PSHT Rayon Sumberejo Turut Semarakkan Kirab Tumpeng Bulu Bekti Selamatan Desa ke-116
Kota Batu, PENDIDIKANNASIONAL.ID – Semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap tradisi lokal kembali terlihat dalam rangkaian kegiatan Bulu Bekti atau Kirab Tumpeng Selamatan Desa Sumberejo ke-116 yang digelar pada Jumat malam (29/5/2026). Dalam kegiatan tersebut, keluarga besar Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Batu Rayon Sumberejo turut ambil bagian sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya dan penghormatan kepada para leluhur desa.
Sebelum mengikuti kirab, seluruh anggota PSHT berkumpul di kediaman Ketua PSHT Rayon Sumberejo, Kangmas Nursuntono, yang berlokasi di Jalan Indragiri RT 05 RW 10, Gang Rodeo. Dari titik kumpul tersebut, rombongan bersama warga setempat berjalan menuju area pemberangkatan dengan membawa berbagai hasil bumi dan tumpeng yang kemudian diarak menuju Balai Desa Sumberejo.

Ketua PSHT Rayon Sumberejo Cabang Batu, Kangmas Nursuntono, menyampaikan bahwa kegiatan Bulu Bekti tahun ini memiliki makna yang sangat istimewa karena menjadi pelaksanaan kirab tumpeng pertama dalam rangka peringatan Hari Jadi Desa Sumberejo.
“Melalui momentum ini, kami ingin menunjukkan bahwa keluarga besar PSHT yang berada di Desa Sumberejo ikut hadir dan berpartisipasi dalam perayaan selamatan desa. Ini merupakan salah satu bentuk pengabdian dan bakti kami kepada masyarakat serta desa yang kami cintai,” ujarnya.

Selain itu, Nursuntono yang juga menjabat sebagai Ketua RW 10 Gang Rodeo berharap seluruh warga PSHT dapat terus aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan sesuai dengan ajaran luhur Persaudaraan Setia Hati Terate, yakni Memayu Hayuning Bawono, yang bermakna menjaga dan memperindah kehidupan demi terciptanya harmoni dan kesejahteraan bersama.
“Kami berharap Desa Sumberejo semakin maju dan berkembang. Semoga seluruh warga, khususnya keluarga besar PSHT, selalu diberikan kesehatan, tetap kompak, semangat, dan terus istiqamah dalam berlatih serta mengabdi kepada masyarakat,” tambahnya.

Hal senada juga disampaikan oleh salah satu tokoh senior Desa Sumberejo, Kangmas Abdul Rojad. Menurutnya, kegiatan selamatan desa bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga menjadi sarana penting untuk mengenalkan sejarah dan perjalanan panjang desa kepada generasi penerus.
“Kita sebagai generasi penerus harus mengetahui perjuangan para pendahulu yang telah membangun desa ini. Masih banyak sejarah dan cerita yang belum diketahui oleh generasi muda. Karena itu, tugas kita bersama adalah mewariskan pengetahuan tersebut kepada anak cucu agar mereka memahami asal-usul dan perjalanan berdirinya Desa Sumberejo,” tuturnya.

Rojad juga mengapresiasi keberadaan PSHT yang selama ini telah mendapatkan ruang dan dukungan dari Pemerintah Desa Sumberejo untuk berkembang serta berkontribusi dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.
“Keberadaan PSHT di sini harus terus bersinergi dengan masyarakat dan pemerintah desa. Semoga ke depan PSHT semakin maju, berkembang, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi lingkungan sekitar,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Sumberejo, Drs. Riyanto, menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas keterlibatan keluarga besar PSHT dalam memeriahkan kegiatan Bulu Bekti tahun ini.
“Kami sangat mengapresiasi partisipasi PSHT yang telah ikut menyukseskan acara ini. Kehadiran mereka menunjukkan adanya komunikasi dan sinergi yang baik antara organisasi masyarakat dengan pemerintah desa. Semoga pada kegiatan-kegiatan berikutnya dapat terus berpartisipasi dan berkolaborasi bersama,” ungkap Riyanto.


Dukungan dan harapan juga datang dari anggota PSHT yang hadir dari berbagai wilayah, di antaranya Silvy dari Ranting Junrejo dan Vina dari Ranting Bumiaji. Keduanya berharap momentum Selamatan Desa melalui Kirab Tumpeng Bulu Bekti dapat menjadi sarana mempererat persaudaraan sekaligus mendorong kemajuan PSHT di Desa Sumberejo.
Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk
Dengan semangat kebersamaan yang terjalin antara masyarakat, pemerintah desa, dan organisasi kemasyarakatan seperti PSHT, peringatan Selamatan Desa Sumberejo ke-116 tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga momentum memperkuat persatuan, gotong royong, serta rasa cinta terhadap sejarah dan identitas desa.
Penulis : Riadi.
Editor : Tim Redaksi Pendidikannasional.id.




