Forbes Koba dan Flobamora Batu Gelar Aksi Solidaritas untuk Korban Gempa Flores
Kota Batu, PENDIDIKANNASIONAL.ID — Semangat solidaritas kemanusiaan kembali menemukan ruang aktual di Kota Batu. Forum Ormas Bersatu Kota Batu (Forbes Koba) bersama Flobamora Batu menggelar penggalangan dana kemanusiaan untuk membantu masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana gempa bumi. Aksi tersebut memasuki hari perdana pada Selasa, 25 Agustus 2026, dengan melibatkan berbagai elemen organisasi kemasyarakatan dan masyarakat Kota Batu.
Sejak pagi hingga sore hari, para relawan bergerak di sejumlah titik strategis untuk menghimpun kepedulian masyarakat. Aksi turun ke jalan tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan pengumpulan donasi, tetapi juga menjadi representasi nyata tentang bagaimana keberagaman dapat dipertautkan melalui kepedulian terhadap sesama.

Ketua Flobamora Batu, Frederikus, mengatakan bahwa pelaksanaan hari pertama penggalangan dana berlangsung dengan baik. Menurutnya, kolaborasi antara berbagai organisasi kemasyarakatan yang tergabung dalam Forbes Koba dengan Flobamora Batu memberikan warna tersendiri dalam membangun kebersamaan di tengah keberagaman.
“Hari pertama dalam rangkaian kebersamaan penggalangan dana sebagai bentuk aksi nyata peduli gempa Flores berjalan dengan baik. Kolaborasi apik antarormas yang tergabung dalam Forum Ormas Bersatu Kota Batu bersama Flobamora Batu memberikan warna baru dalam rajut nuansa kebangsaan,” ujar Frederikus.

Ia menilai, keputusan untuk turun langsung ke jalan memiliki makna sosial yang lebih luas. Masyarakat diberi ruang untuk berpartisipasi secara langsung dalam membantu saudara-saudara mereka yang sedang menghadapi musibah.
Menurut Frederikus, antusiasme para relawan tidak surut sejak pagi hingga sore. Semangat tersebut menunjukkan bahwa solidaritas kemanusiaan dapat tumbuh melampaui sekat identitas, latar belakang organisasi, maupun asal daerah.
“Indonesia umumnya dan Kota Batu khususnya membutuhkan kebersamaan yang lahir dan bertumbuh dari hati,” katanya.

Pesan solidaritas tersebut juga mendapat penguatan dari Pendeta Ido Manafe, seorang pelayan gereja GKPB MDC (Masa Depan Cerah) yang berasal dari Kupang, Nusa Tenggara Timur. Ia menyampaikan duka cita mendalam atas bencana yang menimpa masyarakat NTT, terutama bagi keluarga yang kehilangan anggota keluarganya.
Di tengah suasana duka, Ido mengaku terhibur dan bersyukur melihat kepedulian masyarakat Kota Batu. Menurutnya, keterlibatan berbagai kalangan, termasuk masyarakat yang tidak memiliki hubungan langsung dengan NTT, memperlihatkan bahwa rasa kemanusiaan tidak dibatasi oleh asal-usul maupun identitas sosial.

Ia berharap seluruh korban bencana memperoleh ketenangan dan kedamaian. Selain itu, ia berharap instansi terkait dapat menangani dampak bencana secara optimal sehingga bantuan yang terkumpul dapat disalurkan secara tepat sasaran dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat terdampak.
Ido juga memberikan apresiasi terhadap karakter sosial Kota Batu. Menurutnya, Kota Batu merupakan kota wisata yang sejuk, damai, sekaligus memiliki toleransi yang baik di tengah keberagaman suku dan agama.
Ia mendoakan agar Kota Batu semakin maju, semakin sae, serta senantiasa memperoleh keberkahan dan kedamaian.

Sementara itu, Koordinator kegiatan, Thomas Maydo, S.Sos., yang juga Camat Bumiaji, mengatakan bahwa pelaksanaan penggalangan dana pada hari pertama berlangsung lancar dan aman. Untuk memperluas jangkauan masyarakat yang ingin berdonasi, kegiatan dibagi ke dalam tiga titik.
“Kegiatan kita bagi di tiga titik. Pertama di depan Posko Forbes Koba sendiri, kedua di perempatan BCA, dan ketiga di seputaran Alun-Alun Kota Batu. Penggalangan dana kemanusiaan untuk NTT ini mendapat simpati dan antusiasme yang tinggi, baik dari masyarakat, pengguna jalan, maupun dari berbagai ormas di Kota Batu,” jelas Thomas.
Kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa kebangsaan tidak berhenti pada simbol dan narasi, tetapi dapat diwujudkan melalui tindakan konkret. Ketika masyarakat dari latar belakang berbeda berdiri bersama untuk membantu korban bencana, nilai persaudaraan Indonesia menemukan bentuknya yang paling substantif.
Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk
Aksi kemanusiaan Forbes Koba dan Flobamora Batu dengan demikian bukan semata tentang berapa banyak donasi yang berhasil dihimpun, melainkan tentang pesan moral bahwa penderitaan di satu wilayah merupakan panggilan kemanusiaan bagi seluruh anak bangsa.
Dari Kota Batu, solidaritas untuk Flores pun kembali ditegaskan: berbeda dalam identitas, tetapi bersatu dalam kemanusiaan.
Penulis : Riadi.
Editor : Tim Redaksi Pendidikannasional.id.




