Wali Kota Batu Tegaskan Komitmen Lestarikan Budaya Lokal di Kirab Banteng 1 Suro

Kirab Banteng 1 Suro Empu Supo, Ikhtiar Merawat Warisan Budaya dan Memperkuat Identitas Kota Batu

Kota Batu, PENDIDIKANNASIONAL.ID – Komitmen Pemerintah Kota Batu dalam menjaga kelestarian seni dan budaya lokal kembali ditegaskan melalui penyelenggaraan Kirab Banteng 1 Suro Empu Supo yang berlangsung di kawasan Pasar Wisata Songgoriti, Senin (22/6/2026). Memasuki tahun ke-18 pelaksanaannya, kirab budaya ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, melainkan ruang strategis untuk memperkuat identitas daerah, menumbuhkan semangat kebersamaan, serta menjaga kesinambungan nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wali Kota Batu Nurochman, Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto, Camat Batu, Lurah Songgokerto, perwakilan Dinas Pariwisata, Dewan Kesenian Kota Batu, Paguyuban Banteng Kota Batu, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para pelaku seni dan budaya dari berbagai daerah, termasuk Mojokerto dan Blitar.

Wali Kota Batu menghantarkan Cemeti sebagai tanda di mulainya kirab kesenian bantengan.
Wali Kota Batu menghantarkan Cemeti sebagai tanda di mulainya kirab kesenian bantengan.

Sejak pagi hari, suasana kawasan Songgoriti dipenuhi antusiasme masyarakat yang hadir untuk menyaksikan prosesi kirab. Berbagai atraksi seni tradisional dan penampilan budaya turut memeriahkan kegiatan, menciptakan suasana yang sarat makna sekaligus memperlihatkan kekayaan budaya yang dimiliki Kota Batu.

Dalam sambutannya, Wali Kota Batu Nurochman menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh seniman, budayawan, dan masyarakat yang selama hampir dua dekade secara konsisten menjaga keberlangsungan Kirab Banteng 1 Suro Empu Supo. Menurutnya, keberlanjutan kegiatan tersebut menjadi bukti nyata bahwa budaya lokal masih memiliki tempat yang kuat di tengah derasnya arus globalisasi dan modernisasi.

Baca Juga : https://pendidikannasional.id/nasional/turis-mancanegara-antusias-ikuti-festival-bantengan-nuswantoro-ke-17/

Ia menegaskan bahwa pelestarian budaya tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, pelaku seni, komunitas budaya, dan masyarakat secara luas. Oleh karena itu, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan kebijakan yang berpihak pada pengembangan seni dan budaya agar tetap hidup, berkembang, dan relevan dengan perkembangan zaman.

“Kirab Banteng 1 Suro yang telah berlangsung hingga tahun ke-18 menunjukkan bahwa semangat masyarakat dalam menjaga tradisi leluhur masih sangat kuat. Pemerintah harus hadir melalui kebijakan yang memberikan ruang seluas-luasnya bagi seluruh bentuk kesenian dan kebudayaan agar terus tumbuh serta menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah,” ujar Nurochman.

Kehadiran Wali Kota Batu bersama Wakil Wali Kota Batu disambut dengan antusias warga masyarakat dalam Seni Bantengan
Kehadiran Wali Kota Batu bersama Wakil Wali Kota Batu disambut dengan antusias warga masyarakat dalam Seni Bantengan

Lebih lanjut, ia menilai bahwa Kota Batu tidak hanya memiliki keunggulan sebagai destinasi wisata alam yang dikenal luas di tingkat nasional, tetapi juga menyimpan kekayaan budaya yang menjadi identitas dan kebanggaan masyarakatnya. Kekayaan budaya tersebut merupakan aset berharga yang harus dijaga bersama sebagai bagian dari pembangunan peradaban daerah.

Menurutnya, budaya memiliki peran strategis dalam membentuk karakter masyarakat. Di dalamnya terkandung nilai-nilai gotong royong, kebersamaan, penghormatan terhadap sejarah, serta kearifan lokal yang dapat menjadi fondasi dalam menghadapi berbagai tantangan sosial di masa depan.

Momentum Tahun Baru Jawa atau 1 Suro, lanjut Nurochman, menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen masyarakat untuk melakukan refleksi diri sekaligus memperkuat komitmen dalam menjaga warisan budaya yang telah diwariskan oleh para pendahulu.

“Tradisi bukan hanya tentang mempertahankan masa lalu, tetapi juga tentang bagaimana nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya dapat terus hidup dan memberikan manfaat bagi generasi sekarang maupun generasi yang akan datang,” tuturnya.

Baca Juga : https://pendidikannasional.id/seni-budaya/festival-bantengan-nuswantoro-ke-17-ajang-kreativitas-anak/

Kirab Banteng 1 Suro Empu Supo juga menjadi simbol kuat persatuan masyarakat. Kehadiran peserta dari berbagai daerah menunjukkan bahwa budaya memiliki kemampuan untuk menyatukan berbagai latar belakang dalam semangat yang sama, yaitu menjaga dan menghormati warisan bangsa.

Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang berlangsung sangat cepat, keberadaan kegiatan budaya seperti ini menjadi penting sebagai sarana edukasi bagi generasi muda agar tidak tercerabut dari akar sejarah dan identitasnya. Melalui keterlibatan aktif dalam kegiatan budaya, generasi muda dapat memahami nilai-nilai luhur yang menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat.

Pemerintah Kota Batu berharap Kirab Banteng 1 Suro Empu Supo dapat terus berkembang menjadi agenda budaya unggulan yang tidak hanya memperkuat identitas daerah, tetapi juga mampu menarik minat wisatawan dan menjadi media promosi kebudayaan yang efektif. Dengan demikian, budaya tidak hanya berfungsi sebagai warisan yang dilestarikan, tetapi juga menjadi kekuatan strategis dalam mendukung pembangunan daerah yang berkarakter, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk

Melalui semangat kebersamaan yang terbangun dalam Kirab Banteng 1 Suro Empu Supo, Kota Batu kembali menegaskan posisinya sebagai daerah yang tidak hanya maju dalam sektor pariwisata, tetapi juga kokoh dalam menjaga akar budaya dan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.

 

Sumber : Prokopim Batu. 

Editor  : Tim Redaksi Pendidikannasional.id

Array
Related posts
Tutup
Tutup