Karnaval Budaya di Giripurno Batu Berlangsung Aman, Meski Ada Beberapa Catatan Evaluasi
Kota Batu, PENDIDIKANNASIONAL.ID – Karnaval budaya di Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu berjalan cukup aman, meski terdapat beberapa pelanggaran terhadap kesepakatan awal. Polres Batu telah menerapkan aturan ketat, termasuk pembatasan sound system, namun durasi acara yang melebihi batas waktu menjadi sorotan.
Meski demikian, panitia dinilai telah mematuhi sejumlah poin kesepakatan, seperti pembatasan jumlah subwoofer maksimal lima per kendaraan, penggunaan truk Colt Diesel (bukan Fuso), serta pengaturan keamanan dan kelancaran lalu lintas. Langkah ini diapresiasi sebagai upaya menciptakan karnaval yang tertib dan berpotensi menjadi atraksi wisata, bukan sumber gangguan.

Durasi Karnaval Melebihi Kesepakatan, Panitia Diingatkan. Salah satu poin yang dilanggar adalah waktu penyelenggaraan yang seharusnya berakhir pukul 23.00 WIB. Karnaval justru berlangsung lebih lama, memicu evaluasi dari pihak kepolisian.
Kompol Anton Widodo, Kabag Ops Polres Batu, menjelaskan bahwa molornya acara disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:
– Pawai pagi yang mundur dari jadwal.
– Kondisi jalan menuju finish yang naik-turun, mengharuskan kendaraan berhati-hati.
– Jumlah peserta yang banyak, memperpanjang durasi penampilan di depan panggung kehormatan.
Baca Juga : https://pendidikannasional.id/nasional/kpk-tangkap-4-tersangka-korupsi-di-kementerian-ketenagakerjaan/
Sebagai tindakan tegas, petugas memberikan peringatan kepada enam kendaraan peserta yang melaju terlalu lambat dan melanggar batas waktu. Kendaraan tersebut tidak diperbolehkan menyalakan sound system saat mendekati garis finish.
Polres Batu Akan Lakukan Assessment untuk Karnaval Berikutnya. Anton menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh, mulai dari tahap persiapan hingga pengamanan. “Ke depan, kami akan melakukan assessment dengan panitia dan mengecek langsung lokasi serta rute karnaval di desa-desa lain. Harapannya, panitia dapat mencontoh kesepakatan yang dibuat Desa Giripurno agar karnaval berjalan tertib dan aman,” ujarnya.
Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk
Ia juga menekankan bahwa pelanggaran yang terjadi akan diproses sesuai aturan, demi mengutamakan kepentingan umum. “Kami berkomitmen memastikan acara budaya tetap menjadi hiburan yang positif, bukan sumber keresahan warga,” pungkas Anton.
Dengan adanya evaluasi ini, diharapkan karnaval budaya di Kota Batu ke depan dapat lebih tertib, lancar, dan menjadi daya tarik wisata yang berkelanjutan.
( Humas Polres Batu ).
Editor: Ria.


Kompol Anton Widodo, Kabag Ops Polres Batu, menjelaskan bahwa molornya acara disebabkan oleh beberapa faktor ( Foto : Humas Polres Batu. ). 
