Diskumperindag Kota Batu Gelar Workshop HKI, Bantu UMKM Amankan Merek Dagang

Dokumentasi foto bersama peserta dan panitia Workshop Peningkatan Daya Saing dan HKI Batch 5 Diskumperindag Kota Batu di Kudo Cafe, Desember 2025 ( Foto : Tim Pendidikannasional.id ).

https://katalog.inaproc.id/informasi-suara-indonesia

BERITA VERSI VIDIO

Diskumperindag Kota Batu Gelar Workshop HKI Batch 5, Dukung Perlindungan Hukum bagi UMKM dan Koperasi

Kota Batu, PENDIDIKANNASIONAL.ID – Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumperindag) Kota Batu sukses menggelar Workshop Keterampilan Peningkatan Daya Saing, Branding, dan Pemasaran untuk Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Koperasi (UMKMK) Batch 5. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 4-5 Desember 2025, ini bertempat di Kudo Cafe and Convention Hall, Jalan Imam Bonjol Atas No. 85A, Sisir, Kota Batu.

Workshop ini diikuti puluhan pelaku UMKM dan perwakilan koperasi se-Kota Batu. Kegiatan ini merupakan bagian dari program perencanaan dan pembangunan industri, sub kegiatan koordinasi dan pelaksanaan pemberdayaan industri serta peran serta masyarakat, dengan sumber anggaran dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2025.

Andry Yunanto, SE., MSA., sedang memaparkan materi tentang masa berlaku dan pentingnya perpanjangan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) kepada puluhan peserta workshop di Kudo Cafe, Kota Batu
Andry Yunanto, SE., MSA., sedang memaparkan materi tentang masa berlaku dan pentingnya perpanjangan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) kepada puluhan peserta workshop di Kudo Cafe, Kota Batu

Fokus utama workshop Batch 5 adalah sosialisasi dan pendampingan Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Tujuannya, agar nama koperasi dan produk-produk unggulan UMKMK, termasuk Koperasi Merah Putih di tingkat kelurahan dan desa, memiliki perlindungan dan kepastian hukum yang kuat di pasar.

Dalam pemaparannya, Andry Yunanto, SE., MSA., menekankan pentingnya pemahaman terhadap masa berlaku HKI. “Masa berlaku HKI, khususnya merek, adalah selama 10 tahun. Jangan sampai hak tersebut kedaluwarsa. Harus selalu diingat atau dicatat masa berlakunya, jangan sampai terlewatkan,” tegas Yunanto.

Puluhan pelaku UMKM dan perwakilan koperasi Kota Batu menyimak dengan antusias dalam Workshop HKI Batch 5 yang diselenggarakan Diskumperindag Kota Batu.
Puluhan pelaku UMKM dan perwakilan koperasi Kota Batu menyimak dengan antusias dalam Workshop HKI Batch 5 yang diselenggarakan Diskumperindag Kota Batu.

Ia memperingatkan, kelalaian dalam memperbarui hak merek dapat berakibat fatal. “Kalau sampai lupa, memperbaruinya bisa menjadi sulit karena bisa jadi merek tersebut sudah diambil atau didaftarkan oleh pihak lain. Akibatnya, pelaku usaha harus mengurus dari awal lagi atau bahkan kehilangan hak atas merek yang sudah dibangun,” ungkapnya.

Yunanto juga memberikan instruksi teknis kepada peserta yang mendaftarkan produk usahanya pada workshop tersebut. “Bagi peserta yang kali ini mendaftarkan produk usahanya, jangan lupa dicek di Pangkalan Data Kekayaan Intelektual (PDKI) pada minggu terakhir Desember 2025 sampai bulan Januari 2026. Jika sudah terdaftar, akan ada keterangan ‘didaftar’. Setelah itu, akan melalui proses pemeriksaan substantif oleh examiner sebelum akhirnya disetujui,” tambahnya.

Sri Wulandari, manajer pabrik rokok dari Junrejo, menyampaikan testimoni usai mengikuti Workshop HKI Diskumperindag Kota Batu.
Sri Wulandari, manajer pabrik rokok dari Junrejo, menyampaikan testimoni usai mengikuti Workshop HKI Diskumperindag Kota Batu.

Workshop ini mendapat sambutan positif dari peserta. Sri Wulandari, manajer dari satu-satunya pabrik rokok di Kecamatan Junrejo, Kota Batu, mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Batu melalui Diskumperindag.

“Kami berharap dengan mengikuti kegiatan ini, kualitas dan kapasitas produksi bisa lebih baik. Yang utama, dengan adanya perlindungan hukum untuk merek kami, pemasaran bisa lebih luas dan aman,” ujar Wulandari kepada media. Ia juga berharap kuota pendaftaran HKI melalui program pemerintah bisa diperluas agar lebih banyak UMKM yang terbantu.

Evi Widiyawati pelaku UMKM menyampaikan testimoni usai mengikuti Workshop HKI Diskumperindag Kota Batu
Evi Widiyawati pelaku UMKM menyampaikan testimoni usai mengikuti Workshop HKI Diskumperindag Kota Batu

Senada dengan itu, Evi Widiyawati, pelaku UMKM di bidang makanan dan minuman, menyatakan workshop ini meningkatkan kepercayaan dirinya. “Dengan mengikuti program seperti ini, saya semakin yakin dan percaya diri untuk mengembangkan usaha. Saya berharap kedepan usaha semakin berkembang, produk lebih dipercaya kualitasnya, dan merek saya lebih resmi serta tidak bisa ditiru oleh orang lain,” kata Evi.

Kegiatan ini menegaskan komitmen Pemerintah Kota Batu dalam membangun ekosistem usaha yang kondusif, inovatif, dan berkelanjutan. Dengan memberikan pemahaman mendalam tentang HKI, pelaku UMKMK tidak hanya diajak untuk melindungi aset intelektual mereka, tetapi juga membangun fondasi yang kuat untuk bersaing di tingkat yang lebih tinggi.

Suasana ketika sesi tanya jawab
Suasana peserta ketika sesi tanya jawab

Baca Juga :  https://pendidikannasional.id/daerah/jumat-berkah-dan-himbauan-keselamatan-dari-satpolairud-natuna-untuk-para-buruh-pelabuhan/

Lihat Juga :  https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk

Perlindungan HKI menjadi langkah strategis dalam mencegah praktik pemalsuan, meningkatkan nilai tambah merek, dan membuka peluang ekspansi pasar. Diharapkan, setelah mengikuti workshop ini, para peserta dapat segera merealisasikan pendaftaran HKI dan menjadikannya sebagai strategi utama dalam pengembangan bisnis.

Ke depan, Diskumperindag Kota Batu berencana untuk terus mengadakan program serupa serta pendampingan berkelanjutan, guna mendorong terciptanya lebih banyak UMKM dan koperasi di Kota Batu yang tidak hanya kreatif dan produktif, tetapi juga memiliki legalitas dan daya saing yang tangguh di era digital dan pasar global.

 

( Ria ). 

Array
Related posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *