Pertama Kali di Kota Wisata, Pameran Nasional Kaligrafi Angkat “The Power of Qur’an”

Pembukaan Pameran Kaligrafi Nasional The Power of Qur'an di Graha Pancasila Kota Batu, dihadiri Wali Kota dan seniman senior.( Foto : Ria)

Pameran Kaligrafi Nasional “The Power of Qur’an” Wujudkan Harmoni Seni dan Spiritualitas di Kota Batu

Kota Batu, PENDIDIKANNASIONAL.ID – Dalam rangkaian peringatan HUT ke-24 Kota Batu dan menyambut Hari Santri Nasional 2025, Pemerintah Kota Batu menggelar Pameran Nasional Seni Rupa Kaligrafi bertajuk “The Power of Qur’an, Aksara Ilahi”. Acara yang digelar di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani pada Selasa, 22 Oktober 2025 pagi, ini menandai sebuah momen bersejarah sebagai pameran kaligrafi berskala nasional pertama di kota wisata tersebut.

Pameran ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, termasuk budayawan dan penyair ternama KH. D. Zawawi Imron, Wali Kota Batu Nurochman, Wakil Wali Kota Heli Suyanto, Kapolres Batu AKBP Andi Yuda Pranata, Kepala DPRD Kota Batu H. Didik Subianto, Kepala Dinas Pariwisata Onny Ardianto, serta seniman-seniman senior.

Budayawan KH. D. Zawawi Imron menyampaikan sambutan filosofis tentang keindahan kaligrafi islami.
Budayawan KH. D. Zawawi Imron menyampaikan sambutan filosofis tentang keindahan kaligrafi islami

Dalam sambutannya yang puitis dan penuh makna, KH. D. Zawawi Imron mengungkapkan kedalaman filosofi di balik seni kaligrafi. Beliau mengutip seorang filsuf Lebanon, “Barang siapa di dalam dadanya tak punya rasa keindahan, dia tidak akan bisa melihat ciptaan Tuhan sebagai sesuatu yang indah.”

“Kasihan jika seseorang di dalam mata hatinya tidak mempunyai keindahan, dia tidak bisa melihat keindahan,” lanjutnya. Zawawi Imron kemudian membagikan hikmah dari tanah Bugis, “Berpikirlah kamu dengan jernih maka kemuliaan akan menyelimuti hatimu.” Menurutnya, keteduhan dan kebeningan hati inilah yang membuat kaligrafi dibutuhkan.

Hadiah lukisan dari KH. D. Zawawi Imron untuk Wali Kota Batu
Lukisan dari KH. D. Zawawi Imron untuk Wali Kota Batu

“Ketika kaligrafi dituliskan atau dilukiskan, satu huruf mengandung beribu hikmah. Bagi mereka yang memandangnya, akan terasa sejuk,” ujarnya. Dia pun memberikan metafora tentang Kota Batu, “Batu itu diam, tetapi secara filosofi atau sastrawi, batu itu tidak diam. Diamnya batu justru memberikan inspirasi bagi kita untuk berkarya.”

Zawawi Imron berharap pameran yang dimulai dari Kota Batu ini dapat memberikan “kecerahan dan pencerahan bagi jiwa bangsa” serta menjadikan Batu sebagai sumber inspirasi bagi para kaligrafer (khaththath).

Wali Kota Batu ketika berikan sambutanya
Wali Kota Batu ketika memberikan sambutanya pada acara pameran Lukisan Kaligrafi Nasional.

Wali Kota Batu, Nurochman, dalam pidatonya menekankan pentingnya pameran ini sebagai penyeimbang kemajuan sektor pariwisata dengan kehidupan spiritual.

“Hal ini merupakan keseimbangan sebuah kota wisata yang tumbuh pesat, kemudian lahir sebuah spiritualitas melalui Aksara Ilahi ‘The Power of Qur’an’,” ujarnya. Harmoni ini, menurutnya, tumbuh dari akar rumput dan melibatkan semua elemen masyarakat yang mencintai Kota Batu. Ia berharap event ini dapat berlanjut dan menjangkau tidak hanya tingkat regional dan nasional, tetapi juga internasional.

Setelah memberikan sambutan, acara secara resmi dibuka oleh Wali Kota Batu, Wakil Wali Kota, dan KH. D. Zawawi Imron.

Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto ketika melihat pameran lukisan
Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto melihat dan menikmati lukisan kaligrafi

Kepala DPRD Kota Batu, H. Didik Subianto, menyatakan bahwa pameran kaligrafi ini merupakan salah satu acara paling inspiratif dan terindah dalam rangkaian HUT ke-24 Kota Batu.

” Mengapresiasi apa yang telah ditampilkan oleh para seniman rupa kaligrafi kali ini, begitu indah dipandang dan sejuk dihati.” Katanya. 

Sementara itu, Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, membanggakan potensi seniman lokal. “Banyak seniman di Kota Batu yang sudah diakui secara nasional dan go internasional,” ujarnya, menyebut nama-nama seperti Koeboe Sarawan, Slamet Henkus, dan D. Zawawi Imron. Ia berharap mereka dapat terus menginspirasi para seniman muda.

Kapolres Batu ketika menghadiri pameran lukisan
Kapolres Batu, AKBP Andi Yuda Pranata ketika hadir menikmati pameran lukisan kaligrafi

Kapolres Batu, AKBP Andi Yuda Pranata, melihat pameran ini dari sudut pandang yang unik. “Selama ini Kota Batu identik dengan wisata, tetapi dari pameran ini saya melihat bukan hanya estetika visual, tetapi juga moralitas yang dipadukan sehingga mewujudkan karya yang bisa dinikmati,” tuturnya.

Kepala Di Sparta Kota Batu ketika berada di pameran lukisan
Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto ketika berada di pameran lukisan kaligrafi
Salah satu karya lukisan kaligrafi
Salah satu karya lukisan kaligrafi

Dukungan pemerintah juga diutarakan oleh Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto. “Antusiasme di sini sangat luar biasa. Tidak hanya seni lukis, tetapi ada berbagai seni rupa yang ditampilkan seperti patung, instalasi, dan lampion,” katanya. Ia berjanji untuk menyelenggarakan event yang lebih besar lagi pada tahun depan, sehingga dapat menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Kota Batu. 

Seniman senior Kota Batu, Koeboe Sarawan, menyebut pameran ini sebagai “momentum yang langka” yang lahir dari kebersamaan, keimanan, dan cinta tanah air.

Koeboe Sarawan ketika melihat lukisan kaligrafi
Koeboe Sarawan bersama sahabat-sahabat melihat lukisan kaligrafi

“Pameran kaligrafi ini merupakan upaya kecil kami untuk menyalakan cahaya alam Ilahi di tengah-tengah kehidupan modern,” ungkap Koeboe. Melalui karya-karya ini, masyarakat diajak untuk melihat bahwa seni bukan hanya tentang keindahan, tetapi juga tentang kekuatan makna.

Baca Juga :  https://pendidikannasional.id/daerah/tni-gagalkan-ladang-ganja-ilegal-di-pegunungan-bintang-740-batang-diamankan/

Lihat Juga :  https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk

“Kota Batu yang dikenal dengan keindahan dan sejuk alamnya, hari ini menunjukkan jiwanya melalui semangat para perupa bersama-sama masyarakat memuliakan huruf-huruf suci Allah SWT,” tambahnya penuh khidmat. Koeboe berharap cahaya aksara ilahi dapat memancar ke seluruh Nusantara dari Kota Batu. “Mari ruang seni ini kita jadikan sebagai dzikir dan refleksi, agar setiap karya menjadi pengingat bahwa keindahan sejati adalah yang menegakkan kita kepada Sang Pencipta.”

Pameran Nasional Seni Rupa Kaligrafi “The Power of Qur’an” tidak hanya menjadi ajang apresiasi seni semata, tetapi juga sebuah deklarasi tentang harmoni antara pembangunan fisik kota, kelestarian budaya, dan penguatan spiritualitas yang berpadu indah dalam “kota wisata Batu”.

 

( Ria ). 

Array
Related posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *