
https://katalog.inaproc.id/informasi-suara-indonesia
Mahasiswa POLTEKAD Tinggalkan Solusi Pengolahan Sampah Berbasis Pirolisis di Desa Tulungrejo
Kota Batu, Bumiaji,Tulungrejo, PENDIDIKANNASIONAL.ID – Sebuah solusi inovatif untuk menangani persoalan sampah plastik ditinggalkan oleh mahasiswa Politeknik Angkatan Darat (POLTEKAD) di Desa Tulungrejo. Penutupan Praktik Kuliah Nyata (PKN) yang digelar hari ini, menandai berakhirnya program intensif selama tiga minggu yang fokus pada penanganan sampah, sekaligus mengawali implementasi teknologi pirolisis yang diharapkan dapat mengubah limbah plastik menjadi sumber energi.( 14/01/2026 ).

Kegiatan PKN yang bertema pirolisis ini tidak hanya berhenti pada teori, tetapi menghasilkan implementasi nyata berupa alat pengolah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak, yang telah ditempatkan di TPST/ TPS3R setempat. Alat ini menjadi pusat perhatian dan harapan baru bagi warga desa yang selama ini bergelut dengan masalah penumpukan sampah, khususnya sampah non-organik.

Kepala Desa Tulungrejo, Suliono, dalam kesempatanya menyampaikan apresiasi dan terima kasih mendalam kepada POLTEKAD.
“Kami jelas dan pasti membutuhkan alat yang sudah direkomendasikan oleh POLTEKAD. Atas dasar itu, desa ini telah memesan dua unit alat pengelola sampah tambahan untuk kebutuhan ke depannya yang sangat prospek,” ujarnya penuh harap. Menurut Suliono, pendampingan dan solusi konkret dari mahasiswa dan dosen POLTEKAD telah membuka wawasan baru dalam mengelola persoalan sampah yang menjadi tantangan utama desanya.

Dukungan dan antusiasme terhadap program ini juga disampaikan oleh perwakilan pimpinan POLTEKAD. Ketua Jurusan Teknik Elektro (Kajurlek), Letkol Arh. Agus Setiawardi, S.T., M.M., yang mewakili Komandan POLTEKAD, mengungkapkan kebanggaannya.
“Kami melihat masyarakat sangat antusias dengan kehadiran alat pengelolaan sampah ini. Selain alat pirolisis, kami juga meninggalkan lampu tenaga surya yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Ini adalah bentuk nyata tridharma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Jurusan Teknik Mesin (Kajurmes), Letkol Arh. Haryoto, S.T., M.M., memaparkan secara teknis manfaat alat pirolisis yang dikembangkan.
“Bersyukur sekali mahasiswa kami dengan kegiatan PKN bertema pirolisis bisa bermanfaat bagi masyarakat. Alat ini dapat mengurangi sampah non-organik secara signifikan sekaligus mengolahnya menjadi bahan bakar,” paparnya.

Haryoto menjelaskan lebih detail bahwa alat tersebut dapat mengonversi berbagai jenis plastik, seperti helm rusak, bak, tas kresek, dan botol plastik, melalui proses pemanasan tanpa oksigen (pirolisis).
“Dengan lima kilogram cacahan plastik, alat ini mampu menghasilkan sekitar empat liter bahan bakar minyak mentah. Untuk menyempurnakannya menjadi bahan bakar kendaraan seperti bensin, tentu diperlukan proses penyulingan lebih lanjut. Namun, hasil awal ini sudah dapat dimanfaatkan untuk keperluan tertentu, seperti bahan bakar kompor atau generator,” tambahnya.

Kehadiran teknologi ini diharapkan tidak hanya menyelesaikan masalah lingkungan, tetapi juga memberikan nilai ekonomi. Sampah plastik yang sebelumnya hanya menjadi beban, kini berpotensi menjadi sumber daya. Proses edukasi dan pelatihan selama tiga minggu kepada karang taruna dan perangkat desa diharapkan dapat memastikan keberlanjutan pengoperasian alat tersebut.
Program PKN POLTEKAD di Tulungrejo merupakan contoh nyata sinergi positif antara institusi pendidikan militer dengan masyarakat sipil. Pendekatan yang dilakukan tidak bersifat charity, melainkan pemberdayaan berbasis teknologi dan pengetahuan. Mahasiswa tidak hanya menerapkan ilmu yang diperoleh di kampus, tetapi juga belajar memahami dinamika dan kebutuhan riil masyarakat.
Dengan komitmen Pemerintah Desa yang telah memesan dua unit alat tambahan, teknologi pirolisis ini diproyeksikan akan menjadi tulang punggung sistem pengelolaan sampah terpadu di Tulungrejo ke depannya. Langkah ini sejalan dengan upaya global dalam mengurangi polusi plastik dan transisi menuju ekonomi sirkular.
Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk
Diharapkan, model pemberdayaan seperti ini dapat direplikasi di desa-desa lain, menciptakan multiplier effect dalam penanganan sampah nasional. Keberhasilan kolaborasi antara POLTEKAD dan Desa Tulungrejo menjadi bukti bahwa solusi atas persoalan lingkungan seringkali terletak pada inovasi teknologi sederhana yang tepat guna, didukung oleh komitmen kuat dari seluruh pemangku kepentingan.
( Ria ).


Mahasiswa POLTEKAD mendemonstrasikan cara memasukkan cacahan plastik ke dalam reaktor pirolisis di hadapan warga Tulungrejo ( Foto : Tim ). 
