Batu Perkuat Posisi sebagai Destinasi Sport Tourism Dunia, Wali Kota Pastikan Pengembangan Landing Zone Paralayang Berstandar Internasional
Batu,PENDIDIKANNASIONAL.ID – Pemerintah Kota Batu menegaskan komitmennya memperkuat posisi Kota Batu sebagai salah satu destinasi sport tourism bertaraf internasional melalui penyelenggaraan Batu International Sport Tourism Festival (BISTF) 2026 yang dirangkaikan dengan 1st Paragliding Accuracy World Cup (PGAWC) Series 3 serta Indonesia Paragliding Accuracy Championship (IPAC) Seri III di kawasan Landing Zone Gunung Banyak, Kota Batu.
Kejuaraan yang mempertemukan atlet-atlet paralayang terbaik dari dalam maupun luar negeri tersebut tidak hanya menjadi arena kompetisi olahraga prestasi, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk memperkuat diplomasi olahraga, mengembangkan industri pariwisata, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ketua Pengurus Provinsi Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Paralayang Jawa Timur sekaligus Ketua Pelaksana, Arif Eko Wahyudi, mengungkapkan bahwa penyelenggaraan IPAC Seri III di Kota Batu mencatatkan rekor jumlah peserta terbanyak sepanjang musim kompetisi tahun 2026.
Sebanyak 75 atlet mengikuti seri penutup tersebut, terdiri atas 64 atlet Indonesia dan 11 atlet asal Malaysia. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan IPAC Seri I di Paser yang diikuti 44 peserta dan Seri II di Kotabaru dengan 30 peserta.
Menurut Arif, tingginya animo peserta menunjukkan semakin besarnya kepercayaan komunitas olahraga dirgantara internasional terhadap Kota Batu sebagai penyelenggara kejuaraan paralayang berkelas dunia.
“Indonesia saat ini menempati peringkat ketiga dunia untuk kategori Paragliding Accuracy. Posisi tersebut merupakan hasil akumulasi prestasi atlet nasional sepanjang tahun dan menjadi modal penting untuk terus bersaing di tingkat internasional,” ujarnya.
Baca Juga : https://pendidikannasional.id/olahraga/kota-batu-siap-jadi-panggung-atlit-paralayang-terbaik-jawa-timur/
Ia menjelaskan, berdasarkan pemeringkatan dunia periode Juli 2026, lima besar dunia ditempati oleh Tiongkok, Kosovo, Indonesia, Jerman, dan Serbia.
Lebih membanggakan lagi, lima atlet Indonesia yang masuk dalam jajaran 20 pilot paralayang terbaik dunia turut berlaga pada kejuaraan di Kota Batu, yakni Pangeran Pribaya, Rizky Maulana, Arvin Pratama, Damar Hari Mutri, serta Jafro Megawanto yang merupakan putra asli Kota Batu.
Dari sisi demografi, kompetisi tahun ini didominasi generasi muda. Sebanyak 62 persen peserta berasal dari Generasi Z, 28 persen merupakan Generasi Milenial, dan sisanya Generasi X. Atlet termuda berusia 14 tahun berasal dari Malaysia, sedangkan peserta tertua berusia 59 tahun juga berasal dari negara tersebut.
Arif berharap dukungan pemerintah terhadap pembinaan olahraga dirgantara terus diperkuat agar Indonesia mampu mempertahankan bahkan meningkatkan posisi dalam peringkat dunia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Timur, Dr. Moh. Murni Hadi Wawan Guntoro, menegaskan bahwa olahraga kini telah berkembang menjadi bagian dari industri sekaligus gaya hidup masyarakat modern.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mengembangkan konsep sport tourism dan sport industry sebagai salah satu strategi pembangunan ekonomi berbasis olahraga.
“Kegiatan seperti ini bukan sekadar kompetisi olahraga, tetapi menjadi bagian dari pembangunan ekonomi daerah melalui industri olahraga dan pariwisata. Jawa Timur berkomitmen terus mengembangkan ekosistem sport tourism agar mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa Pemprov Jawa Timur melalui program Sportive Academy telah membina sekitar 20 atlet muda usia SD hingga SMP pada cabang olahraga paralayang. Para atlet tersebut telah memiliki jam terbang puluhan jam dan memperoleh sertifikasi dasar sebagai calon atlet masa depan.
Program pembinaan tersebut juga memberikan kesempatan kepada anak-anak dari berbagai latar belakang sosial, termasuk peserta dari Sekolah Rakyat, sebagai bentuk pemerataan akses terhadap olahraga prestasi.
Selain melahirkan atlet nasional, Wawan menilai olahraga paralayang memiliki nilai ekonomi yang tinggi karena berkembang menjadi industri wisata berbasis penerbangan tandem komersial yang mampu menciptakan lapangan kerja sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.

Ketua Pengurus Provinsi FASI Jawa Timur, Marsekal Pertama TNI Fairlyanto, mengingatkan seluruh peserta bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas olahraga dirgantara.
Menurutnya, penerapan standar keselamatan yang tinggi merupakan fondasi utama dalam menciptakan kompetisi yang profesional sekaligus menjaga reputasi Indonesia di mata dunia.
“Olahraga paralayang merupakan olahraga ekstrem yang memiliki tingkat risiko tinggi. Karena itu, faktor safety harus selalu menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan kegiatan,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi sinergi antara Pemerintah Kota Batu, Lanud Abdulrachman Saleh, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, FASI, serta seluruh pemangku kepentingan yang selama ini konsisten mendukung penyelenggaraan kejuaraan internasional di Kota Batu.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Batu, Nurochman, menegaskan bahwa Pemerintah Kota Batu akan melakukan penataan besar-besaran terhadap kawasan Landing Zone Gunung Banyak guna memenuhi standar keselamatan internasional sekaligus meningkatkan daya saing Kota Batu sebagai destinasi sport tourism.
Menurutnya, perkembangan pembangunan di sekitar kawasan landing zone mulai memerlukan perhatian serius karena berpotensi memengaruhi aspek keselamatan penerbangan paralayang.
“Kami akan melakukan survei dan pemetaan terhadap kawasan ini, termasuk mengevaluasi kemungkinan perluasan landing zone agar memenuhi standar keselamatan internasional. Kami juga akan berkomunikasi dengan masyarakat di kawasan barat agar perkembangan wilayah tetap mendukung aktivitas olahraga dirgantara,” ujar Nurochman kepada awak media.
Ia menambahkan bahwa pengembangan kawasan tersebut tidak hanya berorientasi pada kebutuhan atlet internasional, tetapi juga diarahkan untuk memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat melalui penataan kawasan UMKM dan fasilitas pendukung lainnya.

Dalam sambutannya, Nurochman menilai Landing Zone Gunung Banyak telah membuktikan kapasitasnya sebagai arena yang mampu melahirkan atlet berprestasi sekaligus menarik perhatian komunitas paralayang dunia.
Karena itu, Pemerintah Kota Batu berkomitmen memperbaiki berbagai fasilitas agar kawasan tersebut menjadi venue olahraga dirgantara yang lebih aman, representatif, estetis, dan mampu menjadi ikon sport tourism nasional.
“Kita ingin Kota Batu kembali menjadi salah satu pusat paralayang terbaik dunia. Bukan hanya melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga menjadi destinasi wisata olahraga yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.
Di hadapan para atlet, official, juri internasional, Forkopimda, serta tamu undangan dari berbagai negara, Wali Kota Batu secara resmi membuka penyelenggaraan Batu International Sport Tourism Festival 2026 yang dirangkaikan dengan 1st PGAWC Series 3.
Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk
Penyelenggaraan ajang internasional tersebut menjadi bukti bahwa Kota Batu semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu pusat pengembangan olahraga dirgantara Indonesia yang tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga mampu menghadirkan kolaborasi antara olahraga, pariwisata, investasi, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Penulis : Riadi.
Editor : Tim Redaksi Pendidikannasional.id.



