Paslon KRIDA Bersama Komunitas Antikan Jadikan Art Center Seni Budaya

Paslon Krida bersama Komunitas Antikan merencanakan Pasar Seni ( Art Center ), dengan harapan bisa menjadikan destinasi wisata baru dengan benda benda lawasan yang berada di Kota Batu. 

Batu, Pendidikannasional.id – Pilkada merupakan sebuah komitmen, tidak saja persoalan menang dan kalah, akan tetapi memiliki gagasan-gagasan masa depan sebagai kota wisata berskala internasional. 

Paslon Krida pada saat ini bersosialisasi serta menjaring aspirasi masyarakat bersama Komunitas Antikan Kota Batu, kegiatan tersebut bertempat di OBS ( Omah Budaya Slamet ) Jl. Imam Bonjol,12 Beru- Bumiaji, Kota Batu, sekitar pukul 16.00 wib, Sabtu ( 19/10/2024 ). 

Baca Juga : https://pendidikannasional.id/daerah/dishub-berkolaborasi-untuk-ciptakan-kondusifitas-kota-batu/

Adapun dalam kegiatan tersebut turut hadir Paslon Nomer 3, Krisdayanti bersama tim, Ketua DPC PDI Perjuangan bersama staf,Ketua Satu Pena Jawa timur beserta staf, Ketua Komunitas Antikan Kota Batu bersama seluruh staff dan anggota, Kelompok seniman lukis Kota Batu dan seluruh undangan yang hadir. 

Selaku mediator, Slamet Henkus, menyampaikan bahwa OBS ( Omah Budaya Slamet ) ini adalah sebuah ruang terbuka sehingga tidak memiliki atensi langsung kepada politik praktis, namun dari berbagai macam pandangan-pandangan keinginan dari komunitas antikan untuk menginginkan art center atau pasar seni ini menjadi suatu kenistacayaan memang harus diwujudkan, karena Kota Batu ini harus memiliki branding internasional salah satu dari destinasi yang baru yaitu wisata pasar seni sangat di butuhkan. 

Lihat Jaga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk

” Dalam konteks branding, saya berfikir bahwa kota ini sebagai wilayah yang memiliki luas yang hanya 40 ℅ ( Empat Puluh persen ), untuk sementara ini jika di bandingkan dengan kekuatan-kekuatan kapital yang menguasai batu sebagai tempat wisata dengan budaya artivisial saya pikir menjadi sesuatu yang tidak seimbang oleh sebab itu kalau kita berbicara tentang keseimbangan maka berapa senti ruang kesenian di Kota Batu, saya pikir kedepanya seorang wali kota harus memiliki proteksi terhadap wilayahnya, apa yang di sebut proteksi yaitu bagaimana dia untuk melindungi tidak saja terhadap orang tetapi juga kepada hal-hal berbasis idiologis yaitu yang berbasis pada pengetahuan gagasan untuk melindungi semua wilayahnya.” Ungkapnya ke awak media. 

Ketua Djadoel Antikan Batu Vintage Comunity, Mauland Guntur juga menyampaikan bahwa ” dengan adanya pertemuan dengan Krisdayanti semoga bisa menjebatani bahkan mewujudkan apa yang menjadi cita- cita kita yaitu, dibangunya art center/ art market sehingga aktifitas pelestarian berbudaya dan berniaga dibidang usaha khususnya barang antik bisa terwujud.”

Hal senada juga di sampaikan oleh Ketua Paguyuban Antikan Kota Batu bersama stafnya, Wahyudi Hatono bersama Handoko, ” bahwa kami berharap selain banyak kolektor yang datang ke Kota Batu, juga ingin wadah yang kami punyai ini di fasilitasi oleh mbak KD, ingin menjadikan pasar wisata seni tercipta di Kota Batu. “

Pada kesempatanya Krisdayanti mengatakan bahwa saya ini orang asli batu, memang menjadi tanggung jawab saya dalam memajukan budaya dan seni yang berada di Kota Batu. Berharap bisa membangun Kota Batu bisa mendunia, menjadi literasi budaya art center, bisa berpusat di Kota Batu. Seni dan budaya ini merupakan sektor yang sangat foundalmental untuk arah pembangunan kedepan, saya senang di pertemukan para seniman dan budayawan di kediaman Slamet Henkus bersama komunitas antikan kota batu. 

” Terbukanya pintu dan ruang-ruang disini untuk berdialog dan diskusi untuk harapan harapan kita semuanya dengan budayawan kota batu. Saya pikir ini sangat positif sekali untuk menghidupkan berkesenian, apapun bentuknya.”Ungkapnya ke awak media. 

Krisdayanti juga menambahkan, “Sehingga ketika pertemuan ini tadi itu bergayung sambut tentu ada perasaan emosional yang sangat dalam, dan saya sepanjang kampanye turba kurang lebih sebulan baru kali pertama ini ada adjustment yang sangat bergejolak dihati saya, sehingga harus menyampaikan pesan ayah saya. Dan adanya art center ini harus menjadi program pertama saya kedepan.” imbuhnya. 

Pada kesempatanya selaku ketua tim pemenangan Krida, Punjul Santoso mengatakan ” bersyukur dan merasa bangga bahwa teman-teman antikan yang tergabung didalam komunitas yang tidak hanya seni lukis, batu permata, akik, tosan aji dan semuanya yang telah menyampaikan aspirasinya kepada calon wali kota dari PDI Perjuangan.”

” Jika dikabulkan menjadi wali kota maka akan memberikan ruang terutama pada komunitas antikan ini untuk bisa berekspresi menyampaikan ide-idenya melaluhi komunitasnya. Kalau melukis bisa ke lukis, kalau ke pasar antik bisa ke komunitasnya bisa di fasilitasi oleh pemerintah daerah, maka ini akan menjadi salah satu sinkronisasi dari visi misi yang dimiliki oleh Krisdayanti karena salah satunya yaitu pasar seni, sehingga yang dinamakan pariwisata bukan hanya wisata buatan atau alam juga wisata kuliner tetapi juga salah satunya wisata pasar seni. Hal ini merupakan suatu yang tidak terpisahkan bagi komunitas seni ini dengan memberikan aspirasi nya yang harus di jalankan di pemerintahan.” Paparnya. 

” Harapan kami hal ini gayung bersambut dan semoga bisa terlaksana dengan baik untuk kemaslahatan umat terutama komunitas antikandan seni kota batu.” Jelasnya. ( Adi ).

Array
Related posts
Tutup
Tutup