Kapolri Hadiri Tanwir I Aisyiyah Dukung Kesetaraan Gender

Kapolri Hadiri Tanwir I Aisyiyah untuk Mendukung Kesetaraan Gender

Jakarta,Pendidikannasional.id – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo hadir dalam acara Tanwir I Aisyiyah yang berlangsung di Hotel Tavia Heritage, Jakarta Pusat, pada hari Rabu, 15 Februari 2025. Kehadirannya disambut dengan tepuk tangan meriah ketika beliau menyampaikan salam Muhammadiyah. Dalam kesempatan ini, Kapolri menegaskan komitmen Polri untuk terus mendukung isu-isu yang berhubungan dengan perempuan dan kesetaraan gender. 

Acara tersebut juga dihadiri oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Muti, Ketua Umum PP Aisyiyah, Salmah Orbayinah, serta pengurus PP Muhammadiyah dan PP Aisyiyah lainnya. Kapolri juga didampingi beberapa pejabat tinggi Polri, termasuk Irwasum Polri, Komjen Dedi Prasetyo, dan Kadiv Humas Polri, Irjen Sandi Nugroho. 

Baca Juga : https://pendidikannasional.id/nasional/prabowo-dijadwalkan-hadiri-pengukuhan-ketum-kadin/

Dalam sambutannya, Kapolri mengungkapkan rasa terhormat bisa hadir di acara tersebut dan melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan PP Aisyiyah mengenai perlindungan perempuan dan anak. 

“Ini adalah suatu kehormatan bagi kami dan juga kesempatan untuk memperkuat kolaborasi,” ujar Kapolri. 

Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk

Kapolri menekankan pentingnya kesetaraan gender yang telah menjadi isu global dan selalu diperjuangkan. Ia mengingatkan bahwa perjuangan untuk kesetaraan gender di Indonesia sudah berlangsung lama, didukung oleh kontribusi tokoh-tokoh perempuan seperti Cut Nyak Dien, RA Kartini, dan Nyai Ahmad Dahlan. 

Lebih lanjut, Kapolri menjelaskan bahwa Polri terus memberikan kesempatan bagi perempuan untuk berkembang, termasuk dalam karier kepolisian. Ia mengungkapkan adanya Perkap Nomor 1 Tahun 2022 tentang Pengarusutamaan Gender, yang membuka peluang bagi polisi wanita (Polwan) untuk berkarier di bidang operasional maupun staf. 

” Saat ini, terdapat enam Polwan berpangkat Brigjen, dan beberapa di antaranya pernah menjabat posisi strategis, seperti Kapolda. Kapolri optimis bahwa ke depannya, Polwan dapat mempersiapkan diri untuk posisi tertinggi, termasuk menjadi Kapolri.” Jelas Kapolri. 

Kapolri juga menyampaikan informasi mengenai pembentukan Direktorat Tindak Pidana Perempuan dan Anak serta Pidana Perdagangan Orang (PPAPPO), yang sebelumnya berada di tingkat subdirektorat. Dengan adanya direktorat baru ini, ia berharap penanganan kasus-kasus yang berkaitan dengan perempuan dan anak dapat dilakukan secara lebih efektif. 

“Penanganan isu perempuan dan anak memerlukan pendekatan khusus, dan kami percaya peran Polwan sangat krusial dalam mengatasi hal-hal ini dengan sensitif,” tutup Kapolri.

( ***  ).

Array
Related posts
Tutup
Tutup