KTH Wono Mulyo Reboisasi di Puthuk Gede Bulukerto Bumiaji

Kelompok Tani Hutan (KTH) Wono Mulyo melaksanakan kegiatan penghijauan di area Hutan Produksi Putuk Gede pada hari Rabu, 25 September 2024.

Batu, Pendidikannasional.id – Untuk merayakan Hari Paru Dunia (World Lung Day) 2024. Acara dimulai dengan pengucapan doa secara bersama yang dipandu oleh salah satu anggota pengurus KTH, selanjutnya dilanjutkan dengan penanaman puluhan semak dari berbagai jenis tanaman. Beberapa di antaranya adalah Pule, Tabebuya, Sawo, serta berbagai tipe pohon buah lainnya.Rabu, ( 25/09/2024 ). 

Acara ini dihadiri oleh Ketua KTH Wono Mulyo, Sunarto, bersama stafnya, LPHD Desa Pesanggrahan, Forkopimda, perwakilan TNI, Polsek Bumiaji, Kepala Desa Bulukerto, Kepala Dinas Pertanian, serta sejumlah petani hutan. Selain itu, juga hadir salah satu Anggota Dewan dan perwakilan dari Lembaga Kesatuan Pengawasan Korupsi (KPKRI).

Baca Juga : https://pendidikannasional.id/seni-budaya/selamatan-sumber-mata-air-rebun-dusun-sabrang-bendo/

Usai kegiatan pemotongan tumpeng, acara dilanjutkan dengan dialog interaktif yang membahas signifikansi menjaga ekosistem serta kelangsungan hutan. Selain itu, diberikan penjelasan teknis mengenai metode penanaman yang tepat untuk tanaman di Kawasan Hutan Produksi. Pada akhir acara, dilakukan pula pembagian sertifikat KTH dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Sunarto, yang merupakan Ketua Kelompok Tani Hutan, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud perhatian KTH Wono Mulyo terhadap pelestarian lingkungan.

Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk

“Pada hari ini, yang bertepatan dengan peringatan Hari Paru Dunia, kami mengadakan kegiatan reboisasi dengan penanaman pohon. Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan lingkungan di hutan produksi, sebagai wujud kepedulian Kelompok Tani Hutan terhadap keberlangsungan ekosistem agar tetap terjaga.”Menurut Sunarto.

Saifudin (Udin), sebagai Ketua LPHD, mengungkapkan dalam menyambut Hari Paru- Paru Dunia ini menanam pohon sekitar 200 lebih, disini kita mempunyai tujuan untuk berusaha menyembuhkan paru paru dunia yang sedang sakit. 

” Kita tahu bahwa Kota Batu sebagai kota wisata yang berdampingan dengan alam, maka kita selain untuk berusaha menyembuhkan paru-paru dunia yang sedang sakit, dan untuk penangkapan sumber mata air bisa terjaga dengan reboisasi yang dilaksanakan pada hari ini.” Ungkap Udin. 

Nyoto Sumartono sebagai salah satu pendiri Kesatuan Pengawasan Korupsi (KPKRI)Pada kesempatan yang sama, mereka menyampaikan bahwa pihaknya sangat teliti dalam mengelola usaha yang berorientasi pada sumber daya alam.

“Kami berada di daerah Desa Oro-oro Ombo yang juga memiliki usaha pariwisata di dalam area hutan produksi. Namun, kami sangat berhati-hati dalam pengelolaannya karena kami tidak ingin menghadapi masalah hukum. Kami hanya memotong ranting pohon kecil dan tetap berkoordinasi dengan Perhutani, serta meminta agar mereka melakukan pengawasan selama proses tersebut. ” Panggilan akrabnya adalah Mbah Semar.

Rosek Nursahid, selaku ketua LSM Profauna, menyatakan bahwa hutan merupakan sumber oksigen yang sangat berharga bagi seluruh umat manusia.

Hutan tidak hanya berpotensi sebagai sumber ekonomi bagi Kelompok Petani Hutan, tetapi juga menghasilkan sumber ekonomi lainnya, yaitu oksigen, yang dapat dijual kepada sejumlah negara di Eropa dengan harga yang cukup menguntungkan. Negara-negara di Eropa sangat memerlukan pasokan kopi dalam jumlah besar. Namun, kopi yang diimpor dari Indonesia wajib memiliki sertifikasi resmi yang menunjukkan bahwa pertanian tersebut bebas dari risiko, yang berarti tidak merusak lingkungan, terutama area hutan..

Hari Paru Dunia diperingati secara rutin untuk mengingatkan kita semua mengenai pentingnya melestarikan hutan dan memastikan ketersediaan oksigen bersih bagi semua makhluk hidup di bumi.

Array
Related posts
Tutup
Tutup