Punten Carnival 2025 Perayaan Megah Keberagaman Budaya Nusantara di Batu

Kepala Desa Punten bersama koordinator pelaksana, membuka kegiatan Carnival Punten 2025

Punten Carnival 2025 Merayakan Keberagaman Nusantara simbol konkret gotong royong guyub rukun warga masyarakat.

Kota Batu,PENDIDIKANNASIONAL.ID – Di bawah langit cerah dan udara sejuk khas pegunungan, ribuan masyarakat Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, menyemut dalam sukacita. Mereka bukan hanya memperingati 80 tahun kemerdekaan Indonesia, tetapi juga mengukuhkan kembali jati diri bangsa melalui The Art of Nusantara Punten Carnival 2025. Karnaval budaya tahunan ini telah menjadi simbol konkret gotong royong dan keguyuban warga, sekaligus sebuah festival budaya yang mengedukasi dan memukau.

Carnaval budaya dengan menampilkan kreasi seni tradisional dan modern
Carnaval budaya dengan menampilkan kreasi seni tradisional di modernisasi

Acara yang digelar pada Rabu, 27 Agustus 2025 pagi itu, merupakan wujud syukur atas kemakmuran dan kedamaian yang telah diraih desa tersebut. Yang membedakan tahun ini adalah skala dan komitmen untuk menampilkan kekayaan budaya Nusantara secara lebih megah dan autentik.

Karnaval ini diikuti secara masif oleh seluruh elemen masyarakat dari empat dusun (Gempol, Krajan, Kungkok, Payan) dan delapan RW, yang terbagi dalam 27 kontingen. Mereka menghidupkan jalan-jalan desa menjadi galeri budaya berjalan yang spektakuler. Setiap kontingen tidak sekadar berlalu-lalu, tetapi menampilkan fragmen sejarah dan tradisi dengan detail yang memukau.

Penonton disuguhi sebuah perjalanan visual melalui masa lalu dan present Nusantara yaitu kesenian Bantengan yang penuh mystique asli Malang, keanggunan Tari Merak dari Jawa Barat, dinamika Tari Burung Garuda yang simbolis, hingga instalasi pewayangan yang filosofis. Tak ketinggalan, Tari Dewi Sri (Dewi Padi) menghormati kesuburan alam, serta energiknya Tarian Banyuwangian yang membawa semangat budaya Osing. Kemeriahan juga datang dari iring-iringan mobil sound horeg yang kreatif dan berbagai tarian modern yang menunjukkan harmoni antara tradisi dan kekinian.

Pasukan pengibar bendera kemudian dilanjutkan penampilan kesenian yang melambangkan kejayaan
Pasukan Pengibar Bendera kemudian penampilan kesenian tarian burung garuda yang melambangkan kejayaan

Dalam wawancara dengan media, Kepala Desa Punten, Hening Trisunu, SE., menekankan bahwa karnaval ini bukan sekadar pesta rakyat. “Ini adalah ruang edukasi budaya yang hidup. Segala budaya kearifan lokal dan daerah kami tampilkan dengan serius, agar generasi penerus kita tidak kehilangan jejak. Mereka harus tahu dan bangga dengan adat istiadat dari berbagai penjuru Nusantara,” tegasnya.

Komitmen terhadap kualitas tampak dari persiapan warga. Trisunu menyebutkan bahwa segala sesuatu telah disepakati bersama, termasuk pembatasan penggunaan sound system dan waktu acara hingga pukul 23.00 WIB. “Ciri khas warga Punten adalah tidak mau asal-asalan. Mereka totalitas dan selalu ingin menampilkan yang terbaik,” tambahnya.

Rute karnaval yang panjang, mulai dari Dusun Gempol, melalui Jalan Melati, masuk ke Kungkok, area Gunungsari, lalu Dusun Suko Rembug, hingga finish, dilewati dengan penuh semangat oleh semua peserta.

Kesenian dari daerah Banyuwangi ikut mewarnai karnaval budaya Punten 2025
Kesenian Budaya Daerah Banyuwangi ikut mewarnai Festival Carnival Punten 2025

Camat Bumiaji, Thomas Maydo, S.Sos., mengapresiasi inovasi format karnaval tahun ini. Menurutnya, penyatuan antara penampilan budaya dan sound horeg (suara riuh pendukung) dalam satu formasi yang kompak membuat prosesi lebih efisien tanpa mengurangi esensi seninya.

“Berbeda dengan desa lain yang biasanya terpisah, format campur jadi satu ini justru memungkinkan karnaval selesai lebih cepat dan tertib. Kami berharap ini bisa menjadi best practice untuk daerah lain, bahwa sebuah festival bisa meriah, tertib, dan tepat waktu,” jelas Maydo.

Lebih dari sekadar acara seremonial, Maydo melihat gelaran ini memiliki dampak ekonomi yang nyata. “Karnaval budaya adalah magnet wisatawan. Kehadiran mereka langsung memutar roda ekonomi UMKM warga sekitar dan Kota Batu secara keseluruhan, mulai dari kuliner, homestay, hingga cenderamata,” imbuhnya.

Baca Juga :  https://pendidikannasional.id/nasional/polri-bongkar-sindikat-judi-online-slot-bola-88-raja-spin-88-inibet-77-sita-rp164-miliar/

Lihat Juga :  https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk

Acara ini dihadiri oleh seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat, termasuk Camat Bumiaji, Kepala Desa Punten, Muspika, serta berbagai tokoh masyarakat, agama, dan budaya, mencerminkan bahwa pelestarian budaya adalah tanggung jawab kolektif yang disambut dengan penuh harmoni.

Punten Carnival 2025 telah membuktikan bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya tentang mengenang perjuangan, tetapi juga tentang merayakan keberagaman yang menjadi fondasi negara ini, serta menggerakkan ekonomi kreatif dengan cara yang paling membahagiakan: melalui seni dan budaya.

 

( Ria ). 

Array
Related posts
Tutup
Tutup