PKN Politeknik Angkatan Darat 82 Mahasiswa Diterjunkan Tangani Sampah dan Perbaiki Infrastruktur TI Desa

https://katalog.inaproc.id/informasi-suara-indonesia

POLTEKAD Gelar PKN di Batu, Fokus pada Solusi Sampah dan Pemberdayaan Teknologi untuk Desa

Kota Batu,PENDIDIKANNASIONAL.ID – Politeknik Angkatan Darat (POLTEKAD) kembali mengukuhkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui penyelenggaraan Praktek Kerja Nyata (PKN) di Kota Batu, Jawa Timur. Kali ini, sebanyak 82 mahasiswa beserta para pendamping diterjunkan di empat desa wilayah Kecamatan Bumiaji, dengan Desa Tulungrejo sebagai lokasi pembukaan, Senin 22 Desember 2025. Fokus utama kegiatan ini adalah memberikan solusi nyata terhadap permasalahan sampah yang menjadi tantangan utama daerah wisata tersebut.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Tulungrejo, Suliono, menyoroti besarnya tekanan persoalan sampah yang dihadapi desanya. “Permasalahan pokok kami adalah sampah, dengan volume mencapai 6-7 ton setiap harinya. Ini adalah konsekuensi dari geliat pariwisata kami yang dikunjungi 600 hingga 800 ribu wisatawan per tahun,” ujarnya.

Kepala Desa Tulungrejo, Suliono, menyampaikan sambutan pada pembukaan PKN POLTEKAD di Balai Dusun Gerdu didampingi perwakilan Politeknik Angkatan Darat.
Kepala Desa Tulungrejo, Suliono, menyampaikan sambutan pada pembukaan PKN POLTEKAD di Balai Dusun Gerdu didampingi perwakilan Politeknik Angkatan Darat.
Mayor Inf Lalu Syaifulloh, Kaprodi Balistik dan Elektronika Sistem Senjata yang mewakili Danpoltekad, memberikan tropi kepada Kepala Desa Tulungrejo
Mayor Inf Lalu Syaifulloh, Kaprodi Balistik dan Elektronika Sistem Senjata yang mewakili Danpoltekad, memberikan tropi kepada Kepala Desa Tulungrejo

Ia menyambut baik dan berharap kontribusi nyata dari para mahasiswa POLTEKAD. “Kami meminta POLTEKAD untuk memberikan ilmunya dalam membantu menangani sampah, yang menjadi prioritas pertama desa ini.”tegasnya Suliono. 

Permintaan itu langsung dijawab dengan tema PKN yang diusung. Letda Inf Koko Hadi Santoso, selaku Staff Jurusan Mesin, menjelaskan bahwa prodi dari Otoranpur (Korps peralatan TNI AD) membawa solusi inovatif.

Letda Inf Koko Hadi Santoso, selaku Staff Jurusan Mesin, menjelaskan bahwa prodi dari Otoranpur (Korps peralatan TNI AD) membawa solusi inovatif.
Letda Inf Koko Hadi Santoso, selaku Staff Jurusan Mesin, menjelaskan bahwa prodi dari Otoranpur (Korps peralatan TNI AD) membawa solusi inovatif.
Sekisar 80 lebih mahasiswa dan pendamping ketika mengikuti pembukaan kegiatan PKN
Sekisar 80 lebih mahasiswa dan pendamping ketika mengikuti pembukaan kegiatan PKN

“Tema kami adalah mengurangi sampah menggunakan metode biolisis, dengan memilah sampah organik dan anorganik untuk kemudian diolah menjadi bahan bakar alternatif, seperti solar dan bensin,” paparnya. Pendekatan ini diharapkan tidak hanya mengurangi volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tetapi juga menciptakan nilai ekonomis dari limbah.

Mayor Inf Lalu Syaifulloh, Kaprodi Balistik dan Elektronika Sistem Senjata yang mewakili Danpoltekad, menegaskan bahwa PKN bukan sekadar kewajiban kurikuler.

Mayor Inf Lalu Syaifulloh, Kaprodi Balistik dan Elektronika Sistem Senjata yang mewakili Danpoltekad
Mayor Inf Lalu Syaifulloh, Kaprodi Balistik dan Elektronika Sistem Senjata yang mewakili Danpoltekad

“Pelaksanaan PKN merupakan bagian penting dari proses pendidikan di POLTEKAD untuk membentuk karakter prajurit teknokrat yang peduli. Kami berharap mahasiswa bisa menunjukkan integritas, membawa nama baik almamater, dan memberikan kontribusi nyata,” tegasnya. Ia mendorong para peserta untuk menjadi pelopor perubahan dan mengasah kemampuan dengan langsung bergelut dengan masalah riil di masyarakat.

Dukungan kuat juga datang dari pemerintah kecamatan. Camat Bumiaji, Thomas Maydo, S.Sos., mengapresiasi kehadiran POLTEKAD untuk yang kesekian kalinya di wilayahnya.

Camat Bumiaji, Thomas Maydo, S.Sos., mengapresiasi kehadiran POLTEKAD untuk yang kesekian kalinya di wilayahnya
Camat Bumiaji, Thomas Maydo, S.Sos., mengapresiasi kehadiran POLTEKAD untuk yang kesekian kalinya di wilayahnya

“Kami merasa sangat terbantu. Mahasiswa POLTEKAD membawa keahlian spesifik di bidang mesin, elektronika, jaringan, dan lain-lain yang sangat berguna bagi desa-desa di sini,” ujar Maydo. Empat desa yang menjadi sasaran PKN adalah Tulungrejo, Punten, Bumiaji, dan Pandanrejo, ditambah dengan pendampingan langsung di kantor kecamatan.

“Mereka bahkan membantu kami mengecek dan memperbaiki perangkat seperti CCTV dan komputer yang trouble. Keahlian seperti ini sangat kami butuhkan, dan kami berharap kerja sama seperti ini bisa dilakukan lebih sering,” tambah Camat Maydo, menyoroti manfaat praktis dari kehadiran mahasiswa teknik tersebut.

Kapten Coleoptera Maryono, S.T., M.Tr.T. ketika memaparkan petunjuknya kepada mahasiswa Politeknik Angkatan Darat
Kapten Coleoptera Maryono, S.T., M.Tr.T. ketika memaparkan petunjuknya kepada mahasiswa Politeknik Angkatan Darat

Program PKN POLTEKAD di Batu mencerminkan pendekatan yang komprehensif. Di satu sisi, mahasiswa ditantang untuk menerapkan ilmu teknik mereka dalam konteks sosial yang nyata, seperti merancang sistem pengelolaan sampah berbasis teknologi. Di sisi lain, masyarakat desa mendapat transfer pengetahuan dan solusi teknis untuk masalah yang selama ini membebani.

Baca Juga :  https://pendidikannasional.id/daerah/dpmptsp-natuna-juara-inovasi-daerah-2025program-jumat-impian-bantu-nelayan-urus-izin/

Lihat Juga :  https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk

Dengan tema pengolahan sampah menjadi energi, program ini selaras dengan upaya global menuju ekonomi sirkular dan kemandirian energi. Jika berhasil diimplementasikan, model ini berpotensi menjadi percontohan bagi desa-desa wisata lain di Indonesia yang menghadapi masalah serupa. Keberhasilan para mahasiswa tidak hanya akan diukur dari penyelesaian proyek teknis, tetapi juga dari bagaimana mereka mampu berkolaborasi, berkomunikasi, dan meninggalkan dampak berkelanjutan bagi masyarakat Desa Tulungrejo dan sekitarnya.

Kegiatan PKN yang berlangsung ini diharapkan dapat menghasilkan prototipe solusi pengelolaan sampah, meningkatkan kapasitas teknis perangkat desa, serta memperkuat sinergi antara institusi pendidikan militer dengan masyarakat sipil dalam membangun ketahanan lingkungan dan ekonomi daerah.

 

( Ria ). 

Array
Related posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *