Libur Panjang, Tempat Hiburan Hotel Paradise Taati Peraturan Pemerintah

 

Libur panjang Isra Mi’raj dan Tahun Baru Imlek 2025 menjadi saat yang tepat untuk melepas penat dengan berlibur.

Riau, Pendidikannasional.id – Salah satu hotel yang di pilih Wisatawan untuk menginap saat hari libur adalah Hotel Paradise di kabupaten tanjung balai Karimun, karena di ketahui oleh tamu sering di rekomendasikan karena staf  hotel paradise sangat ramah terhadap tamu.

Hotel paradise tetap membuka menejemennya perhotelan untuk umum, tapi tidak dengan tempat hiburannya yang bagian dari pelayanan hotel.

Baca Juga : https://pendidikannasional.id/nasional/polri-targetkan-satu-juta-hektar-jagung-dukung-swasembada-pangan/

Dari pihak manajemen saat di hubungi oleh awak media Pendidikannasional.id pada Selasa,28 Januari 2025 via hp seluler mengkonfirmasi, kenapa tempat hiburan tidak di buka untuk umum?.

Menejer dari pihak hotel paradise mengatakan, ” iya mereka tidak membuka tempat hiburan hotel untuk umum saat ini, karena menghargai hari keagamaan saat ini yaitu Isra Mi’raj juga menindaklanjuti surat himbauan dari pemerintah Edaran Larangan Beroperasi Tempat Hiburan Pada Hari Besar Keagamaan Tahun 2025.”

“Tetapi dalam surat himbauan pada poin ke tiga ada pengecualiannya, buat hotel berbintang yang merupakan fasilitas hotel sesuai degan ketentuan yang berlaku, dan diperuntukkan bagi tamu hotel tapi ada persyaratan nya, tamu itu sudah nginap di hotel kami lebih dari satu kali dua puluh empat jam dan turis asing yang mempunyai paspor bukan untuk umum.” Kata Menejernya. 

” Karena ada pengecualian ini, sehingga ada sekelompok orang menjadi salah pengertian. sehingga pada saat hari keagamaan Isra Miraj mereka meminta untuk membuka ruangan VIP, kemudian satpam dari pihak perhotelan memberikan penjelasan.” ujarnya. 

Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk

Menejer juga menambahkan, ” Akan tetapi  sekelompok orang ini memaksa hingga sempat terjadi cekcok sampai ada dugaan mereka mengancam, dengan menunjukkan id card bawah mereka adalah oknum bagian dari pada pers pusat.”

” Pihak menejemen mentaati peraturan dan sangat menghargai malam isra mi’raj sehingga pihak perhotelan tidak mengijinkan menggunakan fasilitas, kemudian sekelompok orang ini meminta ketua FKKPI, dan Babinsa datang ke Hotel membuktikan tapi kenyataannya tempat hiburan kami tidak beroperasi saat itu.” tutupnya. 

(Siscow)

Array
Related posts
Tutup
Tutup