Ormas Kota Batu Bersatu, Buka Posko Kemanusiaan untuk Korban Gempa NTT

Ormas Kota Batu Bersatu, Buka Posko Kemanusiaan untuk Bantu Korban Gempa NTT

Kota Batu, PENDIDIKANNASIONAL.ID — Kepedulian terhadap sesama kembali diwujudkan sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) di Kota Batu. Merespons bencana gempa bumi yang terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), berbagai ormas di Kota Batu membangun kolaborasi melalui pembentukan Forum Ormas Bersatu Kota Batu (FORBES KOBA) sekaligus mendirikan posko kemanusiaan untuk menghimpun bantuan bagi masyarakat terdampak.

Gagasan tersebut mengemuka dalam rapat yang digelar pada 20 Agustus 2026 di kediaman Camat Bumiaji, Thomas Maydo, S.Sos. Pertemuan tersebut menjadi ruang konsolidasi lintas organisasi untuk membangun gerakan kemanusiaan yang terkoordinasi, sekaligus memperkuat solidaritas masyarakat Kota Batu terhadap saudara-saudara sebangsa yang tengah menghadapi musibah.

Beberapa Ormas ketika bersama Camat Bumiaji ketika seusai rapat untuk penggalangan dana kemanusiaan NTT.
Beberapa Ormas ketika bersama Camat Bumiaji ketika seusai rapat untuk penggalangan dana kemanusiaan NTT.

Hasil rapat kemudian ditindaklanjuti pada 22 Agustus 2026 melalui kegiatan kerja bakti membersihkan sebuah rumah bekas kantor PMI yang berada di Jalan Panglima Sudirman, Kota Batu. Kegiatan berlangsung sejak sore hingga malam hari.

Bangunan tersebut dipersiapkan untuk difungsikan sebagai Posko Ormas Terpadu, yang menjadi pusat kegiatan penggalangan dana dan koordinasi bantuan kemanusiaan bagi korban bencana di Flores, NTT.

Baca Juga : https://pendidikannasional.id/nasional/wamen-viva-yoga-transmigrasi-perkuat-nkri-dan-kebangsaan/

Langkah tersebut menunjukkan bahwa kepedulian sosial tidak berhenti pada pernyataan solidaritas, tetapi diterjemahkan menjadi kerja bersama yang terorganisasi. Kehadiran posko juga diharapkan mampu memastikan proses penghimpunan bantuan berlangsung tertib, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Tampak depan kiri, ketua Ormas FLOBAMORA bersama Koordinator bersama yang lain lainya.
Tampak depan kiri, ketua Ormas FLOBAMORA bersama Koordinator bersama yang lain lainya.

Ketua FLOBAMORA Kota Batu, Frederikus, menyampaikan rasa syukur atas terbentuknya posko tersebut. Menurutnya, keberadaan FORBES KOBA menjadi momentum penting bagi organisasi kemasyarakatan di Kota Batu untuk mengambil peran dalam membangun kebersamaan sebagai bagian dari masyarakat Indonesia.

“Terkait dibukanya Posko Forum Ormas Bersatu Kota Batu ini, saya sangat bersyukur bahwasanya forum ini bisa mengambil bagian penting dalam upaya membangun kebersamaan anak bangsa dan menjalin kolaborasi untuk membangun Kota Batu,” ujar Frederikus.

Tampak kerja bakti pembersihan tempat untuk posko penggalangan dana kemanusiaan.
Tampak kerja bakti pembersihan tempat untuk posko penggalangan dana kemanusiaan.

Ia menilai momentum kemanusiaan tersebut dapat menjadi modal sosial bagi berbagai elemen masyarakat untuk memperkuat persatuan dan menciptakan kehidupan sosial yang aman serta damai.

“Momentum ini menjadi modal gerakan bersama menuju Kota Batu yang aman dan damai. NTT jauh di mata tetapi dekat di hati FORBES KOBA,” tegasnya.

Pernyataan tersebut merefleksikan bahwa solidaritas kebangsaan tidak dibatasi oleh jarak geografis. Bencana yang terjadi di satu wilayah merupakan persoalan kemanusiaan yang dapat mengetuk kepedulian masyarakat di daerah lain.

Koordinator Kegiatan, Thomas Maydo, ketika bersama ketua IPSI Kota Batu.
Koordinator Kegiatan, Thomas Maydo, ketika bersama ketua IPSI Kota Batu.

Koordinator FORBES KOBA, Thomas Maydo, S.Sos, menjelaskan bahwa pembentukan forum tersebut merupakan tindak lanjut konkret dari hasil rapat sebelumnya.

FORBES KOBA menjadi wadah yang menghimpun berbagai organisasi kemasyarakatan di tingkat Kota Batu untuk membangun koordinasi dan sinergi dalam kegiatan sosial kemanusiaan.

Untuk tahap awal, forum tersebut memusatkan perhatian pada pendirian Posko Ormas Terpadu sebagai basecamp penggalangan dana bantuan bagi masyarakat terdampak bencana di Flores.

Tampak lantai dan dindingnya dibersihkan, dalam kegiatan kerja bakti.
Tampak lantai dan dindingnya dibersihkan, dalam kegiatan kerja bakti.

Posko dan kegiatan donasi direncanakan mulai beroperasi pada 23 Agustus 2026 pukul 12.00 WIB. Penggalangan dana tahap awal direncanakan berlangsung selama satu minggu dan dapat diperpanjang satu minggu berikutnya apabila kondisi dan kebutuhan di lapangan masih memerlukan dukungan.

Dalam aspek administrasi, panitia telah menyiapkan sejumlah perangkat pendukung, termasuk banner penanda posko, buku daftar hadir bagi anggota yang menjalankan piket, serta buku pencatatan donasi.

Sistem tersebut menjadi bagian penting dari upaya membangun tata kelola penggalangan dana yang terbuka. Setiap bantuan yang masuk diharapkan dapat dicatat dan dikelola secara tertib sehingga masyarakat maupun para donatur memperoleh kepastian mengenai proses penghimpunan bantuan.

Tampak dari BAM Rescue dan Koordinator setelah selesai kerja bakti.
Tampak dari BAM Rescue dan Koordinator setelah selesai kerja bakti.

Lebih jauh, FORBES KOBA tidak dirancang hanya sebagai forum insidental yang muncul ketika terjadi bencana. Forum tersebut diharapkan berkembang menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan.

Melalui forum tersebut, berbagai ormas di Kota Batu diharapkan dapat semakin mengenal satu sama lain, membangun komunikasi lintas organisasi, serta mengembangkan kolaborasi dalam berbagai persoalan sosial kemasyarakatan.

Dalam perspektif pembangunan masyarakat, pola kerja semacam ini merupakan bentuk penguatan modal sosial. Ketika organisasi masyarakat mampu membangun kepercayaan, komunikasi, solidaritas dan kerja sama, maka potensi masyarakat untuk menyelesaikan persoalan secara kolektif menjadi semakin kuat.

Penggalangan bantuan untuk korban gempa NTT dengan demikian tidak sekadar dimaknai sebagai kegiatan mengumpulkan dana. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran publik tentang pentingnya kepedulian, gotong royong, akuntabilitas, serta tanggung jawab sosial sebagai warga negara.

Kota Batu yang dikenal sebagai kota wisata sekaligus ruang hidup masyarakat yang beragam memiliki modal sosial yang besar untuk mengembangkan budaya gotong royong. Sinergi lintas ormas melalui FORBES KOBA menjadi salah satu contoh bahwa keberagaman organisasi dapat dipertemukan dalam kepentingan kemanusiaan yang lebih luas.

Di tengah berbagai tantangan sosial, semangat tersebut menjadi pengingat bahwa kemanusiaan merupakan titik temu yang mampu melampaui perbedaan latar belakang organisasi.

Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk

Dari Kota Batu, solidaritas itu kemudian diarahkan kepada masyarakat NTT. Jarak ribuan kilometer tidak menjadi penghalang untuk menghadirkan kepedulian.

NTT mungkin jauh secara geografis, tetapi tetap dekat dalam ikatan kemanusiaan dan persaudaraan sebangsa.

 

Penulis : Riadi. 

Editor : Tim Redaksi Pendidikannasional.id.

 

 

 

Array
Related posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *