MI Iskandar Sulaiman Kota Batu Raih Prestasi di Batu Championship 3, 20 Siswa Bawa Pulang Gelar Juara
KOTA BATU, Pendidikannasional.id – Kejuaraan pencak silat Batu Championship 3 menjadi ajang pembuktian kemampuan sekaligus pembelajaran karakter bagi peserta didik MI Iskandar Sulaiman Kota Batu. Dalam kejuaraan yang berlangsung pada 23–25 Oktober 2026 di GOR Gajah Mada tersebut, sekolah ini mengikutsertakan sekitar 20 siswa dan siswi yang berkompetisi pada berbagai kategori pencak silat.
Kejuaraan yang diikuti sekitar 1.200 atlet dari berbagai daerah di Jawa Timur itu melibatkan peserta mulai kelompok usia dini hingga dewasa. Bagi MI Iskandar Sulaiman, keikutsertaan tersebut bukan semata-mata untuk mengejar medali, melainkan juga menjadi bagian dari proses pendidikan yang menumbuhkan keberanian, kedisiplinan, tanggung jawab, dan sikap sportif sejak usia dini.

Partisipasi para siswa memperlihatkan bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Melalui olahraga bela diri, peserta didik memperoleh kesempatan untuk mengembangkan potensi, mengelola emosi, menghargai lawan, serta belajar menghadapi tantangan secara sehat dan bertanggung jawab.
Bidang Kesiswaan MI Iskandar Sulaiman Kota Batu, Nova Hexa Minung Jamila, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa kejuaraan tersebut memberikan pengalaman berharga bagi para siswa, baik dalam menghadapi pertandingan maupun memperluas pertemanan.
“Dalam perlombaan Championship ini, anak-anak bisa mendapatkan pengalaman, baik dalam pertandingan maupun memiliki teman baru. Dari pertandingan ini, mereka juga bisa memiliki jiwa berkompetisi,” ungkapnya.

Menurutnya, salah satu pembelajaran penting terlihat ketika dua peserta dari sekolah yang sama harus berhadapan dalam pertandingan. Ahmad Aufa Bima Ahanda dan Muhammad Salman Al Farizy, yang sama-sama merupakan siswa MI Iskandar Sulaiman, bertemu dalam satu babak pertandingan.
Meskipun berasal dari lingkungan sekolah yang sama, keduanya tetap menjalani pertandingan secara profesional dan berupaya menampilkan kemampuan terbaik. Situasi tersebut menjadi gambaran bahwa kompetisi tidak harus melahirkan permusuhan.
Sebaliknya, pertandingan dapat menjadi sarana untuk belajar menghormati kemampuan orang lain, menerima hasil secara dewasa, dan menjaga persaudaraan meskipun berada di pihak yang berlawanan.

Nilai-nilai tersebut penting dalam pendidikan anak. Keberanian untuk bertanding perlu berjalan beriringan dengan kemampuan mengendalikan diri, menghormati aturan, serta menghargai lawan sebagai sesama peserta yang sedang berusaha mencapai prestasi.
Nova juga menekankan pentingnya membangun mental anak agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi pertandingan. Menurutnya, peserta didik perlu memahami bahwa kemenangan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan.
Keberanian untuk tampil, kesediaan menjalani proses latihan, dan kemampuan menghadapi rasa takut merupakan bagian penting dari perkembangan karakter seorang atlet muda.
Pesan tersebut menjadi relevan bagi peserta didik yang masih berada pada usia sekolah dasar. Mereka perlu mendapatkan dukungan agar mampu melihat kekalahan sebagai bahan evaluasi dan kemenangan sebagai dorongan untuk terus meningkatkan kemampuan.

Dengan demikian, kegiatan olahraga dapat memberikan manfaat pendidikan yang lebih luas, tidak hanya berupa pencapaian prestasi, tetapi juga pembentukan kepribadian yang tangguh, disiplin, dan menghargai proses.
Selain menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan kejuaraan, Nova turut memberikan perhatian terhadap kebersihan area penonton. Ia berharap panitia dapat menyediakan tempat sampah di area tribun sehingga kebersihan lingkungan pertandingan lebih terjaga.
Harapan tersebut menunjukkan bahwa penyelenggaraan kegiatan olahraga juga perlu memperhatikan kenyamanan, ketertiban, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Baca Juga : https://pendidikannasional.id/olahraga/kejuaraan-pencak-silat-kota-batu-1200-peserta/
Keikutsertaan sekitar 20 siswa MI Iskandar Sulaiman dalam Batu Championship 3 menghasilkan sejumlah capaian pada kategori tanding dan seni pencak silat.
Berdasarkan data prestasi yang disampaikan, berikut daftar hasil pertandingan para siswa:
Afiyah Hasna Karimah – Juara 1 kategori tanding usia dini kelas 1A, under 18.
Nayyara Kael Lazuardi – Juara 1 kategori tanding usia dini 2A, under 26.
M. Tsaqif Arkham Murtadla – Juara 1 kategori tanding usia dini 2A, under 26.
Muhammad Rafa Haziq – Juara 2 kategori tanding usia dini 2A kelas A.
Mikaila Imroatul Mahmudah – Juara 1 kategori tanding usia dini 2A kelas B.
Nafi Taqy De Haidar – Juara 1 kategori tanding usia dini 2A kelas J.
Talina Ardhini Kasya Dewi – Juara 3 kategori seni tunggal tangan kosong usia dini 2B.
Talina Ardhini Kasya Dewi – Juara 3 kategori seni tunggal bersenjata.
Muh Ali Akbar Al Haitami, kelas 5B – Juara 1 kategori seni tunggal bersenjata.
Muhammad Virendra Shafwan – Juara 2 kategori tanding usia dini 2B, under 26.
Muhammad Al Khalifi – Juara 2 kategori tanding usia dini 2B, under 26.
Muhammad Rafa Azka Putra – Juara 2 kategori tanding usia dini 2B kelas A.
Auladi Rafif Abbasy – Juara 3 kategori tanding usia dini kelas B.
Anida Salsabila Azzahra – Juara 2 kategori tanding usia dini 2B kelas B.
Anindita Cahya Dewi – Juara 2 kategori tanding usia dini 2B kelas C.
Ahmad Aufa Bima Ahada – Juara 1 kategori tanding usia dini 2B kelas C.
Muhammad Salman Al Farizy – Juara 2 kategori tanding usia dini 2B kelas C.
Nadhif El Zhafran Rizkianto – Juara 3 kategori tanding usia dini 2B kelas D.
Azzam Putra Setyawan – Juara 2 kategori tanding usia dini 2B kelas E.
Azzahra Vero Ardania – Juara 1 kategori tanding usia dini 2A, under 26.
Capaian tersebut menjadi hasil dari proses latihan dan keberanian siswa untuk tampil dalam kompetisi. Setiap kategori memberikan pengalaman yang berbeda, baik dalam mengasah teknik, membangun konsentrasi, maupun melatih kesiapan mental ketika berhadapan dengan lawan.
Dukungan keluarga menjadi salah satu unsur penting dalam perjalanan seorang atlet muda. Hal itu tercermin dari ungkapan Kapten Inf Dr. Ir. Kasiyanto, S.T., M.M., yang berdinas di Politeknik Angkatan Darat (Poltekad), bersama Andike Fitriana Franciska Dewi, S.Pd., orang tua dari Talitha Desti Antika Dewi dan Talina Ardhini Kasya Dewi.
Talitha Desti Antika Dewi merupakan siswi kelas VII MTsN Kota Batu, sedangkan Talina Ardhini Kasya Dewi merupakan siswi kelas V MI Iskandar Sulaiman Kota Batu. Keduanya menekuni pencak silat, khususnya kategori seni tunggal.

Sebagai orang tua, mereka mengungkapkan rasa bangga dan syukur atas semangat kedua putri mereka untuk berlatih dan berprestasi melalui pencak silat.
“Kami berharap pencak silat dapat membentuk karakter anak menjadi lebih disiplin, berani, sportif, dan berakhlak baik. Bagi kami, yang terpenting bukan sekadar prestasi, tetapi juga proses, perjuangan, dan karakter yang terbentuk,” ungkap mereka.
Mereka juga menyampaikan terima kasih kepada pelatih, ofisial, tim, serta panitia penyelenggara Batu Championship 3 yang telah mendukung pelaksanaan kejuaraan.
Pandangan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan dalam olahraga anak tidak semestinya hanya diukur dari jumlah medali. Proses latihan yang konsisten, kemampuan mengatasi rasa takut, kepatuhan terhadap aturan, dan sikap menghormati orang lain merupakan hasil pendidikan yang sama pentingnya.
Talitha Desti Antika Dewi mengungkapkan kegembiraannya karena dapat mengikuti Batu Championship 3. Baginya, kejuaraan tersebut menjadi kesempatan untuk menambah pengalaman, melatih keberanian, dan meningkatkan kemampuan pencak silat.
Ia berharap dapat terus berkembang melalui latihan, sekaligus membanggakan orang tua dan sekolahnya.

Sementara itu, Talina Ardhini Kasya Dewi, siswi kelas V MI Iskandar Sulaiman Kota Batu yang meraih juara pada dua kategori seni, juga menyampaikan bahwa keikutsertaannya dalam kejuaraan memberikan pengalaman yang berharga.
“Saya senang bisa mengikuti kegiatan ini karena bisa belajar lebih disiplin, percaya diri, dan berani tampil. Harapan saya, semoga saya bisa terus berlatih, meningkatkan kemampuan, dan membanggakan orang tua serta sekolah,” tuturnya.
Pernyataan kedua atlet muda tersebut memperlihatkan bahwa kompetisi dapat menjadi ruang pembelajaran untuk mengenali potensi diri. Anak-anak belajar bahwa kemampuan tidak terbentuk secara instan, melainkan melalui latihan, ketekunan, pendampingan, dan kemauan untuk terus memperbaiki diri.
Keikutsertaan MI Iskandar Sulaiman Kota Batu dalam Batu Championship 3 memberikan gambaran tentang pentingnya sinergi antara sekolah, keluarga, pelatih, dan penyelenggara dalam mendukung perkembangan peserta didik.
Pendidikan karakter tidak cukup disampaikan melalui nasihat di dalam kelas. Nilai-nilai seperti disiplin, keberanian, tanggung jawab, sportivitas, dan penghormatan terhadap sesama juga perlu dipraktikkan dalam kegiatan nyata.
Melalui pencak silat, para siswa belajar menghadapi tekanan, mematuhi aturan, menghargai hasil pertandingan, dan menjaga hubungan baik dengan teman maupun lawan. Pengalaman tersebut dapat menjadi bekal dalam kehidupan sekolah dan masyarakat.
Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionalcom?si=UjXPUpkON2ZP7j8f
https://instagram.com/pendidikannasional.id?obrf=MW5nZXZzYnBldWF6Ng==
https://www.facebook.com/share/1GUDtH83hq
https://www.tiktok.com/@pendidikannasional4?_r=1&_t=ZS-9Ak5MiERD1R
Prestasi para siswa MI Iskandar Sulaiman patut diapresiasi sebagai bagian dari proses tumbuh kembang mereka. Lebih dari sekadar kemenangan, pengalaman di gelanggang diharapkan membentuk generasi muda yang percaya diri, berintegritas, berakhlak baik, dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan.
Pada akhirnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya tercermin dari apa yang diraih peserta didik hari ini, tetapi juga dari karakter yang mereka bangun untuk masa depan.
Penulis : Riadi.
Editor : Tim Redaksi Pendidikannasional.id.






