Dispertan dan KP Kota Batu Inovasi Bioflok Dukung Ketahanan Pangan

Dispertan dan KP Kota Batu inovasi Bioflok  Dukung Ketahanan Pangan Prabowo Subianto

PENDIDIKANNASIONAL.ID – Kota Batu semakin serius mengimplementasikan program ketahanan pangan yang digaungkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Salah satunya melalui terobosan teknologi bioflok oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dipertan KP), yang berhasil memangkas masa panen ikan nila dari 6 bulan menjadi hanya 4 bulan. Efisiensi ini menjadi solusi cerdas di daerah dengan suhu dingin seperti Batu, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.( 30/07/2025 ). 

Kadispertan KP Kota Batu, Heru Yulianto, menjelaskan bahwa kondisi geografis Batu yang berada di ketinggian 600-2.000 mdpl menyebabkan pertumbuhan ikan lebih lambat. “Dengan bioflok, produktivitas meningkat signifikan. Ini akan kami kembangkan ke desa-desa lain di Batu,” tegasnya.  

Bioflok adalah sistem budidaya ikan yang memanfaatkan mikroorganisme untuk mengolah limbah organik menjadi pakan alami. Teknologi ini tidak hanya mempercepat panen, tetapi juga mengurangi biaya produksi dan lebih ramah lingkungan.  

Baca Juga :  https://pendidikannasional.id/daerah/camat-bumiaji-dukung-ketahanan-pangan-dan-tekan-angka-stunting/

“Kami bersinergi dengan TP PKK Kota Batu dalam berbagai program, mulai dari perawatan hingga pascapanen, termasuk pengolahan hasil pertanian seperti lombok, jagung, dan tentunya ikan,” ungkap Heru.  

Peran PKK sangat vital, terutama dalam penguatan ekonomi keluarga melalui pelatihan pengolahan hasil perikanan dan pertanian. Dengan kolaborasi ini, masyarakat tidak hanya menjadi produsen, tetapi juga mampu menciptakan produk bernilai tambah seperti abon ikan, keripik nila, atau sambal lombok khas Batu. 

Lihat Juga :  https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk

Selain mendongkrak ekonomi, ikan nila juga menjadi solusi penurunan stunting berkat kandungan proteinnya yang tinggi. “Ini sejalan dengan program pemerintah pusat untuk memerangi stunting melalui pangan bergizi,” tambah Heru.  

Kota Batu optimis bahwa kombinasi bioflok, kolaborasi multipihak, dan diversifikasi produk akan mempercepat tercapainya ketahanan pangan berkelanjutan. Ke depan, program ini akan digencarkan untuk menjangkau lebih banyak wilayah di Batu.  

 

( Ria ).

Array
Related posts
Tutup
Tutup