Maraknya Penipuan Sewa Villa Saat Momen Liburan, menjadikan tingkat kewaspadaan bagi masyarakat atau wisatawan untuk secara bijak dalam memilih platform di media sosial.
Kota Batu, Pendidikannasional.id – Momen liburan seperti Lebaran, Nataru, atau tahun baru sering dimanfaatkan oknum penipu untuk menawarkan villa fiktif atau akomodasi palsu. Villa Fiktif dengan Pembayaran di Muka. Pelaku menawarkan villa melalui media sosial (seperti Instagram) dengan harga murah, lalu meminta pembayaran penuh atau uang muka sebesar (50–70%) sebelum memberikan alamat villa. Villa tersebut ternyata tidak ada atau tidak tersedia .

Akun media sosial dibuat mirip dengan penyedia villa resmi, dilengkapi foto dan deskripsi meyakinkan, tetapi tidak memiliki alamat atau kontak valid. Kemudian manipulasi harga,dengan harga jauh di bawah standar pasar menjadi daya tarik utama untuk menjebak korban. Contoh: villa di Kota Batu Jawa Timur, ditawarkan Rp2,8 juta/malam, tetapi deposit diminta Rp1,4 juta. Setelah itu selanjutnya Pengembalian Dana Palsu, dengan modusnya berbagai cara antara lain, Setelah korban membayar, pelaku mengklaim villa “sudah diambil orang lain” dan menawarkan refund melalui prosedur mencurigakan, serta korban untuk Cansel boking Villa maka uang yang sudah di bayarkan tidak bisa diambil atau hangus.
Baca Juga : https://pendidikannasional.id/sosial/satgas-yonif-131-brs-berikan-bansos-masyarakat-perbatasan-papua/
Seperti yang dialami oleh warga masyarakat dengan sebutan Gus T berasal dari Kota Jombang Jawa timur, sewaktu di hubungi oleh awak media pada Jum’at, 04/04/2025 siang, menjelaskan bahwa ” Keluarga besarnya berencana berwisata ke Kota Batu, kemudian mencari di medsos dan menemukan beberapa akun dan mencoba dihubunginya, selanjutnya sampai transfer dan setelah itu tidak bisa di hubungi kembali.”
” Saya ingin berwisata ke Kota Batu kemudian membuka Instagram dan menemukan @Check in Villa Batu kemudian saya hubungi manajemen nya @Mutia Amaliah.Jastip menunjukan beberapa Villa serta Vidio tempatnya, dan berlanjut sampai Transfer untuk DP sebagai pengikat,belum lama setelah itu meminta uang lagi sebagai jaminan dan sudah saya TF, selanjutnya kami sampaikan untuk membatalkan sewa villa tersebut, kemudian pihak manajemen menjawabnya bahwa uang tidak bisa di ambil kembali dan hangus, setelah itu tidak bisa di hubungi kembali atau di blokir.” Ungkapnya ke awak media Pendidikannasional.id.

Menanggapi perihal kejadian itu, ketua Perkumpulan Marketing Penginapan Batu ( PMPB ), Hadi Photon menjelaskan bahwa, ” Sudah banyak masyarakat atau wisatawan yang merasa menjadi korban dengan akun di Instagram @Check in Villa Batu – @Mutia Amaliah.Jastip .”
” Dengan menanggulangi perihal penipuan seperti itu, maka kami mendirikan kelompok PMPB yang sudah Kemenkumham, dan kami menghimbau bagi semua masyarakat atau wisatawan yang berniat berkunjung ke Kota Batu bilamana ingin booking villa maka :
1.tanyakan KTA PMPB
2.KTP Dan Rekeningnya Harus sama.
3.Surve villa sebelum DP Booking bisa cek ke lokasi atau video call.
4.Jangan booking lewat Aplikasi IG atau tik tok serta Facebook dikarenakan banyak oknum penipuan
5.Usahakan Booking lewat aplikasi Website yang pasti Aman .
Itulah prosedur booking villa di Kota Batu yang aman, amanah dan terpecaya.” Jelas Hadi Photon ke awak media.
Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk
Hal senada disampaikan oleh Anto sebagai salah satu Egent di Kota Batu, yaitu Baturayavilla serta Wisata Malang Batu Viral, mengatakan” Bahwa kami memiliki web resmi dan medsos resmi, jika di Instagram ( IG ) maupun WA kami sudah centang biru yang berarti akun kami tidak abal-abal, dan sangat terpercaya, aman dan amanah.”
” Kami sering mendapat keluhan dari wisatawan perihal hal penipuan maka kami sarankan untuk men-download sebuah aplikasi Get Contact, karena bisa untuk mengetahui bahwa nomor kontak seseorang itu penipu atau bukan penipu. Berharap selaku APH terkait bisa menindak lanjuti perihal tersebut, kalau bisa IG penipu itu di hapus atau di blokir. Sehingga tidak banyak korban penipuan lagi.” Ujarnya ke awak media.

Polres Batu mencatat puluhan laporan serupa, dengan kerugian mencapai Rp1–2 juta per korban. Polres Batu meningkatkan patroli siber dan investigasi akun bodong di media sosial .
Kapolres Batu AKBP Andi Yudha Pranata,mengutarakan bahwa merasa keprihatinan kepada korban penipuan perihal tersebut, bahwa masih ada saja yang menjadi korban dan berulang-ulang. Kami sudah sosialisasi intensif diberbagai media,Jika ada yang jadi korban dan ada bukti, silahkan datang ke SPKT Polres atau Polsek Kota Batu.
” Jika ada yang menjadi korban serta mempunyai buktinya, silahkan datang ke SPKT Polres atau Polsek Kota Batu. Dan kami menghimbau untuk mewaspadai Penawaran Harga Terlalu Murah, Pembayaran Uang Muka via Platform Tidak Resmi. ” Kata Kapolres ke awak media.

Kapolres juga menambahkan, beberapa Tips untuk menghindari penipuan :
1. Verifikasi Legalitas
Pastikan villa terdaftar di platform resmi atau memiliki izin usaha dan lain lain.
2. Cek Ulasan dan Reputasi
Akun/villa yang tidak memiliki ulasan atau testimoni jelas patut diwaspadai, serta adanya testimoni abal-abal juga patut diwaspadai.
3. Hindari Transfer Langsung ke Rekening Pribadi
Gunakan platform pembayaran terpercaya
4. Kunjungi Lokasi atau Hubungi Langsung.
Jika memungkinkan, pastikan keberadaan villa dengan mengunjungi langsung atau menghubungi nomor resmi pengelola, bisa juga dengan Vidio Call.
5. Waspada Harga Tidak Wajar
Bandingkan harga dengan villa sejenis. Penawaran diskon ekstrem sering menjadi indikasi penipuan.” Tukas Kapolres Batu.
Maraknya penipuan villa saat liburan mencerminkan pentingnya kewaspadaan dan verifikasi mendalam. Selalu prioritaskan keamanan transaksi dengan memilih jalur resmi dan menghindari tawaran instan yang terlalu menggiurkan. Laporkan ke pihak berwajib jika menemukan indikasi penipuan untuk melindungi calon korban berikutnya.
( Ria ).


Salah satu akun yang di pakai oknum untuk penipuan ( Foto : Tim ). 
