari berkomitmen berkolaborasi dengan HIPPAM untuk klarifikasi dan perbaikan jaringan guna menghindari tumpang tindih tanggung jawab.

Camat Bumiaji, Thomas Maydo ketika di Kantor Kepala Desa Bumiaji
Camat Bumiaji, Thomas Maydo ketika di Kantor Kepala Desa Bumiaji

Di tingkat kecamatan, Camat Bumiaji, Thomas Maydo, menyampaikan rencana taktis berupa pengembangan lahan seluas 6.000 meter persegi di depan kantor kecamatan menjadi Taman Bibit dan ruang publik terpadu. Kawasan ini tidak hanya akan menjadi pusat pembibitan pohon penyangga mata air, tetapi juga dilengkapi dengan ecopark, area bermain, jalur jogging, dan fasilitas pendukung seperti area parkir. 

“Fokusnya adalah menanam pohon spesifik penyerap air tinggi di radius sumber mata air untuk menjaga ketersediaan air tanah jangka panjang,” ujar Maydo. DLH akan terlibat dalam penyediaan bibit dan teknis penanamannya.

Kepala Desa Bumiaji, Edy Suyanto ketika selesai kegiatan
Kepala Desa Bumiaji, Edy Suyanto ketika selesai kegiatan

Aspirasi masyarakat, yang dirajut sejak 2011, difasilitasi oleh pemerintah desa. Kepala Desa Bumiaji, Edi Suyanto, menceritakan bagaimana inisiatif warga dari tiga desa (Punten, Sidomulyo, Bulukerto) yang memanfaatkan air Gemulo akhirnya mendapatkan respons positif. 

“Alhamdulillah, gayung bersambut. Bapak Wali Kota, melalui Wakil Wali Kota menyambut baik aspirasi ini. Beliau sepakat sumber air ini adalah aset penting yang harus diselamatkan,” kata Edi. Harapannya, dengan rekomendasi bersama dari tiga desa, pemerintah kota dapat segera mengalokasikan anggaran untuk pembebasan lahan dan menjadikannya kawasan konservasi permanen.

Kepala Desa Bulukerto, Suhermawan, dan beberapa HIPPAM ketika menyampaikan aspirasinya
Kepala Desa Bulukerto, Suhermawan, dan beberapa HIPPAM ketika menyampaikan aspirasinya

penyelamatan Sumber Mata Air Gemulo adalah aksi kolektif yang mendesak. Kolaborasi antara pemerintah (dari tingkat kota hingga desa), badan usaha (PDAM), organisasi masyarakat (HIPPAM), dan warga menjadi kunci. Upaya ini tidak sekadar memulihkan lingkungan, tetapi juga menjaga kedaulatan air sebuah wilayah yang menjadi penyangga bagi jutaan orang. 

Baca Juga :  https://pendidikannasional.id/sosial/aksi-nyata-shindi-bumiaji-pendampingan-dan-bantuan-ambulans-untuk-korban-kecelakaan/

Lihat Juga :  https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk

Perpaduan antara pendekatan partisipatif, kajian ilmiah, rencana teknis sipil dan lingkungan, serta komitmen politik, menunjukkan bahwa Kota Batu sedang menempatkan konservasi sumber daya air sebagai investasi paling vital untuk masa depan anak cucu dan keberlanjutan Jawa Timur. Langkah ini patut diapresiasi dan dijadikan contoh dalam pengelolaan sumber daya alam berbasis ekosistem dan keadilan.

 

( Ria ). 

 

Array
Related posts
Tutup
Tutup