Kota Batu,PENDIDIKANNASIONAL.ID –Desa Bulukerto keluar sebagai juara Piala Wali Kota Batu 2026 usai menundukkan Desa Sumberjo jadi skor 5-2 pada laga final di DC FC Mini Stadium Kota Batu, Minggu (15/2/2026 ) malam.
Kemenangan tersebut diraih melalui permainan dominan sejak menit awal hingga babak kedua. Babak pertama baru berjalan dua menit, stadion langsung bergemuruh setelah Desa Bulukerto berhasil membuka keunggulan. Dominasi permainan terus ditunjukkan, dan pada menit ke-15, gol kedua kembali diraih oleh tim berjuluk tuan rumah tersebut. Meski sempat tertinggal jauh, semangat juang tim Desa Sumberjo tidak surut. Pada menit 19:45 babak pertama, mereka sukses memperkecil kedudukan menjadi 2-1 melalui serangan balik yang cepat.


Memasuki babak kedua, intensitas permainan semakin tinggi. Pada menit 9:40, Bulukerto kembali menambahkan golnya dan mengubah skor menjadi 3-1. Suporter yang memenuhi auditorium mini stadion semakin riuh rendah, menciptakan atmosfer yang layaknya pertandingan profesional. Dominasi Bulukerto berlanjut; pada menit 11:30 dan menit 14:36, dua gol tambahan berhasil disarangkan, membawa kedudukan menjadi 5-1.
Menjelang peluit panjang dibunyikan, pertandingan memasuki masa-masa krusial. Kurang dari empat menit sebelum laga usai, sorak suporter menggema memenuhi stadion. Pada masa injury time, tepatnya di menit 20:18, Desa Sumberjo menunjukkan perlawanan terakhirnya dengan mencetak gol kedua, sekaligus menutup laga dengan skor akhir 5-2 untuk keunggulan Desa Bulukerto.
Turnamen yang memasuki seri kedua di tahun 2025-2026 ini tidak hanya dimaknai sebagai ajang kompetisi semata, melainkan sebagai wadah strategis untuk menjalin silaturahmi dan mengembangkan ekosistem sepak bola di Kota Batu.

Kepala Desa Bulukerto, Suhermawan, yang juga mewakili tim tuan rumah, menyampaikan bahwa gelaran ini merupakan bagian dari visi menjadikan Kota Batu sebagai “Brasil-nya Indonesia”, yakni pusat pembinaan dan lahirnya talenta sepak bola muda berbakat.
“Harapannya, visi ini dapat ditangkap oleh seluruh pengambil dan pemangku kebijakan di masing-masing desa maupun kelurahan. Dengan demikian, tumbuh kembang dan ruang gerak bagi benih-benih sepak bola serta bakat-bakat muda dapat segera tersalurkan. Semoga nantinya akan muncul sosok-sosok baru seperti Arif Suyono dan Puji Purnomo di tahun-tahun berikutnya,” ujar Suhermawan dalam keterangannya usai pertandingan.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Desa Sumberjo, Riyanto, mengapresiasi semangat juang timnya yang bertanding hingga akhir. Meski harus puas sebagai juara kedua setelah tahun lalu menjadi yang terbaik, Riyanto menekankan esensi utama dari turnamen ini.
“Alhamdulillah, teman-teman sangat semangat mengikuti kegiatan ini. Masalah juara satu, dua, atau tiga, saya kira itu tidak masalah. Yang paling penting adalah terjalinnya silaturahmi dan persaudaraan di antara perangkat desa se-Kota Batu. Hasil ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mendukung kegiatan ini setiap tahunnya,” tegasnya.


Komitmen untuk menjadikan turnamen ini sebagai tradisi tahunan juga mendapat dukungan penuh dari berbagai elemen pemerintahan dan legislatif. Wali Kota Batu, Nurochman, dalam wawancara sebelumnya menegaskan pentingnya mentradisikan kegiatan ini untuk menjaga atmosfer sepak bola di Kota Batu.
“Kegiatan ini harus ditradisikan untuk digelar setiap tahun. Ini adalah tahun kedua penyelenggaraan turnamen mini soccer antarperangkat desa dan kelurahan. Saya kira ini harus kita dukung terus supaya atmosfer sepak bola di Kota Batu terus tumbuh dan berkembang,” jelasnya.
Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk
Pemerintah daerah juga mendorong optimalisasi fasilitas olahraga di tingkat desa sebagai bagian dari visi “Batu Sae”. “Optimalisasi lapangan sepak bola menjadi bagian dari visi dan misi ‘Batu Sae’. Silakan semuanya membangun lapangan bola,” imbuh Wali Kota.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Batu dari Fraksi PKB, Nur Ali, yang hadir mewakili Ketua DPRD, menyoroti aspek sosial dan kepemudaan dari turnamen ini. Menurutnya, kompetisi ini efektif untuk menjalin silaturahmi antar perangkat daerah dan desa, sekaligus menjadi sarana positif bagi generasi muda.
“Tentunya ini harus dilaksanakan terus-menerus supaya silaturahmi antar perangkat daerah dan antar perangkat desa bisa terjalin dengan baik. Selain itu, tujuannya untuk meningkatkan gairah para pemuda. Daripada ada kegiatan yang negatif, lebih baik menunjukkan acara seperti ini,” tutur Nur Ali.

Sebagai fasilitator acara, Owner DC FC Mini Stadium juga menyampaikan apresiasinya. Pihaknya berkomitmen untuk terus mendukung dan memfasilitasi kegiatan serupa demi menjaga kebersamaan serta sebagai wadah pembinaan olahraga sepak bola bagi generasi muda Kota Batu.
Dengan suksesnya gelaran seri kedua ini, turnamen mini soccer Piala Wali Kota diharapkan tidak hanya menjadi ajang tahunan yang menghibur, tetapi juga fondasi kokoh bagi lahirnya bibit-bibit unggul sepak bola yang dapat membawa nama harum Kota Batu di kancah yang lebih luas.
( Ria ).


Desa Bulukerto juara Piala Wali Kota Batu 2026 usai mengalahkan Desa Sumberjo 5-2
