Jago Ternak Poultry Tech Company berkolaborasi bersama Sundul Langit Cafe & Resto, guna menjadikan center dalam perihal pertenakan ayam kampung yang mempunyai nilai ekonomis serta daya saing mutu dalam bidang usaha.

Batu, Pendidikannasional.id – Dalam bidang usaha pertenakan khususnya ayam kampung, Jago Ternak Poultry Tech Company mengadakan sosialisasi pelatihan mengenai ayam kampung yang bertempat di Sundul Langit Cafe & Resto, Jalan Arjuno Atas No.99 Tlogorejo, Bumiaji, Kota Batu, sekitar pukul 14.00 wib. Sabtu ( 02/11/2024 ).
Di Kota Batu sendiri di awali oleh Sundul Langit sebagai center pelatihan dan budidaya ternak ayam kampung yang bermitra dengan Jago Ternak guna mengembangkan teknologi pemeliharaan sehingga membuat ayam tersebut tumbuh serta memiliki daging yang sempurna dan bernilai gizi yang tinggi.

Seperti yang disampaikan oleh Ir. Boedi Tjahjono selaku owner Sundul Langit Cafe & Resto mengatakan bahwa kami bermitra dengan Jago Ternak ini satu-satunya di Kota Batu, untuk membantu mengembangkan bisnis usaha yang menjanjikan serta memiliki nilai ekonomis yang tinggi.
” Sebelumya sudah berkembang di Kab.Malang dan sudah banyak yang masuk dalam kemitraan ternak ayam ini, sehingga kami mencoba mengembangkan di Kota Batu dengan harapan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat perihal ternak ayam. Jago Ternak ini sangat bagus karena di berikan pelatihan mulai awal beternak sampai panen, kemudian peternak tidak bingung memasarkan produknya, dikarenakan hasil panen diambil oleh Jago Ternak sendiri sesuai harga pasar, sehingga program ternak ayam kampung ini sangat menjanjikan untuk dikembangkan di Kota Batu.” Ungkapnya.
Baca Juga : https://pendidikannasional.id/daerah/salah-satu-visi-misi-risma-dalam-calon-gubenur-2024/
Untuk diketahui bahwa Jago Ternak ini mempunyai sejarah yang panjang yaitu dimulai sejak tahun 2005 dengan beternak ayam broiler. Tahun 2019 mulai menambah lini bisnis dengan beternak ayam kampung, karena melihat tren meningkatnya gaya hidup sehat. Dengan memanfaatkan teknologi IoT ( Internet of Thing ) untuk mengubah peternakan menjadi Smart Farming, sehingga mempermudah dan meningkatkan kualitas ayam. Jago Ternak menjadi perusahaan peternakan ayam kampung berbasis teknologi pertama dan satu-satunya di dunia.

Dalam kesempatanya Vibra Yohano dari Jago Ternak memaparkan mengenahi perihal teknologi peternakan, Aoutomasi manajemen Kandang, kemudian hasil pertenakan seperti Telur ayam kampung omega 3,serta sebagai ayam pedaging.
” Kami berkolaborasi aktif bersama Sundul Langit di Kota Batu ini, sehingga kami mendapat perluasan untuk mengekspansi pasar ayam kampung diwilayah Jawa timur. Bahwa ayam kampung adalah konsumsi bahan pokok perubahan masa depan, karena masyarakat saat ini banyak yang mengkonsumsi ayam broiler atau ayam potong dan juga ayam merah atau horen. Khususnya saat ini pasca pandemi covid 19 itu pemahaman masyarakat tentang gaya hidup masyarakat mulai meningkat,mulai gaya hidup makanan sehat, olah raga dan lain sebagainya sehingga masyarakat memilih kembali ke ayam kampung.” Katanya.
Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk
” Ayam kampung itu adalah jenis pangan yang minim bahan kimianya, tidak sperti ayam ras, broiler yang dimana setiap minggunya diberikan injeksi, suntik vitamin dan vaksin sehingga banyak bahan kimia yang masuk, sementara di ayam kampung ini sangat minim karena tidak perlu obat-obatan vaksin dan lain sebagainya, yang perlu itu seting kandang yang benar. Ketika ayam kampung mengenal area sekitar maka bisa berkembang dengan baik.”Tambahnya.

Dilihat secara protein, ayam kampung memiliki protein lebih tinggi dibandingkan dengan ayam yang lainya, kesehatanya lebih baik dan secara obat-obatan sangat minim sekali, dan juga cita rasa lebih bagus di ayam kampung karena memiliki kekuatan otot, kekenyalan yang lebih baik serta memiliki rasa yang khas.
” Kami membangun sebuah ekosistem dengan menggaet para mitra-mitra masyarakat baik menengah maupun kecil untuk bergabung kemudian mengembangkan pertenakan-pertenakan sesuai lahan yang dimilikinya, pembinaan rutin dilakukan setiap dua bulan sekali.”Jelasnya.

Jago Ternak adalah perusahaan pertanian yang menyediakan solusi end to end local chicken, memberikan perternakan sistem pertenakan ayam kampung hulu dan hilir dengan menyediakan bibitnya, pakan serta memberikan digital asisten, abdate 24 jam untuk layanan konsultasi, sitem digital bisa di akses melalui handphone.
” Kami menyediakan market pasar bagi mitra Jago Ternak, jadi selain di ajari teknis berternak juga memberikan akses pasar, memberikan abdate harga pasar terbaru dan perusahaan kami juga siap mengambil hasil panenya, sehingga peternak tidak bingung lagi untuk memasarkanya.” Tegasnya.

Dalam kesempatanya Putu dari pulau Bali selaku Setwan komisi III DPR RI mengatakan bahwa, sangat mendukung sekali dengan program-program yang sudah di jalankan tersebut, sehingga siap membantu atau menjembatani kebeberapa daerah-daerah, sampai ke pelosok desa-desa untuk bersosialisasikan program Jago Ternak.
” Program-program yang langsung bersentuhan dengan masyarakat seperti ini sangat bagus, dikarenakan saya kebetulan berdomisili di Pulau Bali,maka akan menjembatani untuk berkoordinasikan ke lembaga adat, tokoh masyarakat dan stake holder yang terkait.”Katanya.

Sementara itu Mahmoud Ariad selaku peternak menjelaskan perihal tatacara merawat ayam kampung serta ukuran kandangnya.
” Dengan ukuran kandang 0,80×1,20 m untuk 100 ekor DOC, kemudian diberikan lampu guna menjaga ketahanan ayam, selanjutnya dengan kandang ukuran 1,00 x1,20 m untuk 15 ekor ayam usia 4 minggu s/d 8 minggu. Perihal pemberian pakan untuk 100 ekor ayam dari usia 0 s.d 8 Minggu lebih kurang 250 – 300 kg / 6 Sak.” Jelasnya.

Selanjutnya salah satu peserta Dodik Supriyanto bersama Ernawati ( istri ) dari Kelurahan Sisir Kota Batu mengatakan,bahwa sangat mendukung dengan program yang dipaparkan oleh Jago Ternak.
” Setelah mendapat sosialisasi tersebut kami merasa yakin dan ingin segera berternak ayam kampung, dikarenakan tidak susah dan bingung lagi dalam soal pemasaran, karena sesudah panen langsung diambil oleh perusahaan serta perawatanya yang mudah.” Ujarnya.
Jago Ternak sudah memiliki bibit-bibit sendiri yang diberi nama Ayam Aroc dengan kemampuan panen di 60 hari, dan produksi telur 270 per tahunya. Perusahaan ini memproduksi pakan ayam sendiri dengan nama Ayam Jago Vit, dengan harga lebih murah dibandingkan pakan yang lainya. Kemudian untuk nilai harga pasarnya, mulai 38 -40 ribu/kilonya. ( Adi ).



