Musrenbang Kecamatan Batu 2026 Wali Kota Hentikan Proyek Aspirasi, Terapkan Perencanaan Berbasis Data dan Prioritas

Musrenbang Kecamatan Batu 2026 Komitmen Kolektif Wujudkan Pembangunan Berbasis Data dan Prioritas

Kota Batu, PENDIDIKANNASIONAL.ID – Gedung Gor Gajah Mada Kecamatan Batu dipenuhi wajah-wajah yang menyimpan ribuan aspirasi. Turut hadir Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batu, Ketua DPRD beserta anggota dewan, serta jajaran SKPD terkait,ketua TP PKK Kota Batu, dan Ketua TP PKK sekecamatan Batu,hingga jajaran Forkopimcam, Lurah, kepala desa, Ketua RT/RW, pelaku UMKM, Forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Batu tahun ini bukan sekadar seremonial. Ia menjadi ruang uji komitmen bersama. ( 12/02/2026 ). 

Dalam sambutannya, Wali Kota Batu, Nurochman,S.H.,M.H.,membuka tabir baru tentang bagaimana pembangunan semestinya dirancang. Musrenbang tidak lagi boleh menjadi ajang legitimasi keinginan pejabat. Kebijakan, tegasnya, harus lahir dari kebutuhan riil masyarakat yang dapat diverifikasi.

Wali Kota Batu, Nurochman ketika memberikan sambutanya di Musrenbang Kec. Batu
Wali Kota Batu, Nurochman ketika memberikan sambutanya di Musrenbang Kec. Batu

“Keputusan Musrenbang kali ini terasa berbeda dan lebih mencerahkan. Setiap usulan kini disertai lokasi spesifik, alamat jelas, dan dokumentasi foto sebagai bukti. Ini bukan sekadar administrasi, ini perubahan cara berpikir,” ujar Wali Kota di hadapan ratusan peserta.

Pemerintah Kota Batu, lanjutnya, tidak lagi bekerja dengan asumsi. Perencanaan berbasis data menjadi fondasi mutlak. Setiap usulan konkret wajib melalui survei lapangan dan dihitung nilai rupiahnya sebelum masuk ke meja kebijakan.

Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ketika bersama seluruh Kepala Desa dan kelurahan serta Ketua TP PKK Kota Batu beserta seluruh Ketua PKK kelurahan dan desa se-Kec. Batu
Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ketika bersama seluruh Kepala Desa dan kelurahan serta Ketua TP PKK Kota Batu beserta seluruh Ketua PKK kelurahan dan desa se-Kec. Batu

Di tengah keterbatasan APBD, pemerintah tidak mungkin mengakomodasi seluruh usulan. Karena itu, setiap desa dan kelurahan diminta melakukan seleksi ketat dari puluhan usulan, cukup dua yang paling prioritas.

Langkah ini bukan tanpa alasan. Wali Kota mencontohkan optimalisasi lapangan desa di Sumberjo pada 2025 yang akan direplikasi di tiga desa lain pada 2026. Pendekatan ini menegaskan bahwa pembangunan bukan soal jumlah program, melainkan dampak yang terukur.

Ketua DPRD Kota Batu, Didik Subianto ketika di Musrenbang Kec. Batu
Ketua DPRD Kota Batu, Didik Subianto ketika di Musrenbang Kec. Batu

Ketua DPRD Kota Batu, H.Didik Subiyanto dalam sambutannya turut mengingatkan bahwa pembangunan bukan domain tunggal pemerintah. Partisipasi kolektif, katanya, adalah kunci. “Kemampuan daerah terbatas. Tidak semua program bisa didanai bersamaan. Maka, kita harus menyusun skala prioritas dan mencari peluang pendanaan dari APBN maupun kerja sama pihak ketiga,” tegasnya.

Pemerintah kota mendorong sinergi tiga pintu pendanaan. Pokok Pikiran (Pokir) DPRD, kepala daerah, dan dana desa/kelurahan. Anggota DPRD Dapil Batu 1 dan 2 diharapkan menjadikan data Musrenbang sebagai basis pengalokasian dana aspirasi. Tidak ada lagi ruang bagi alokasi yang tidak berdasar.

Balitbangda ketika berikan sambutanya
Bapelitbangda ketika berikan sambutanya

Di sisi lain, Bapelitbangda,Ir.Bangun Yulianto sebagai koordinator perencanaan memastikan bahwa metode participatory planning yang telah dibangun harus terus dipelihara. “Jika ada penurunan antusiasme, mari kita jaga bersama. Semangat kolaborasi ini adalah modal utama menuju 2027,” ujar perwakilan Bapelitbangda.

Tiga isu strategis menonjol dalam forum ini. Pertama, tata kelola Kawasan Songgoriti. Pemerintah tengah melakukan komunikasi intensif untuk mengambil alih 100 persen pengelolaan kawasan wisata tersebut. Langkah ini diyakini mampu mengoptimalkan potensi pariwisata sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Wali kota dan Wakil Wali Kota Batu ketika bersama seluruh RW se Kec. Batu
Wali kota dan Wakil Wali Kota Batu ketika bersama seluruh RW se Kec. Batu

Kedua, pengelolaan sampah berbasis desa. Masalah sampah, menurut Wali Kota, harus selesai di level desa. Pemerintah menginstruksikan alokasi anggaran desa untuk sistem pemilahan yang efektif, didukung APBD Kota. Arahan ini sejalan dengan kebijakan Menteri LHK yang mendorong intensifikasi pengelolaan lingkungan dari unit terkecil pemerintahan.

Ketiga, ketegasan terhadap pelanggaran tata ruang. Pemerintah Kota Batu menyatakan tidak akan memberikan toleransi kepada pengembang yang merusak lingkungan. Masyarakat didorong aktif melaporkan pelanggaran. “Tidak ada kompromi,” tegas Wali Kota.

Sekolah rakyat menengah 14 Batu ketika bersama Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batu
Sekolah rakyat menengah 14 Batu ketika bersama Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batu

Pelaku UMKM tidak perlu lagi kebingungan soal kemasan. Pemerintah telah menyediakan fasilitas pendampingan desain di BLUT (Badan Layanan Umum Terpadu) yang berlokasi di dekat Hotel Kusuma Agrowisata. Fasilitas ini gratis dan siap diakses kapan pun.

Di sektor pendidikan, pemerintah akan mengevaluasi efektivitas Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) untuk sekolah negeri. Selain itu, Musrenbang tematik akan diinisiasi untuk menjaring aspirasi komunitas yang selama ini mungkin terlewat, seperti pedagang pasar dan kelompok marginal lainnya.

Tampak jajaran SKPD terkait hadir dalam Musrenbang Kec. Batu
Tampak jajaran SKPD terkait hadir dalam Musrenbang Kec. Batu

Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) juga mendapat perhatian khusus. Kepala desa dan lurah diminta mengalokasikan anggaran untuk peralatan, edukasi, dan pendampingan. KIM adalah garda terdepan literasi dan pengelolaan informasi di akar rumput.

Memasuki tahun perencanaan 2027, Bapelitbangda memaparkan tema RKPD. “Penguatan Pemerintah Desa dan Kelurahan serta Pemberdayaan Masyarakat untuk Pemerataan Pembangunan dan Peningkatan Daya Saing Daerah.”

Wakil Wali Kota Ketika menyambut Wali Kota Batu
Wakil Wali Kota Ketika menyambut Wali Kota Batu

Sembilan agenda strategis yang dikenal dengan Nawa Bhakti diusung Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Agenda tersebut meliputi peningkatan kualitas SDM, pengembangan kebudayaan, penguatan Kamtibmas, pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif, pembangunan infrastruktur berwawasan lingkungan, penyelamatan sumber daya air, tata kelola pemerintahan yang inovatif, penguatan kerja sama, serta penguatan peran desa dan kelurahan.

Lima belas program unggulan turut dicanangkan, antara lain:

· Peningkatan layanan kesehatan hingga tingkat desa/kelurahan;

· Program pencetakan 1.000 sarjana dan pembangunan SMK;

· Subsidi air bersih bagi masyarakat prasejahtera;

· Subsidi listrik tempat ibadah;

· Pembangunan Sport Center, Botanical Garden, dan Mall UMKM;

· Pembangunan kawasan pengelolaan sampah;

· Peningkatan insentif tenaga pendidik, petugas keagamaan, dan pekerja lapangan.

Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batu ketika bersama Ketua DPRD beserta anggota DPRD BATU
Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batu ketika bersama Ketua DPRD beserta anggota DPRD BATU

Menjelang akhir acara, Ketua DPRD Kota Batu menyampaikan harapan yang menggema di seluruh ruangan. “Momentum Musrenbang ini harus menjadi wadah pemberdayaan masyarakat. Mari kita bersatu dalam perbedaan dan melanjutkan pembangunan demi tujuan bersama.”

Lihat Juga :  https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk

Bapelitbangda menutup dengan optimisme. “Kita optimis menyongsong 2027. Semoga apa yang kita programkan, usulkan, dan harapkan benar-benar terealisasi di tengah masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Batu.”

Musrenbang Kecamatan Batu 2026 bukan akhir, melainkan awal dari cara baru merancang masa depan. Dengan data sebagai pijakan, prioritas sebagai pedoman, dan kolaborasi sebagai energi, Kota Batu bergerak menuju satu cita-cita bersama 

Mbatu Sae, Sedoyo Sae. Batu yang baik, untuk semua.

 

( Ria ). 

Array
Related posts
Tutup
Tutup