Ramadan 2026 MI Miftahul Ulum Batu Bikin Program Bumbung Ramadan, Hasilnya 50 Paket Sembako untuk Warga Sisir

Para Guru dan Siswa siswi MI Miftahul Ulum siap untuk melakukan bakti sosial dengan memberikan paket sembako kepada warga masyarakat lingkungan sekolah yang membutuhkan. ( Foto : istimewa ).

Memupuk Empati di Bulan Suci, Bakti Sosial MI Miftahul Ulum Kota Batu Tebar 50 Paket Sembako untuk Warga Sisir

Kota Batu, PENDIDIKANNASIONAL.ID – Semangat berbagi di bulan Ramadan yang penuh berkah tahun 1447 H/2026 M kembali diwujudkan oleh insan pendidikan di Kota Batu. MI Miftahul Ulum Kota Batu menggelar kegiatan bakti sosial (baksos) dengan menyasar langsung warga masyarakat yang membutuhkan di lingkungan sekitar madrasah, tepatnya di kawasan Sisir, pada Sabtu, 14 Maret 2026. Kegiatan yang mengusung semangat kebersamaan ini tidak hanya bertujuan untuk meringankan beban ekonomi warga, tetapi juga menjadi laboratorium karakter bagi para siswa.

Berbeda dengan kegiatan amal pada umumnya yang sumber dananya berasal dari donasi institusi atau pihak ketiga, aksi sosial ini memiliki keunikan tersendiri. Kepala Sekolah MI Miftahul Ulum, dalam wawancaranya usai kegiatan, menjelaskan bahwa anggaran untuk kegiatan baksos ini sepenuhnya digerakkan oleh partisipasi aktif para siswa. Hal ini merupakan implementasi dari program “Bumbung Ramadan” yang digalakkan selama bulan suci.

Kepala Sekolah MI Miftahul Ulum, Suparsi ketika berada di ruang kepala sekolah disela sela kegiatan baksos.
Kepala Sekolah MI Miftahul Ulum, Suparsi ketika berada di ruang kepala sekolah disela sela kegiatan baksos.

“Ya, untuk kegiatan bakti sosial ini sebenarnya anggarannya berasal dari anak-anak juga. Selama bulan Ramadan ini, anak-anak diharapkan dapat berpartisipasi dalam program ‘Bumbung Ramadan’. Jadi, anggaran kegiatan baksos ini diambil dari dana tersebut,” ujar Kepala Sekolah.

Dana yang berhasil dihimpun dari kesadaran siswa-siswi MI Miftahul Ulum melalui celengan atau infak harian tersebut kemudian dikonversi menjadi kebutuhan pokok. Total sebanyak 50 paket sembako berhasil disusun dan siap untuk didistribusikan.

Siswi Kelas 6 bertandang langsung kerumah warga masyarakat sekitar memberikan bantuan paket sembako
Siswi Kelas 6 bertandang langsung kerumah warga masyarakat sekitar memberikan bantuan paket sembako

Baca Juga : 

Tanamkan Empati sejak Dini, MI Bustanul Ulum Batu Bagikan 180 Paket Sembako untuk Yatim dan Dhuafa

“Dana yang terkumpul kemudian diwujudkan dalam bentuk barang sebanyak 50 paket sembako. InsyaAllah, paket-paket tersebut tadi telah dibagikan kepada masyarakat di lingkungan sekitar MI Miftahul Ulum, tepatnya di daerah Sisir, khususnya bagi warga yang membutuhkan,” tambahnya.

Proses distribusi yang dilakukan pada hari Sabtu tersebut juga dirancang sebagai bagian dari proses pembelajaran. Para siswa tidak hanya menjadi pengumpul dana, tetapi juga menjadi duta kebaikan yang menyalurkan langsung bantuan tersebut. Pihak sekolah menugaskan perwakilan dari siswa kelas 6 untuk terjun langsung keliling kampung, bertandang dari rumah ke rumah warga yang telah diidentifikasi membutuhkan.

“Tadi pembagiannya dilakukan oleh anak-anak kita yang diwakili oleh siswa kelas 6,” terang Kepala Sekolah.

Siswa MI Miftahul Ulum ketika memberikan kepada kakek berupa paket sembako
Siswa MI Miftahul Ulum ketika memberikan kepada kakek berupa paket sembako

Pondok Ramadan MI Miftahul Ulum Aksi 900 Takjil dari Siswa untuk Masyarakat

Momen ini menjadi pengalaman berharga bagi para siswa. Mereka diajak untuk melihat realitas sosial di sekitar madrasah, berinteraksi langsung dengan masyarakat, dan merasakan sendiri kebahagiaan dari berbagi.

“Paket sembako tersebut berisi beragam bahan pangan, antara lain mencakup 1 kilogram gula pasir, satu paket telur, minyak goreng, empat bungkus mie instan, satu bungkus teh, tiga bungkus selai merek Aoka, serta satu bungkus biskuit merek Tango. Dengan demikian, satu paket sembako setidaknya berisi tiga sampai empat jenis barang, melengkapi kebutuhan dapur warga untuk menyambut hidangan berbuka dan sahur.” Jelasnya Kepala Sekolah. 

Siswa kelas 6 MI Miftahul Ulum ketika memberikan paket sembako kepada salah satu ibu-ibu keluarga yang membutuhkan warga sekitar lingkungan sekolah.
Siswa kelas 6 MI Miftahul Ulum ketika memberikan paket sembako kepada salah satu ibu-ibu keluarga yang membutuhkan warga sekitar lingkungan sekolah.

Cegah Lunturnya Budaya, MIMU Batu Kenalkan Kuliner Tradisional ke Generasi Z di Milad ke-102

Lebih dari sekadar agenda seremonial tahunan, kegiatan bakti sosial ini merupakan wujud nyata dari pendidikan karakter yang diterapkan di MI Miftahul Ulum. Pihak sekolah menekankan bahwa esensi dari kegiatan ini adalah untuk menanamkan nilai-nilai kepedulian sosial dan empati sejak dini.

“Harapan saya, ini menjadi sarana pembelajaran bagi anak-anak agar mereka sadar bahwa di lingkungan sekitar kita masih banyak masyarakat yang membutuhkan. Ini adalah bentuk pendidikan kepedulian dengan cara berbagi rezeki yang dikumpulkan oleh anak-anak sendiri untuk masyarakat,” ungkap Kepala Sekolah dengan nada optimistis.

Baca Juga : https://pendidikannasional.id/olahraga/jalan-sehat-2000-orang-bersama-pemerintah-kota-batu-warnai-harlah-ke-102-mimu-batu/

Siswa kelas 6 MI Miftahul Ulum dengan bersuka cita memberikan paket sembako, tampak seoarang bapak menerimanya dengan senang.
Siswa kelas 6 MI Miftahul Ulum dengan bersuka cita memberikan paket sembako, tampak seoarang bapak menerimanya dengan senang.

Dengan melibatkan siswa secara langsung dari proses pengumpulan dana hingga penyaluran, diharapkan tumbuh kesadaran otentik dalam diri mereka. Mereka belajar bahwa rezeki yang diperoleh akan lebih bermakna ketika dirasakan juga oleh orang lain. Model pembelajaran seperti ini dinilai efektif untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga peka terhadap lingkungan sosial.

Kepala Sekolah juga menyampaikan harapannya agar kegiatan positif ini dapat menginspirasi institusi pendidikan lainnya. “Mudah-mudahan kegiatan serupa juga bisa dilaksanakan di sekolah, madrasah, atau lembaga-lembaga lain. Karena menurut saya, kegiatan ini sangat mendidik anak-anak untuk menumbuhkan rasa kepedulian terhadap lingkungan dan sesama yang membutuhkan bantuan kita bersama,” pungkasnya.

Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut mendapat sambutan positif dari warga sekitar. Para penerima manfaat, yang mayoritas adalah warga kurang mampu dan lanjut usia, menyambut kedatangan para siswa dan guru dengan rasa haru dan syukur. Salah seorang nenek penerima manfaat mengungkapkan rasa syukurnya atas perhatian yang diberikan oleh MI Miftahul Ulum.

Seorang nenek ketika menerima paket sembako dari siswa siswi MI Miftahul Ulum.
Seorang nenek ketika menerima paket sembako dari siswa siswi MI Miftahul Ulum

Ia merasa bahwa kehadiran bulan Ramadan tahun ini semakin istimewa, tidak hanya karena keberkahan ibadah puasa, tetapi juga karena uluran tangan dari generasi muda yang peduli. Paket sembako yang diterimanya menjadi simbol bahwa masih ada kepedulian dari lingkungan sekitar, khususnya dari dunia pendidikan, terhadap kondisi warga yang membutuhkan.

“Kami ucapkan terima kasih kepada MI Miftahul Ulum yang telah memperhatikan warga masyarakat sekitar yang sangat membutuhkan,” ucap sang nenek yang enggan disebutkan namanya dengan mata berkaca-kaca.

Dalam kesempatan tersebut, ia pun menyampaikan sebuah harapan yang tulus. “Diharapkan lebih banyak lagi yang dibagikan sehingga bisa menjangkau lebih luas lagi manfaat yang diberikannya.”

Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk

Harapan ini menjadi cambuk sekaligus evaluasi bagi semua pihak bahwa masih banyak titik-titik kebaikan yang perlu disentuh. Aksi 50 paket sembako dari MI Miftahul Ulum ini, meskipun tidak besar secara kuantitas, telah membuktikan bahwa kepedulian yang ditanamkan sejak dini mampu melahirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Inilah esensi Ramadan yang sesungguhnya: berbagi, peduli, dan mendidik jiwa untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

 

Penulis : Ria. 

Editor : Tim Pendidikannasional.id.

 

Array
Related posts
Tutup
Tutup