KOTA BATU, Pendidikannasional.id – Siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Kota Batu menorehkan prestasi dalam Kejuaraan Pencak Silat Batu Championship 3 yang berlangsung pada 23–25 Oktober 2026. Keikutsertaan para siswa dalam ajang tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk menguji kemampuan olahraga, tetapi juga mencerminkan pentingnya pendidikan karakter, kedisiplinan, dan pembinaan potensi generasi muda melalui kegiatan ekstrakurikuler.
Berdasarkan daftar prestasi yang diterima, para siswa MTsN Kota Batu berhasil meraih medali juara dalam sejumlah kategori, meliputi tanding, seni tunggal tangan kosong, dan seni tunggal senjata. Capaian tersebut menjadi kebanggaan bagi madrasah sekaligus motivasi untuk meningkatkan kualitas pembinaan atlet pelajar pada kompetisi berikutnya.

Moch. Nahrowi Pasya, S.Psi., selaku bidang kesiswaan MTsN Kota Batu, menyampaikan rasa bangga dan syukur atas pencapaian para siswa. Ia berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi pijakan untuk meraih prestasi yang lebih tinggi, baik dalam Batu Championship berikutnya maupun berbagai kejuaraan lainnya.
“Saya sangat senang sekaligus bangga dengan prestasi yang diraih oleh anak-anak. Saya bersyukur kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, atas keberhasilan ini,” ungkapnya.
Ia juga memberikan dorongan kepada para siswa agar tidak berhenti mengembangkan kemampuan dan terus bersemangat dalam meraih cita-cita.
Menurutnya, prestasi yang diperoleh saat ini hendaknya menjadi motivasi untuk terus berlatih, memperkuat mental bertanding, serta mengembangkan potensi diri sebagai bekal menghadapi masa depan.

Dalam Batu Championship 3, siswa MTsN Kota Batu tercatat meraih sejumlah prestasi pada kategori pertandingan dan seni pencak silat. Berikut daftar nama siswa beserta capaian yang dilaporkan:
Najwa Ghaitsa Nur Salsabillah, kelas IX A — Juara 1 kategori tanding.
Sholawatika Sakinah, kelas IX F — Juara 1 kategori seni tunggal tangan kosong.
Talitha Desti Antika Dewi, kelas VII I — Juara 1 kategori seni tunggal senjata.
Muhammad Nathan Calief A Tharizz, kelas VII J — Juara 2 kategori seni tunggal senjata.
Najwa Alfia Azzahra, kelas VIII E — Juara 3 kategori seni tunggal tangan kosong.
Nahyah Chika Rahma, kelas VIII D — Juara 3 kategori tanding.
Vanesa Nuraini Diana Putri, kelas VIII J — Juara 3 kategori tanding.
Rahsya Ramadhan Efendi, kelas VIII K — Juara 3 kategori tanding.
Farah Kamilia Andrea, kelas IX J — Juara 3 kategori tanding.
Talitha Desti Antika Dewi, kelas VII I — Juara 3 kategori seni tunggal tangan kosong.
Septi Wulandari Trisnasyifa, kelas VIII A — Juara 3 kategori seni tunggal tangan kosong.
Daftar tersebut menunjukkan capaian pada berbagai kategori. Keberhasilan meraih medali menjadi salah satu indikator perkembangan kemampuan siswa, sedangkan konsistensi latihan, ketangguhan mental, dan sportivitas merupakan aspek penting yang perlu terus dipelihara.

Dari sisi pembinaan teknis, Wawan Eka Prasetya, pelatih di MTsN Kota Batu, menilai hasil yang diraih para atlet sudah cukup memuaskan jika mempertimbangkan jam terbang dan porsi latihan yang tersedia. Namun, ia melihat masih terdapat ruang untuk meningkatkan kemampuan mereka.
Menurut Wawan, keterbatasan waktu dan porsi latihan di sekolah menjadi salah satu tantangan dalam memaksimalkan performa atlet. Kondisi tersebut juga perlu diperhatikan dalam pembinaan Talitha, yang tinggal di ma’had atau asrama.

“Harapan ke depan, nanti saya akan mencoba mengikutkan Talitha dalam seleksi Porseni Kota Batu untuk mewakili MTsN Kota Batu,” ujar Wawan.
Harapan tersebut memperlihatkan bahwa kejuaraan bukanlah titik akhir pembinaan, melainkan bagian dari proses panjang untuk meningkatkan kualitas atlet. Pengalaman bertanding perlu diikuti evaluasi teknik, penguatan fisik, pembentukan mental, dan program latihan yang terukur agar potensi siswa dapat berkembang secara berkelanjutan.

Keberhasilan seorang atlet pelajar tidak dapat dilepaskan dari dukungan keluarga. Hal tersebut tercermin dalam pandangan Kapten Inf Dr. Ir. Kasiyanto, S.T., M.M., yang berdinas di Politeknik Angkatan Darat (Poltekad), bersama Andike Fitriana Franciska Dewi, S.Pd., orang tua Talitha Desti Antika Dewi dan Talina Ardhini Kasya Dewi.
Talitha merupakan siswi kelas VII MTsN Kota Batu, sedangkan Talina merupakan siswi kelas V MI Iskandar Sulaiman Kota Batu. Keduanya menekuni pencak silat, khususnya kategori seni tunggal.
Sebagai orang tua, mereka menyampaikan rasa bangga dan syukur atas semangat kedua putri mereka dalam menjalani latihan serta mengembangkan kemampuan melalui olahraga bela diri tersebut.
“Kami berharap pencak silat dapat membentuk karakter anak menjadi lebih disiplin, berani, sportif, dan berakhlak baik. Bagi kami, yang terpenting bukan sekadar prestasi, tetapi juga proses, perjuangan, dan karakter yang terbentuk,” ungkap mereka.
Mereka juga menyampaikan terima kasih kepada pelatih, ofisial, tim, serta panitia penyelenggara Batu Championship 3 yang telah mendukung pelaksanaan kejuaraan.
Pandangan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan dalam olahraga pelajar tidak semestinya hanya diukur berdasarkan jumlah medali. Proses latihan yang konsisten, keberanian menghadapi tantangan, kepatuhan terhadap aturan, dan kemampuan menghormati lawan merupakan bagian penting dari pendidikan karakter.
Dalam konteks pendidikan, nilai-nilai tersebut sejalan dengan upaya membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul dalam kompetensi, tetapi juga memiliki tanggung jawab, integritas, dan sikap sportif.

Bagi Talitha Desti Antika Dewi, keikutsertaan dalam Batu Championship 3 menjadi pengalaman yang membahagiakan sekaligus kesempatan untuk meningkatkan kemampuan diri.
Ia mengungkapkan kegembiraannya karena dapat mengikuti kejuaraan tersebut. Baginya, pertandingan bukan semata-mata kesempatan untuk memperoleh medali, melainkan juga ruang untuk menambah pengalaman, melatih keberanian, dan mengembangkan keterampilan pencak silat.
Talitha berharap dapat terus berkembang melalui latihan dan berbagai kesempatan bertanding, sekaligus membanggakan orang tua serta madrasahnya.
Baca Juga : https://pendidikannasional.id/olahraga/kejuaraan-pencak-silat-kota-batu-1200-peserta/
Pengalaman yang diperoleh sejak usia sekolah menjadi bekal penting dalam perjalanan seorang atlet muda. Melalui proses pembinaan yang konsisten, siswa dapat belajar memahami bahwa keberhasilan memerlukan kerja keras, kedisiplinan, kesabaran, serta kemauan untuk terus memperbaiki diri.
Prestasi siswa MTsN Kota Batu dalam Batu Championship 3 memberikan gambaran bahwa kegiatan olahraga dapat menjadi bagian strategis dari pendidikan yang menyeluruh. Madrasah, pelatih, keluarga, dan penyelenggara memiliki peran yang saling melengkapi dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan potensi peserta didik.
Ke depan, peningkatan kualitas pembinaan, kesempatan mengikuti kompetisi, serta evaluasi latihan secara berkala dapat menjadi langkah penting untuk membantu atlet pelajar mencapai prestasi yang lebih tinggi.
Lebih dari sekadar kemenangan di arena pertandingan, pencak silat mengajarkan nilai ketekunan, pengendalian diri, penghormatan terhadap sesama, dan keberanian menghadapi tantangan.
Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionalcom?si=UjXPUpkON2ZP7j8f
https://instagram.com/pendidikannasional.id?obrf=MW5nZXZzYnBldWF6Ng==
https://www.facebook.com/share/1GUDtH83hq
Dengan dukungan yang berkesinambungan, prestasi para siswa MTsN Kota Batu diharapkan menjadi awal dari perjalanan yang lebih panjang dalam mengembangkan bakat, membangun karakter, dan meraih cita-cita. Sebab, keberhasilan pendidikan tidak hanya tercermin dari apa yang diraih hari ini, tetapi juga dari karakter dan kesiapan generasi muda dalam menghadapi masa depan.
Penulis : Riadi.
Editor : Tim Redaksi Pendidikannasional.id.






