Inovasi Ramah Lingkungan Kisah Buu Yeni Rahmawati ( 56 ). Mengubah Sampah dan Ampas Sawit Menjadi Sabun Organik
Kota Batu, Jawa Timur PENDIDIKANNASIONAL.ID – Berawal dari keprihatinan terhadap banyaknya bahan kimia dalam produk pembersih kemasan, Buu Yeni Rahmawati (56) berinovasi menciptakan sabun organik dari pemanfaatan sampah dan ampas kelapa sawit (mess). Dengan semangat mengurangi limbah dan dampak kimia berbahaya, produk buatannya tak hanya ramah lingkungan tetapi juga terjangkau dan multifungsi.
Awalnya, Buu Yeni dan ibu-ibu di Kota Batu belajar memanfaatkan eco-enzim hasil fermentasi sampah organik untuk menetralisir zat kimia dalam pembersih kemasan. Namun, ia kemudian berpikir, “Mengapa tidak membuat pembersih sendiri dari bahan alami?”

Ia pun bereksperimen dengan ampas kelapa sawit (mess) sebagai bahan utama. Namun, karena suhu dingin di Batu membuat sabun berbahan mess murni cepat mengental dan kurang disukai, ia akhirnya mengombinasikannya dengan eco-enzim. Hasilnya? Sabun cair yang konsistensinya mirip produk pabrik, tetapi dengan kadar kimia jauh lebih rendah.
Sabun buatan Buu Yeni terbuat dari bahan-bahan alami seperti mess sawit, minyak kelapa, susu (sapi atau kambing), dan eco-enzim. Tak ada bahan kimia tambahan, sehingga aman untuk kulit dan lingkungan. Uniknya, 1 kg mess bisa menghasilkan 24 liter sabun!

Produk ini bisa digunakan untuk berbagai keperluan seperti mencuci baju dan piring, sabun mandi dan keramas bahkan cocok untuk kulit sensitif karena bebas parfum
Inovasinya tidak lepas dari bimbingan LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia). Ia juga belajar pembuatan sabun padat dari seorang ahli asal Indonesia yang berdomisili di Amerika via Zoom. Hasilnya, sabun susunya yang tanpa bahan pengawet bahkan tidak memiliki masa kedaluwarsa.
Yang mengejutkan, produknya sudah sampai ke Mekah! “Di sana, sabun berparfum dilarang, jadi teman saya yang berhaji membawa sabun kami sebagai oleh-oleh,” ceritanya bangga.

Buu Yeni membuka peluang bagi siapa pun yang ingin belajar membuat sabun organik. “Kami ajarkan secara gratis, bahannya murah, dan mudah didapat,” ujarnya. Selama ini, pemasaran masih mengandalkan dari mulut ke mulut dan pelanggan setia.
“Tujuan kami sederhana yaitu mengurangi sampah, meminimalisir bahan kimia, dan memberi alternatif produk ramah lingkungan,” tegasnya.
Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk
Dengan komitmennya yang kuat, Buu Yeni membuktikan bahwa inovasi berkelanjutan bisa dimulai dari hal kecil mengubah sampah dan limbah menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi banyak orang.
Bagi yang tertarik, bisa langsung menghubunginya untuk belajar atau memesan sabunnya. Siapa tahu, produk lokal ini suatu hari bisa go international!
( Ria ).


Inovasi Ramah Lingkungan Kisah Buu Yeni Rahmawati ( 56 ). Mengubah Sampah dan Ampas Sawit Menjadi Sabun Organik ( Foto : istimewa ). 
