Semangat Bulan Bhakti Bung Karno, DPC PDI Perjuangan Kota Batu Wujudkan Hunian Layak Melalui Program Bedah Rumah “Berjualan”
Kota Batu, PENDIDIKANNASIONAL.ID – Dalam rangka memperingati Bulan Bhakti Bung Karno yang diperingati setiap Juni, DPC PDI Perjuangan Kota Batu kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan politik kemanusiaan melalui kegiatan bakti sosial berupa program bedah rumah bagi warga yang membutuhkan. Pada pelaksanaan kali ini, program menyasar wilayah Kecamatan Bumiaji, tepatnya di Dusun Junggo, Desa Tulungrejo, Kota Batu.( 21/06/2026 ).
Program yang diberi nama “Berjualan” (Bedah Rumah ala PDI Perjuangan) tersebut merupakan salah satu bentuk pengabdian sosial yang secara rutin dilaksanakan oleh DPC PDI Perjuangan Kota Batu sebagai upaya menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat yang tinggal di rumah tidak layak huni.

Ketua Pelaksana Program yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Batu, Khamim Tohari, menjelaskan bahwa program tersebut lahir dari kepedulian kader terhadap kondisi masyarakat yang belum sepenuhnya dapat terakomodasi oleh program bantuan pemerintah.
“Melalui program Berjualan, kami berupaya membantu warga yang mengalami kendala administratif maupun persoalan lainnya sehingga belum dapat memperoleh bantuan perbaikan rumah. Prinsipnya, kami hadir untuk membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan agar memiliki tempat tinggal yang lebih layak,” ujarnya.

Gotong Royong Menjadi Kekuatan Utama
Menurut Khamim, pelaksanaan program bedah rumah ini didanai melalui sistem gotong royong seluruh kader partai. Skema tersebut memungkinkan program berjalan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak masyarakat.
Sejak diluncurkan pada akhir tahun lalu, program ini telah dilaksanakan secara bergilir di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Batu, Kecamatan Bumiaji, dan Kecamatan Junrejo. Hingga pertengahan tahun ini, sedikitnya 12 rumah telah berhasil direnovasi.
“Kami melakukan evaluasi secara berkala. Jika kebutuhan masyarakat masih tinggi dan kemampuan pendanaan memungkinkan, bukan tidak mungkin pelaksanaan program ini akan ditingkatkan menjadi dua kali dalam satu bulan,” jelasnya.

Menjangkau Warga yang Membutuhkan
Salah satu penerima manfaat program kali ini adalah Ngatemin (59), warga RT 02 RW 16 Dusun Junggo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji.
Rumah berukuran sekitar 5 x 12 meter miliknya dipilih sebagai lokasi bedah rumah dengan fokus perbaikan pada bagian atap yang telah mengalami kerusakan cukup berat. Selain itu, beberapa bagian rumah seperti kamar tidur dan kamar mandi juga membutuhkan pembenahan agar kembali layak digunakan.
Baca Juga : https://pendidikannasional.id/daerah/pdip-kota-batu-turun-tanpa-seragam-bedah-rumah-warga-hingga-pelosok/
Ngatemin mengaku tidak mengajukan bantuan secara mandiri. Ia merasa bersyukur karena rumahnya terpilih untuk mendapatkan program renovasi tersebut.
“Saya sangat senang dan berterima kasih atas bantuan yang diberikan. Dengan perbaikan ini, rumah kami menjadi lebih aman dan nyaman untuk ditempati,” ungkapnya.

Apresiasi dari Pemerintah Desa
Kepala Desa Tulungrejo, Suliyono, memberikan apresiasi atas kepedulian yang ditunjukkan DPC PDI Perjuangan Kota Batu melalui kegiatan sosial tersebut.
Menurutnya, program bedah rumah merupakan bentuk nyata kolaborasi sosial yang mampu membantu masyarakat secara langsung.
“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kepedulian yang diberikan kepada warga Desa Tulungrejo. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan,” tuturnya.

Politik Kerakyatan yang Menyentuh Kebutuhan Dasar
Sementara itu, DPD PDI Perjuangan Jawa Timur sekaligus pengampu wilayah Malang Raya, Dewanti Rumpoko, menilai program bedah rumah yang dijalankan DPC PDI Perjuangan Kota Batu merupakan salah satu bentuk inovasi sosial yang patut diapresiasi.
Menurut Dewanti, pasca regenerasi kepengurusan partai yang banyak diisi oleh generasi muda, berbagai daerah mulai menghadirkan program-program kreatif yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat.
“Di Jawa Timur, saya melihat Kota Batu memiliki program bedah rumah yang sangat baik. Setiap daerah memiliki karakter dan kebutuhan yang berbeda. Ada yang fokus pada ketahanan pangan, ada yang fokus pada pemberdayaan generasi muda, sementara Kota Batu memilih menjawab kebutuhan dasar masyarakat berupa hunian yang layak,” katanya.

Dewanti menjelaskan bahwa program tersebut juga sejalan dengan arahan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, yang mendorong seluruh kader untuk turun langsung ke tengah masyarakat dan memahami persoalan yang dihadapi rakyat.
Dari hasil pengamatan di lapangan, salah satu kebutuhan yang masih banyak ditemui adalah kondisi rumah warga yang kurang layak huni. Karena itu, para kader berinisiatif menghadirkan solusi konkret melalui program bedah rumah.
“Rumah yang layak bukan hanya soal bangunan fisik. Rumah yang aman dan nyaman akan mendukung kesehatan, ketenangan, serta produktivitas keluarga yang tinggal di dalamnya,” ujarnya.

Tidak Memandang Latar Belakang Politik
Menariknya, program Berjualan tidak dikhususkan bagi kader partai semata. Penerima manfaat dipilih berdasarkan tingkat kebutuhan masyarakat tanpa memandang latar belakang politik.
Khamim Tohari menegaskan bahwa sebelumnya pihaknya bahkan pernah melakukan bedah rumah milik pengurus partai lain di wilayah Giripurno.
“Kami tidak melihat warna politik. Selama masyarakat membutuhkan dan memenuhi kriteria, kami siap membantu. PDI Perjuangan Kota Batu ingin selalu hadir bersama rakyat, merasakan apa yang mereka rasakan, dan memberikan manfaat secara nyata,” tegasnya.
Bagi masyarakat yang ingin mengajukan bantuan, DPC PDI Perjuangan Kota Batu membuka akses pengajuan melalui koordinasi dengan pengurus setempat maupun datang langsung ke kantor DPC.

Membangun Kesejahteraan dari Tingkat Akar Rumput
Program bedah rumah Berjualan menjadi contoh bagaimana organisasi politik dapat berperan lebih luas dalam pembangunan sosial masyarakat. Di tengah berbagai tantangan kesejahteraan yang masih dihadapi sebagian warga, kehadiran program semacam ini menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial tetap menjadi modal penting dalam membangun kehidupan yang lebih baik.
Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk
Sejalan dengan nilai-nilai perjuangan Bung Karno yang menempatkan rakyat sebagai pusat pembangunan, program ini tidak hanya memperbaiki bangunan fisik rumah, tetapi juga menghadirkan harapan, rasa aman, dan optimisme bagi masyarakat untuk menata masa depan yang lebih sejahtera.
Penulis : Riadi.
Editor : Tim Redaksi Pendidikannasional.id.




