
https://katalog.inaproc.id/informasi-suara-indonesia
Festival Nala 2025 Warna, Semangat, dan Potensi Difabel yang Bersinar
Kota Batu, PENDIDIKANNASIONAL.ID – Pagi di penghujung tahun 2025 menjadi saklon bisu akan keindahan disabilitas dan semangat yang membara. Di atas panggung Nala Festival 2025, kelompok difabel dari Istana Karya Difabel (IKD) Sanggar Bintang Merah Putih Kota Batu menyuguhkan serangkaian penampilan memukau yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menyampaikan pesan mendalam tentang harapan, rasa syukur, dan potensi yang tak terbatas.

Acara dibuka dengan penampilan penuh penghayatan dari Dwi. Dengan totalitas yang tinggi, ia membawakan puisi berjudul “Kerawang Bekasi”, menggugah perasaan penonton dengan kekuatan kata-kata dan ekspresinya yang mendalam.

Suasana kemudian berubah meriah dengan penampilan Dafa. Dengan raut suka cita, ia menyanyikan lagu “Tiara”, membawa energi positif yang mengalir ke seluruh area festival. Riangnya Dafa seolah mengajak semua orang untuk ikut menikmati momen kebahagiaan tersebut.

Kehangatan dan rasa cinta keluarga hadir dalam penampilan ketiga. Rio, dengan di dampingi oleh Ketua IKD Ernawati dan Dafa, membawakan lagu “Ayah Ibu”. Lagu ini berhasil menyentuh hati, mengingatkan semua akan pengorbanan dan kasih sayang orang tua.

Kesan personal datang dari Andika Angga Pratama (Angga). Di penampilan keempat, ia tak hanya menyanyikan lagu “Suratan” dengan penuh perasaan, tetapi juga berbagi cerita inspiratif di sela-sela penampilannya. Angga mendedikasikan lagunya untuk perjuangan ayah ibunya dalam menghidupi keluarga. Lebih menarik lagi, ia adalah contoh nyata difabel yang mandiri dan kreatif. Di luar panggung, Angga adalah seorang pengusaha telur asin dan turut serta memamerkan produknya dalam bazar UMKM yang menjadi bagian dari Nala Festival 2025.
Thomas Maydo, selaku Pembina IKD Sanggar Bintang Merah Putih Kota Batu, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia Nala Festival. “Terima kasih kepada seluruh panitia Nala Festival yang telah memfasilitasi dengan sangat baik, baik untuk KPJ (Kelompok Penyanyi Jalanan) maupun teman-teman difabel,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Thomas Maydo yang juga menjabat sebagai Camat Bumiaji menyampaikan harapannya. “Semoga semakin meningkatkan kreativitas dan semakin kompak untuk mewarnai setiap event yang ada di Kota Batu. Untuk difabel, tentunya tetap semakin semangat dan bisa memberikan yang terbaik atas potensinya masing-masing.” tambahnya.
Pernyataan ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam membangun ekosistem yang inklusif, di mana setiap lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, memiliki ruang untuk berkontribusi dan berkembang.

Semangat inklusi dan kemajuan tersebut diamini oleh Ernawati, Ketua IKD Sanggar Bintang Merah Putih Kota Batu. Dengan bangga, ia menceritakan kemajuan pesat yang ditunjukkan anggotanya. “Para difabel saat ini menunjukkan kemajuannya yang pesat dengan berani tampil di atas panggung yang besar ini dalam Nala Festival 2025,” katanya.
Ernawati juga mengungkapkan filosofi di balik penampilan kali ini. “Kami mengangkat tema ‘Everyone Can Fly’. Diharapkan, tema ini dapat menjadi inspirasi bagi siapa saja bahwa setiap manusia, tanpa terkecuali, memiliki sayapnya sendiri untuk terbang meraih mimpi. Hambatan fisik bukanlah batas untuk berkarya, berkontribusi, dan bersinar di masyarakat.”
Nala Festival 2025, dengan menyatukan seni, UMKM, dan semangat inklusivitas, telah berhasil menjadi lebih dari sekadar acara hiburan. Festival ini adalah sebuah gerakan sosial yang konkret. Ia menjadi panggung pembuktian bahwa Kota Batu sedang membangun wajah baru kota yang ramah, kreatif, dan memberikan kesempatan yang sama bagi semua warganya.
Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk
Keberanian Dwi, keceriaan Dafa, kehangatan Rio, dan semangat wirausaha Angga adalah potret nyata dari “Everyone Can Fly”. Dukungan dari figur seperti Thomas Maydo dan kepemimpinan inspiratif Ernawati menunjukkan bahwa kolaborasi antara komunitas, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat adalah kunci menciptakan ruang yang benar-benar inklusif.
Sebagai matahari pagi menyinari penghujung tahun, penampilan teman-teman difabel di Nala Festival 2025 telah meninggalkan pesan abadi,setiap individu adalah karya, setiap potensi layak untuk bersinar, dan di Kota Batu, semua bisa terbang meraih angkasa mimpinya.
( Ria ).




