Santerra Delaponte Apresiasi BAFC 2026, Dorong Peningkatan Kualitas Penyelenggaraan Karnaval Kota Batu
KOTA BATU, Pendidikannasional.id – Perhelatan Batu Art Flower Carnival (BAFC) 2026 dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-25 Kota Batu menjadi salah satu ruang ekspresi seni, budaya, kreativitas, sekaligus promosi potensi pariwisata daerah. Kegiatan yang melibatkan berbagai unsur masyarakat, desa, kelurahan, pelaku usaha pariwisata, hingga instansi pemerintah tersebut turut mendapat dukungan dari destinasi wisata Santerra Delaponte.
Dalam penyelenggaraan BAFC 2026 yang berlangsung pada Sabtu (31/10/2026), Santerra Delaponte kembali mengambil bagian untuk ketiga kalinya dalam ajang karnaval yang sama. Partisipasi tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan positif yang mampu mempertemukan kreativitas, seni pertunjukan, dan sektor pariwisata dalam satu ruang publik.

Perwakilan Manajemen Santerra Delaponte, Agung Wahyu Amin, menyampaikan bahwa keikutsertaan Santerra dalam BAFC 2026 merupakan wujud konsistensi dalam mendukung kegiatan pariwisata dan kebudayaan di Kota Batu.
Pada kesempatan tersebut, Santerra Delaponte menghadirkan sebanyak 30 talent entertainment untuk memeriahkan rangkaian karnaval.
“Kami sangat senang dan mendukung kegiatan-kegiatan positif seperti ini. Santerra mengikuti BAFC 2026 dan ini merupakan partisipasi kami untuk ketiga kalinya dalam event yang sama. Pada kegiatan kemarin, kami mengeluarkan 30 talent entertainment,” ungkap Agung.
Baca Juga : https://pendidikannasional.id/pariwisata/mikutopia-santerra-de-laponte-hadirkan-tiket-bundling/
Menurutnya, kegiatan seperti BAFC memiliki nilai strategis karena tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat dan wisatawan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat identitas Kota Batu sebagai salah satu destinasi pariwisata unggulan di Jawa Timur.
Namun demikian, Agung menilai bahwa penyelenggaraan event berskala besar perlu diikuti dengan evaluasi dan pembenahan secara berkelanjutan. Hal tersebut penting agar kualitas penyelenggaraan semakin meningkat, baik dari sisi manajemen acara, pengaturan teknis, maupun pengalaman yang diperoleh peserta dan masyarakat.
Ia berpandangan, pembenahan rundown serta aspek teknis pelaksanaan perlu mendapat perhatian lebih serius. Dengan perencanaan yang matang dan koordinasi antarpihak yang lebih terstruktur, BAFC diharapkan mampu menghadirkan pertunjukan yang semakin berkesan, megah, berwibawa, serta memiliki nilai entertainment yang lebih menonjol.
Ketertiban Jalur Karnaval Menjadi Perhatian
Selain aspek teknis penyelenggaraan, Agung juga memberikan masukan mengenai pentingnya penguatan pengaturan ketertiban di sepanjang jalur karnaval atau area runway peserta.
Menurutnya, area pertunjukan idealnya memiliki batas dan pengawasan yang jelas sehingga tidak bercampur dengan aktivitas masyarakat maupun pihak lain yang tidak berkepentingan langsung dengan jalannya parade.
Ia menyoroti keberadaan pejalan kaki, pengendara sepeda motor, hingga pedagang asongan keliling yang memasuki area karnaval. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengganggu kelancaran pergerakan peserta, mengurangi kenyamanan penonton, serta memengaruhi nilai estetika pertunjukan.

Selain itu, aktivitas pedagang keliling juga perlu ditata dengan baik untuk mengantisipasi timbulnya sampah di sepanjang jalur parade.
“Masukan kami untuk PIC penyelenggara, ketertiban perlu lebih diatur. Jangan sampai area karnaval bercampur dengan orang luar, baik pejalan kaki, pengendara sepeda motor, maupun penjual asongan keliling. Kondisi tersebut juga dapat menyebabkan banyak sampah di runway peserta karnaval. Harapannya, nilai estetika acara dapat lebih terjaga sehingga penyelenggaraan berikutnya semakin keren dan berkualitas,” jelasnya.
Masukan tersebut menjadi bagian dari evaluasi konstruktif bagi penyelenggaraan kegiatan serupa pada masa mendatang. Sebab, keberhasilan sebuah karnaval tidak hanya diukur dari kemeriahan parade, jumlah peserta, ataupun besarnya antusiasme masyarakat, tetapi juga dari kualitas tata kelola, kedisiplinan ruang publik, kebersihan lingkungan, dan kenyamanan seluruh pihak yang terlibat.
BAFC sebagai Ruang Kolaborasi Pariwisata dan Kebudayaan
Dalam perspektif pengembangan pariwisata daerah, BAFC memiliki peluang untuk terus dikembangkan menjadi agenda unggulan yang mampu memperkuat daya tarik Kota Batu. Kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku industri pariwisata, komunitas seni, desa dan kelurahan, serta masyarakat merupakan modal penting dalam membangun kualitas sebuah event.
Partisipasi Santerra Delaponte dengan menghadirkan 30 talent entertainment menunjukkan bahwa pelaku industri pariwisata dapat mengambil peran lebih luas, tidak hanya dalam menyediakan layanan destinasi wisata, tetapi juga berkontribusi terhadap pengembangan ekosistem seni, budaya, dan ekonomi kreatif.
Ke depan, peningkatan kualitas BAFC membutuhkan perencanaan yang terintegrasi, mulai dari penyusunan konsep pertunjukan, manajemen peserta, pengaturan lalu lintas, pengamanan jalur parade, pengelolaan kebersihan, hingga penataan ruang bagi pedagang dan masyarakat.
Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionalcom?si=UjXPUpkON2ZP7j8f
https://instagram.com/pendidikannasional.id?obrf=MW5nZXZzYnBldWF6Ng==
https://www.facebook.com/share/1GUDtH83hq
Dengan evaluasi yang objektif serta keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, BAFC diharapkan dapat berkembang menjadi perhelatan yang semakin profesional, tertib, artistik, dan memiliki daya saing sebagai atraksi pariwisata.
Dukungan dan masukan dari Santerra Delaponte tersebut menjadi pengingat bahwa membangun citra pariwisata Kota Batu bukan hanya tentang menyelenggarakan kegiatan yang meriah, melainkan juga menghadirkan pengalaman publik yang berkualitas, berkesan, dan mencerminkan identitas kota wisata yang berbudaya.
Penulis : Riadi.
Editor : Tim Redaksi Pendidikannasional.id.






