Mikutopia Libur Total Demi Pawai Budaya, Kami Bangun Bukan untuk Hari Ini

Mikutopia Liburkan Operasional Demi Pawai Budaya Desa Tulungrejo serta memperingati HUT RI ke-81, Manajemen Ini Wujud Pariwisata Berbasis Komunitas

Batu,PENDIDIKANNASIONAL.ID – Destinasi wisata Mikutopia di Kota Batu memutuskan untuk meliburkan seluruh operasionalnya pada peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Selasa (5/8). Keputusan ini diambil agar sekitar 90 persen karyawannya yang merupakan warga Desa Tulungrejo dapat mengikuti pawai budaya di tingkat desa secara penuh.

Manajemen Mikutopia menyebut langkah tersebut sebagai komitmen nyata terhadap pariwisata berbasis komunitas (community based tourism) dan pengakuan atas hak pekerja untuk terlibat dalam kehidupan sosial budaya di lingkungannya.

Tampak sebagian karyawan memakai baju ala kerajaan Mojopahit.
Tampak sebagian karyawan memakai baju ala kerajaan Mojopahit.

Perwakilan manajemen Mikutopia, Briyan, menjelaskan bahwa kebijakan ini bukan lahir dari pertimbangan bisnis semata, melainkan dari kesadaran moral korporasi terhadap komunitas di sekitarnya.

“Kami meyakini bahwa kehadiran destinasi wisata tidak hanya diukur dari jumlah pengunjung atau pendapatan saja. Ukuran sesungguhnya adalah sejauh mana kami mampu menjaga denyut nadi sosial dan budaya tempat kami berpijak. Ketika 90 persen saudara-saudara kami di Tulungrejo ingin merayakan kemerdekaan dengan pawai budaya, maka sudah menjadi kewajiban moral kami untuk menurunkan bendera operasional dan mengibarkan bendera kebersamaan,” ujar Briyan kepada PendidikanNasional.id di lokasi, Senin (5/8).

Tampak suasana ketika ramai pengunjung sebelum libur mengikuti pawai budaya.
Tampak suasana ketika ramai pengunjung sebelum libur mengikuti pawai budaya.

Briyan menambahkan bahwa langkah ini merupakan perwujudan dari visi pariwisata yang memanusiakan manusia, di mana hubungan industrial tidak lagi bersifat transaksional, melainkan transformasional.

“Kami membangun bukan untuk hari ini, tetapi untuk generasi yang akan memaknai kemerdekaan dengan cara mereka sendiri,” tegasnya.

Baca Juga : https://pendidikannasional.id/seni-budaya/merti-bumi-tulungrejo-ketika-satu-abad-desa-bertemu-kekuatan-budaya-di-era-digital/

Berdasarkan data yang dihimpun PendidikanNasional.id, dari total sekitar 120 karyawan Mikutopia, lebih dari 100 orang merupakan penduduk asli Desa Tulungrejo dan dusun-dusun sekitarnya. Komposisi ini menjadikan Mikutopia sebagai salah satu destinasi wisata dengan tingkat penyerapan tenaga kerja lokal tertinggi di Kota Batu.

Dengan diliburkan seluruh operasional, para karyawan dapat mengikuti pawai budaya mulai dari persiapan pagi hingga akhir rangkaian acara tanpa harus khawatir dengan jadwal kerja atau pergantian shift.

Tarian burung yang menarik, menari dengan lemah gemulai di hadapan kepala desa.
Tarian burung yang menarik, menari dengan lemah gemulai di hadapan kepala desa.

Pawai budaya Desa Tulungrejo tahun ini mengangkat tema “Melestarikan Tradisi, Merawat Kebhinnekaan” dan menampilkan berbagai atraksi seni tradisional seperti jaran kepang, reog, kuda lumping, serta parade busana adat Nusantara yang diikuti oleh seluruh elemen desa.

Partisipasi massal dari karyawan Mikutopia menjadikan pawai tahun ini lebih semarak dibanding tahun-tahun sebelumnya. Mereka tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga terlibat dalam kepanitiaan dan koordinasi logistik acara.

Menurut salah satu panitia lokal, kehadiran kolektif dari Mikutopia memberikan dampak positif terhadap semangat kebersamaan warga dan memperkuat kohesi sosial di tingkat desa.

Kebijakan Mikutopia ini mendapat perhatian dari akademisi pariwisata. Keputusan untuk menghentikan operasional demi kepentingan komunal dinilai sebagai implementasi nyata dari prinsip pariwisata berkelanjutan dan stakeholder theory yang menekankan keseimbangan antara keuntungan ekonomi, kesejahteraan sosial, dan pelestarian budaya.

Tampak tidak ada aktivitas, dikarenakan karyawanya mengikuti Karnaval Pawai Budaya.
Tampak tidak ada aktivitas, dikarenakan karyawanya mengikuti Karnaval Pawai Budaya.

Hal ini sekaligus menjadi pembeda Mikutopia dengan destinasi wisata lain yang cenderung mengutamakan keuntungan jangka pendek tanpa memperhitungkan dampak sosial terhadap komunitas lokal.

Manajemen Mikutopia mengakui bahwa libur operasional satu hari berpotensi menurunkan pendapatan harian. Namun, menurut Briyan, hal tersebut tidak menjadi fokus utama perusahaan.

“Kami tidak menghitung kerugian dalam rupiah. Yang kami hitung adalah seberapa besar kebahagiaan karyawan dan keluarga mereka. Itu adalah aset yang tidak ternilai,” jelasnya.

Tampak penampilan dengan memakai baju yang menarik serta cantik.
Tampak penampilan dengan memakai baju yang menarik serta cantik.

Berdasarkan catatan internal, kebijakan-kebijakan berbasis komunitas yang konsisten diterapkan justru meningkatkan loyalitas karyawan dan menurunkan tingkat turnover, yang pada akhirnya berdampak positif pada kualitas pelayanan dan citra destinasi. 

Ke depan, Mikutopia berencana menjadikan momen libur kolektif pada peringatan HUT RI sebagai tradisi tahunan. Selain itu, manajemen juga membuka ruang bagi karyawan untuk mengusulkan kegiatan budaya lain yang membutuhkan dukungan penuh dari perusahaan.

“Kami ingin Mikutopia tidak hanya dikenal sebagai tempat rekreasi, tetapi juga sebagai ruang publik yang menghormati dan merayakan budaya lokal,” pungkas Briyan.

Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk

Liburnya Mikutopia pada peringatan HUT RI ke-81 bukan sekadar kebijakan operasional, tetapi sebuah pernyataan publik bahwa pariwisata dapat berjalan beriringan dengan kepedulian sosial dan penghormatan terhadap budaya. Di tengah arus komersialisasi destinasi wisata, langkah ini menjadi penanda bahwa keuntungan tidak selalu harus diukur dari uang, tetapi juga dari kebersamaan dan identitas.

 

Penulis: Riadi. 

Editor: Tim Redaksi Pendidikannasional.id

Lokasi: Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur.

 

Array
Related posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *