Batu, Pendidikannasional.id – Adat budaya merupakan asli Indonesia sangat perlu sekali dilestarikan, adat jawa salah satunya yang tidak kalah menariknya kental dengan kesakralanya. Adat selamatan sumber mata air juga merupakan suatu yang perlu diketahui oleh generasi penerus, seperti yang dilakukan oleh masyarakat Desa Giripurno, Dusun Sabrang Bendo pada Kamis, ( 05/09/2024 ) pagi.

Sumber mata air ini berjarak sekitar 100 ( Seratus ) meter dari jalan umum Desa, dengan dikelilingi pepohonan yang tidak begitu rimbun, serta perlu diketahui bahwa sumber ini muncul dari bawah ( Umbul ) yang besar, sehingga air tersebut bermanfaat bagi warga masyarakat sekitar untuk pertanian dan yang lain lainya.

Dalam kesempatanya selaku Ketua Umum Perkumpulan Pemerhati Budaya Nusantara ( PPBN ) Robiyan mengatakan, ” Selamatan sumber mata air ini sebagai sarana mengingatkan kita semua, bahwa bumi kita ini sebagian besar di kelilingi oleh air. Juga perlu diketahui bahwa di dalam diri kita ini juga sebagian besar di isi oleh air.”
Baca Juga : https://pendidikannasional.id/uncategorized/the-legend-stars-park-dilalap-sijago-merah/
” Kegiatan seperti ini kita adakan itu semata – mata untuk melindungi mata air serta juga merawatnya, sehingga selalu terjaga keasrianya. Selain itu juga kami tadi menanam pohon di area sekitar sumber dengan maksud agar menambah resapan serta memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa betapa pentingnya melindungi mata air.” Ungkap Robiyan.
Robiyan juga menjelaskan tentang asal usul selamatan sumber mata air itu di lakukan dan sedikit memberikan uraian makna tanggal dan bulanya yang ditentukan tersebut.
Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk
” Mengapa di tetapkan setiap pada bulan Sembilan tanggal Lima, mengandung arti dan makna bahwa kata Sembilan ( Songgo ) adalah babakan howo songo yang ada di dalam diri manusia, kemudian Lima ( Limo ) adalah dhulur papat limo pancer.” Jelas Robiyan.

Ditempat berbeda salah satu warga Dusun Sumber Bendo, Budi ( 45 ) mengatakan, ” bahwa budaya selamatan pada sumber mata air ini merupakan, sarana bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang mana telah memberikan kehidupan untuk semua manusia khususnya warga masyarakat Dusun Sabrang Bendo RW 07 / RT 56.”
” Berharap acara ini berkelanjutan tiap tahunya, dan bukan hanya itu saja tetapi perawatanya dilakukan setiap Tiga bulan sekali, sehingga kebersihan dan keasrianya tetap terjaga. Kami ingin perhatian pemerintah terhadap adanya sumber mata air khususnya suber Rebun ini.”Ungkap Budi ke awak media.
Perlu diketahui bahwa selamatan tersebut dilakukan sejak tahun 1997. Mitosnya berawal warga sekitar yang dalam mencari mata pencaharianya sehari hari susah dan ekonominya lemah sehingga pada masa tersebut warga masyarakat merawat sumber mata air dengan melakukan selamatan hasil bumi untuk meteri banyu ( selamatan sumber air ). ( Adi ).




