Berkah Ramadan di Kota Batu. 2.177 Takjil Dibagikan, Ibu Wali Kota dan Ormas Bersatu Merajut Kasih

IBu Wali Kota Batu, Siti Faujiyah, yang juga sebagai Ketua TP PKK Kota Batu dengan antusias ikut membagikan takjil kepada pengguna jalan. ( Foto : istimewa ).

Sinergi Sosial dan Kebersamaan dalam “Merajut Kasih dengan Berbagi Takjil” di Kota Batu

Kota Batu, PENDIDIKANNASIONAL.ID – Dalam nuansa spiritualitas Ramadan yang sarat akan nilai-nilai kepedulian, beragam elemen masyarakat Kota Batu menunjukkan solidaritas sosial yang tinggi melalui kegiatan bertajuk “Merajut Kasih dengan Berbagi Takjil di Bulan Suci Ramadan bersama Ormas Kota Batu”. Acara yang berlangsung pada Minggu, 1 Maret 2026, di halaman Gedung Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kota Batu ini menjadi simpul kebersamaan lintas institusi, organisasi kemasyarakatan, hingga komunitas inklusif.

Kegiatan yang dimulai menjelang waktu berbuka puasa tersebut berhasil menyalurkan sebanyak 2.177 bungkus takjil kepada ribuan pengguna jalan, baik pengendara roda dua, roda empat, maupun pejalan kaki. Antusiasme masyarakat tampak dari ketertiban mereka dalam menerima takjil meskipun arus lalu lintas di sekitar lokasi terpantau padat. Berkat kolaborasi dengan aparat keamanan dari Polsek Batu dan Koramil Batu, serta dukungan personel dari Puskesmas Batu, kegiatan dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Dari PVRI Kota Batu dengan antusias membagikan takjil kepada pengguna jalan
Dari PVRI Kota Batu dengan antusias membagikan takjil kepada pengguna jalan

Hadir dalam kesempatan tersebut sejumlah tokoh dan perwakilan institusi, antara lain Ketua TP PKK Kota Batu, Siti Faujiyah Nurochman, jajaran pimpinan Pemuda Pancamarga (PPM) Kota Batu, pengurus LVRI Kota Batu, perwakilan Brantas,Koramil Batu,kelompok seni Labuni Bumiaji, kelompok Band Power of Disability, Camat Batu, Camat Bumiaji, Camat Junrejo, Kejaksaan Negeri Batu, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Batu,serta Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batu.

Keberagaman elemen yang hadir merefleksikan tingginya tingkat partisipasi publik dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Tidak hanya sebagai seremoni, kehadiran mereka menjadi simbol konkret bahwa semangat gotong royong masih mengakar kuat dalam kehidupan bermasyarakat di Kota Batu.

Ketua TP PKK Kota Batu, Siti Faujiyah Nurochman ketika memberikan sambutanya di halaman kantor LVRI Kota Batu
Ketua TP PKK Kota Batu, Siti Faujiyah Nurochman ketika memberikan sambutanya di halaman kantor LVRI Kota Batu

Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Kota Batu, Siti Faujiyah Nurochman, menekankan bahwa esensi dari kegiatan berbagi takjil tidak semata-mata terletak pada aspek material, melainkan pada dimensi sosial dan spiritual yang menyertainya.

“Kepada seluruh peserta dan seluruh Ormas yang ada di Kota Batu, kebersamaan dan tentunya semangat Ramadan ini tidak hanya sekadar berbagi makanan, tetapi juga berbagi kebahagiaan,” ujar Siti Faujiyah.

Lebih lanjut, ia menyampaikan harapannya agar kegiatan serupa dapat terus ditingkatkan di masa mendatang. “Harapannya, tahun depan kegiatan ini bisa ditingkatkan lagi. Semoga lebih banyak organisasi masyarakat yang ikut berbagi di sini dan bergabung semuanya. Kita akan terus berbagi untuk masyarakat Kota Batu,” imbuhnya, menegaskan pentingnya keberlanjutan dalam aksi-aksi sosial kemasyarakatan.

Camat Bumiaji, Thomas Mandi, S.Sos., ketika usai mengikuti kegiatan berbagi takjil area depan kantor LVRI Batu.
Camat Bumiaji, Thomas Maydo, S.Sos., ketika usai mengikuti kegiatan berbagi takjil area depan kantor LVRI Batu.

Camat Bumiaji, Thomas Maydo, S.Sos, turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, meskipun persiapan dilakukan dalam waktu relatif singkat, antusiasme peserta yang mencapai sekitar 130 orang menunjukkan gereget dan kepedulian yang tinggi dari berbagai pihak.

“Alhamdulillah, meskipun dengan persiapan yang sangat pendek, ada beberapa forum kemasyarakatan, lembaga, Kelompok Seni dan lembaga adat, Inklusi atau disabilitas dan instansi yang ikut bergabung untuk mensukseskan acara bagi-bagi takjil sore hari ini,” ungkap Thomas.

Baca Juga : 

Siti Faujiah Resmikan Rumah Inklusi Kota Batu,Wadah Kreativitas dan Kemandirian Penyandang Disabilitas

Ia juga menyoroti kontribusi kelompok seni Labuni Bumiaji yang turut memeriahkan suasana dengan alunan musik tradisional. “Kehadiran teman-teman Labuni dari Kecamatan Bumiaji ini juga untuk menyemarakkan suasana. Mereka membawa peralatan seninya sehingga acara sore ini menjadi semakin meriah. Jadi, kegiatan kita tidak hanya sekadar membagikan takjil, tetapi juga diiringi dengan alunan musik tradisional,” jelasnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan adanya kesadaran yang semakin matang mengenai pentingnya inklusivitas dalam pembangunan sosial, di mana kelompok disabilitas tidak lagi diposisikan sebagai objek, melainkan subjek aktif yang turut mewarnai dinamika kemasyarakatan.

Ketua PPM Kota Batu, Bersama anggotanya ketika bersama Ketua TP PKK Kota Batu, Siti Faujiyah Nurochman.
Ketua PPM Kota Batu, Bersama anggotanya ketika bersama Ketua TP PKK Kota Batu, Siti Faujiyah Nurochman.

Ketua PPM Kota Batu, Solikin, melaporkan bahwa kegiatan berbagi takjil tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Total 2.000 lebih paket takjil yang berhasil dikumpulkan dan didistribusikan merupakan bukti nyata dari efektivitas kolaborasi lintas sektor.

“Kami juga mendapatkan dukungan dari sisi korporat yang sangat antusias memberikan bantuan sebanyak 250 paket. Selain itu, ada kontribusi dari Pemuda Pancamarga sebanyak 500 paket, kelompok ibu-ibu 300 paket, serta PVR-I dan LVRI 100 paket,” papar Solikin.

Baca Juga : 

195 Anak TK di Kota Batu Gelar Buka Puasa, Sekolah Subsidi Rp7.000 per Siswa untuk Takjil

Ia juga menyebutkan dukungan yang datang dari para camat Bumiaji, Kejaksaan Negeri Batu, KPU Kota Batu, hingga Koramil yang turut menyokong kelancaran kegiatan. “Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya,” tambahnya.

Mengenai harapan ke depan, Solikin menyatakan optimismenya agar partisipasi dapat diperluas. “Harapan ke depannya, karena saat ini baru melibatkan beberapa OKP di Kota Batu, kalau bisa tahun depan seluruh OKP se-Kota Batu bisa bergabung. Semoga acaranya bisa jauh lebih besar lagi daripada yang kita laksanakan hari ini,” ujarnya.

Dari Kejaksaan Negeri Batu, ketika hadir ikut bersama sama LVRI  dalam kegiatan berbagi takjil
Dari Kejaksaan Negeri Batu, ketika hadir ikut bersama sama LVRI dalam kegiatan berbagi takjil

Pihak Kejaksaan Negeri Batu yang diwakili oleh Kepala Seksi Intelijen (Kasintel), Wisnu Sanjaya, menyampaikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, aksi berbagi takjil ini memberikan teladan konkret tentang implementasi nilai-nilai kebersamaan dan solidaritas antarumat beragama.

“Bahwa dengan adanya kegiatan berbagi takjil yang diselenggarakan oleh ormas Kota Batu yang salah satunya adalah Pemuda Pancamarga, yang juga dihadiri oleh Ibu Wali Kota Batu, dapat memberikan contoh kepada masyarakat Batu tentang nilai-nilai kebersamaan dan solidaritas sesama umat beragama,” ujar Wisnu.

Baca Juga : 

Bantuan Rp550 Ribu untuk Yatim dan Dhuafa: Momen Haru di Safari Ramadan Perdana Kota Batu

Ia menambahkan bahwa momen Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk merefleksikan makna berbagi tanpa memandang status sosial. “Sehingga dalam momentum bulan puasa ini, masyarakat Kota Batu bisa mengerti arti berbagi tanpa memandang status sosial. Diharapkan juga momentum berbagi takjil ini meningkatkan nilai toleransi antar umat beragama di Kota Batu,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Wisnu menegaskan komitmen institusinya dalam mendukung kegiatan sosial di wilayah Kota Batu. “Kami Kejaksaan Negeri Batu sangat mendukung kegiatan sosial di wilayah Kota Batu sebagai salah satu bentuk kepedulian dan solidaritas umat muslim di Kota Batu yang sedang menjalankan ibadah puasa,” pungkasnya.

LVRI Kota Batu dengan sangat semangat membagikan takjil kepada pengguna jalan.
LVRI Kota Batu dengan sangat semangat membagikan takjil kepada pengguna jalan.

Kegiatan berbagi takjil di halaman Gedung LVRI Kota Batu ini, jika ditelaah lebih dalam, tidak hanya sekadar aksi filantropi musiman. Ia merupakan representasi dari modal sosial (social capital) yang dimiliki masyarakat Kota Batu, di mana jaringan kerjasama, norma kebersamaan, dan kepercayaan (trust) antar elemen masyarakat dapat diwujudkan dalam aksi nyata.

Kehadiran berbagai unsur, mulai dari unsur pemerintahan (eksekutif, yudikatif, hingga penyelenggara pemilu), unsur keamanan (TNI/Polri), ormas kepemudaan, komunitas seni, hingga kelompok disabilitas, menunjukkan bahwa pembangunan sosial yang inklusif dan partisipatif bukanlah sekadar wacana, melainkan telah terinternalisasi dalam praktik keseharian masyarakat Kota Batu.

Lihat Juga :  https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk

Dengan semangat “merajut kasih” yang menjadi tema utama, kegiatan ini berhasil membuktikan bahwa di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, nilai-nilai kearifan lokal seperti gotong royong dan kepedulian sosial masih tetap terjaga. Lebih dari itu, ia menjadi fondasi kokoh bagi terciptanya kohesi sosial yang menjadi prasyarat utama bagi pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berkeadilan.

Keberhasilan acara ini patut menjadi model bagi daerah lain, bahwa sinergi antara pemerintah, swasta, ormas, dan komunitas dapat menciptakan dampak sosial yang signifikan. Sebagaimana harapan para penyelenggara, semangat kebersamaan ini diharapkan terus terpelihara dan bahkan meningkat di tahun-tahun mendatang, menjadikan Kota Batu tidak hanya sebagai destinasi wisata unggulan, tetapi juga sebagai laboratorium sosial bagi harmoni dan solidaritas kemanusiaan.

 

Penulis : Ria. 

Editor : Tim Pendidikannasional.id.

Array
Related posts
Tutup
Tutup