Kolaborasi TNI AL-AU di Natuna Tabur Bunga untuk Pahlawan Laut dan Kedaulatan NKRI

Upacara tabur bunga peringatan Hari Dharma Samudera 2025 di geladak KRI Hasan Basri-382, Faslabuh Selat Lampa, Natuna.( Foto : istimewa )

Wujud Sinergi TNI, Danlanud RSA Ikuti Ritual Tabur Bunga Peringati Hari Dharma Samudera 2025 di Natuna

Natuna,PENDIDIKANNASIONAL.ID – Semangat pengorbanan dan ketangguhan para pahlawan laut Indonesia kembali dikobarkan dalam upacara tabur bunga peringatan Hari Dharma Samudera 2025. Upacara khidmat ini digelar di atas geladak Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Hasan Basri (HBS)-382, yang bersandar di Fasilitas Labuh (Faslabuh) Selat Lampa, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Kamis (15/1/2025).

Upacara yang mengusung tema “Kobarkan Semangat Pertempuran Prajurit Jalasena Yang Tangguh, Profesional dan Modern” ini tidak hanya diikuti oleh jajaran TNI Angkatan Laut (AL) tetapi juga menjadi wujud nyata sinergi antar matra TNI. Kehadiran Komandan Lanud (Danlanud) Raden Sadjad, Marsma TNI Onesmus Gede Rai Aryadi, S.E., M.M., M.Han., menjadi penanda kuat kolaborasi TNI AU dan TNI AL dalam menjaga kedaulatan negara di wilayah perairan Natuna yang strategis.

Komandan Lanud Raden Sadjad, Marsma TNI Onesmus Gede Rai Aryadi, hadir dalam upacara TNI AL sebagai wujud sinergi matra.
Komandan Lanud Raden Sadjad, Marsma TNI Onesmus Gede Rai Aryadi, hadir dalam upacara TNI AL sebagai wujud sinergi matra.

Upacara dipimpin langsung oleh Komandan Pangkalan TNI AL (Lanal) Ranai, Kolonel Laut (P) Ady Dharmawan, S.IP., P.S.C. Suasana hening dan penuh hormat menyelimuti geladak KRI Hasan Basri-382 saat prosesi dimulai. Diawali dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan bahari dan mengheningkan cipta, upacara diikuti dengan khidmat oleh prajurit TNI AL, Aparatur Sipil Negara (ASN) Lanal Ranai, serta perwakilan Jalasenastri (persatuan istri prajurit TNI AL).

Ritual tabur bunga ke laut lepas merupakan simbol penghormatan mendalam. Setiap kuntum bunga yang jatuh dan hanyut di ombak mencerminkan doa dan ingatan yang tak pernah padam atas jiwa-jiwa pemberani yang gugur di medan tugas membela laut Nusantara.

Dalam sambutannya, Komandan Lanal Ranai, Kolonel Laut (P) Ady Dharmawan, menegaskan makna filosofis dari tradisi tahunan ini. “Tabur bunga ini menjadi bentuk penghormatan tertinggi atas pengorbanan tak ternilai para pahlawan laut kita, dengan sosok Komodor Yos Sudarso sebagai teladan abadi. Gugurnya beliau dalam Pertempuran Laut Aru, 15 Januari 1962, adalah bukti nyata pengabdian tanpa pamrih demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.

Peringatan Hari Dharma Samudera tidak sekadar rutinitas seremonial. Lebih dari itu, ia berfungsi sebagai momentum nasional untuk merefleksikan dan meneladani nilai-nilai luhur kepahlawanan, semangat pantang menyerah, dan dedikasi tanpa batas yang ditunjukkan para pejuang kemerdekaan di laut. Nilai-nilai inilah yang diharapkan terus mengalir dalam darah setiap prajurit TNI AL masa kini.

Baca Juga : https://pendidikannasional.id/daerah/tni-al-gelar-upacara-dharma-samudera-di-nala-eco-point-tegaskan-kehadiran-untuk-seluruh-rakyat/

Kolonel Ady Dharmawan juga menekankan pentingnya peringatan ini sebagai penguat sinergi. “Di tengah dinamika keamanan maritim yang kompleks, sinergi antar matra TNI dan dengan seluruh komponen bangsa bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan. Peringatan ini mengingatkan kita bahwa menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah perairan Indonesia adalah tugas bersama yang harus diemban dengan soliditas dan profesionalisme tinggi,” tegasnya.

Keikutsertaan Marsma TNI Onesmus Gede Rai Aryadi selaku Danlanud Raden Sadjad merupakan cerminan konkret dari seruan sinergi tersebut. Kehadiran pimpinan TNI AU di upacara TNI AL menyiratkan pesan kuat tentang kesatuan komando, integrasi kekuatan, dan kesamaan visi dalam menjaga setiap jengkal wilayah udara dan perairan Indonesia, khususnya di wilayah frontier seperti Natuna.

Pemilihan lokasi upacara di Faslabuh Selat Lampa, Natuna, sarat dengan pesan strategis. Natuna, dengan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) yang kaya sumber daya alam, merupakan wilayah terdepan yang kerap menjadi perhatian. Pengamanan di wilayah ini membutuhkan postur pertahanan yang kuat dan terintegrasi.

Pelaksanaan upacara di atas KRI yang sedang berlabuh di titik ini juga merupakan bentuk show of presence dan penegasan bahwa TNI hadir dan siap siaga di seluruh penjuru Nusantara. KRI Hasan Basri-382, sebagai kapal perang modern TNI AL, mewakili transformasi menuju kekuatan laut yang tangguh dan profesional seperti tema yang diusung.

Lihat Juga :  https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk

Secara edukatif, peringatan Hari Dharma Samudera 2025 ini mengajarkan kepada generasi muda akan pentingnya sejarah maritim. Perjuangan Komodor Yos Sudarso dan rekan-rekannya adalah pelajaran tentang cinta tanah air, keberanian, dan taktik kepemimpinan di bawah tekanan. Warisan ini harus menjadi inspirasi untuk membangun Indonesia sebagai poros maritim dunia yang berdaulat dan bermartabat.

Upacara tabur bunga hari itu ditutup dengan doa bersama untuk keabadian jiwa para pahlawan. Semoga gelora semangat “Jalesveva Jaya Mahe” (Di Lautan Kita Jaya) yang dikumandangkan mereka terus bergema, menginspirasi setiap langkah prajurit TNI dan segenap anak bangsa dalam mengawal laut Indonesia untuk kemakmuran rakyat. Sinergi yang ditunjukkan dalam upacara ini diharapkan menjadi fondasi kokoh untuk menghadapi setiap tantangan di lautan masa depan.

 

( Julita ).

Array
Related posts
Tutup
Tutup