14 Tahun Menanti, Walikota Batu Nurochman Akhirnya Berangkat Haji

Walimatus Safar, Wali Kota Batu, Nurochman bersama istri 14 tahun menanti berangkat menunaikan ibadah Haji. ( Foto : Ilustrasi ).

14 Tahun Menanti, Walikota Batu Nurochman Gelar Walimatus Safar Jelang Berangkat Haji 2026

Kota Batu, PENDIDIKANNASIONAL.ID – Penantian panjang selama 14 tahun akhirnya terbayar. Walikota Batu, Nurochman, bersama sang istri Siti Fauziah, bersiap menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci pada tahun 2026. Menjelang keberangkatan tersebut, keduanya menggelar walimatus safar di kediamannya di Desa Sumberjo, Minggu malam (19/4/2026), dalam suasana yang sarat haru dan doa.

Acara ini bukan sekadar tradisi pelepasan, tetapi juga menjadi momen refleksi spiritual sekaligus permohonan restu kepada masyarakat sebelum menjalankan rukun Islam kelima. Ratusan tamu undangan tampak hadir, mulai dari jajaran pejabat Pemerintah Kota Batu, tokoh agama, hingga warga sekitar yang turut memadati lokasi acara.

Wali Kota Batu, Nurochman, bersama istri, ketika memberikan sambutan sambutanya.
Wali Kota Batu, Nurochman, bersama istri, ketika memberikan sambutan sambutanya.

Di tengah suasana khidmat, Nurochman menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh masyarakat Kota Batu. Ia mengakui, selama menjalankan tugas sebagai kepala daerah, tentu tidak luput dari kesalahan maupun kekhilafan.

“Saya dan istri memohon maaf atas segala salah dan khilaf selama berinteraksi dengan masyarakat. Kami ingin berangkat ke Tanah Suci dengan hati yang bersih,” ujar Nurochman dengan nada tulus.

Perjalanan Panjang 14 Tahun Menuju Baitullah

Momen paling menyentuh dalam acara tersebut terjadi ketika Nurochman menceritakan perjalanan panjangnya untuk bisa menunaikan ibadah haji. Ia mengungkapkan bahwa dirinya telah mendaftar sejak tahun 2012, dan baru mendapatkan kesempatan berangkat pada tahun 2026. Artinya, ia harus menunggu selama 14 tahun,waktu yang tidak singkat untuk sebuah panggilan suci.

“Alhamdulillah, setelah menunggu cukup lama sejak 2012, akhirnya tahun ini kami diberi kesempatan menjadi tamu Allah,” ungkapnya.

Pencerahan rohani yang di berikan oleh Gua Sirod, pada Salamatus Safar.
Pencerahan rohani yang di berikan oleh Gua Sirod, pada Walimatus Safar.

Yang menarik, Nurochman menegaskan bahwa keberangkatannya bukan melalui jalur khusus atau undangan, melainkan melalui jalur haji reguler seperti masyarakat pada umumnya. Hal ini menjadi pesan tersendiri tentang kesabaran dan kesetaraan dalam menjalankan ibadah.

Dalam konteks nasional, masa tunggu haji di Indonesia memang dikenal cukup panjang, bahkan di beberapa daerah bisa mencapai belasan hingga puluhan tahun. Apa yang dialami Nurochman menjadi cerminan nyata dari antrean panjang tersebut.

Doa dan Harapan di Tengah Suasana Haru

Selama kurang lebih 42 hari ke depan, Nurochman dan rombongan akan menjalani rangkaian ibadah haji di Tanah Suci. Ia pun memohon doa agar seluruh proses ibadah dapat berjalan lancar, diberi kesehatan, serta kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur.

Tak hanya untuk dirinya, Nurochman juga menyampaikan doa bagi masyarakat Kota Batu yang memiliki niat serupa agar diberikan kemudahan untuk menunaikan ibadah haji maupun umrah.

“Semoga seluruh warga yang punya keinginan ke Baitullah segera dimudahkan jalannya oleh Allah SWT,” tuturnya.

Sebagai penutup sambutan, suasana semakin emosional ketika seluruh jamaah yang hadir bersama-sama melantunkan kalimat talbiyah. Lantunan “Labbaik Allahumma Labbaik” menggema, menciptakan nuansa religius yang mendalam dan menyentuh hati.

Ratusan warga masyarakat berserta keluarga besar, dan seluruh SKPD  hadir untuk memberikan doa dan dukungan kepada Wali Kota Batu bersama istri berangkat menunaikan ibadah haji.
Ratusan warga masyarakat berserta keluarga besar, dan seluruh SKPD hadir untuk memberikan doa dan dukungan kepada Wali Kota Batu bersama istri berangkat menunaikan ibadah haji.

 

Dukungan dan Doa dari Pemerintah Kota Batu

Wakil Walikota Batu, Heli Suyanto, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyampaikan ucapan selamat sekaligus doa terbaik bagi Nurochman dan istri.

Ia berharap perjalanan ibadah haji tersebut berjalan lancar tanpa hambatan, serta membawa keberkahan bagi keluarga maupun masyarakat Kota Batu.

“Kami semua mendoakan agar Pak Walikota dan Ibu diberikan kesehatan, kekuatan, serta kelancaran dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji,” ungkapnya.

Baca Juga : https://pendidikannasional.id/pendidikan/wali-kota-batu-launching-posyandu-inklusi-di-hari-autisme-sedunia-2026/

Baca Juga : https://pendidikannasional.id/pendidikan/109-tpq-di-batu-bergerak-pendidikan-al-quran-untuk-difabel-mulai-diperkuat/

Baca Juga : https://pendidikannasional.id/daerah/tradisi-17-tahun-di-kampung-halaman-wali-kota-batu-gema-takbir-festival-lampion-desa-sumberjo-meriahkan-1-syawal-1447-h/

Menurutnya, ibadah haji bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang membutuhkan kesiapan mental dan ketulusan hati.

Harapan dari Kementerian Agama

Senada dengan hal tersebut, perwakilan Kementerian Agama Kota Batu, Ahmad Jazuli, juga menyampaikan doa dan harapan agar seluruh proses ibadah dapat berjalan dengan baik.

Ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan serta kesiapan dalam menjalankan rukun, wajib, dan sunnah haji selama berada di Tanah Suci.

“Semoga diberikan kelapangan, kesehatan, dan kemudahan dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji,” ujarnya.

Lebih jauh, ia juga menitipkan doa agar perjalanan ibadah ini membawa dampak positif, tidak hanya bagi pribadi yang menjalankan, tetapi juga bagi masyarakat luas.

“Semoga membawa keberkahan bagi Kota Batu dan Indonesia menjadi negeri yang Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur,” tambahnya.

Berangkat 22 April 2026, Menuju Perjalanan Suci

Rencananya, Walikota Batu beserta rombongan akan bertolak menuju Tanah Suci pada 22 April 2026. Keberangkatan ini menjadi awal dari perjalanan spiritual yang penuh makna, sekaligus penutup dari penantian panjang yang telah dijalani selama lebih dari satu dekade.

Walimatus safar yang digelar di Desa Sumberjo pun menjadi simbol kebersamaan antara pemimpin dan masyarakat. Tidak ada sekat, tidak ada perbedaan semua larut dalam doa dan harapan yang sama.

Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk

Di balik jabatan dan tanggung jawab besar sebagai kepala daerah, Nurochman menunjukkan sisi humanis sebagai seorang hamba yang menanti panggilan Ilahi dengan kesabaran dan ketulusan.

Kini, perjalanan menuju Baitullah telah di depan mata. Harapan pun mengiringi langkahnya: kembali ke tanah air dengan selamat, membawa keberkahan, serta menyandang gelar haji yang mabrur.

 

Penulis : Riadi. 

Editor : Tim Redaksi Pendidikannasional.id.

Array
Related posts
Tutup
Tutup