Pemkot Batu dan Mojokerto Jalin Kerjasama Kendalikan Inflasi

Pemerintah Kota Batu dan Pemerintah Kota Mojokerto Menjalin Kerja Sama untuk Mengendalikan Inflasi di Wilayah Mereka

Batu, Pendidikannasional.id – Pemerintah Kota Batu, melalui Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (BPSDA), mengadakan Pertemuan Tingkat Tinggi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang berlangsung di Hall Semeru Hotel Aston Inn, Kota Batu, pada hari Kamis (10/10). Kegiatan yang bertemakan “Peningkatan Kerja Sama Antardaerah dalam Menstabilkan Distribusi Bahan Pokok untuk Mengendalikan Inflasi” ini merupakan langkah awal bagi Pemerintah Kota Batu dan Pemerintah Kota Mojokerto untuk membangun kerjasama dalam pengendalian dan penanganan inflasi, terutama yang berkaitan dengan distribusi bahan pokok.

Baca Juga : https://pendidikannasional.id/daerah/smk-negeri-2-batu-tingkatkan-kompetensi-anak-didik/

Kerjasama yang tercipta melalui penandatanganan kesepakatan dan perjanjian antara kedua daerah mengenai dukungan untuk penyediaan dan distribusi bahan pokok ini, dihadiri oleh Penjabat. Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, bersama dengan tim pejabat Pemerintah Kota Batu, Pj. Wali Kota Mojokerto, Mohammad Ali Kuncoro, bersama dengan staf pemerintah Kota Mojokerto, Kapolres Batu, Perwira Penghubung (Pabung) Kodim 0818 Malang-Batu, serta perwakilan dari Kejaksaan Negeri Batu.

Selain diisi dengan penampilan siswa-siswi SLB Eka Mandiri yang mempersembahkan Tari Sesonderan dan sebuah lagu, acara ini juga termasuk Penganugerahan Penghargaan Lencana dan Piagam Hakaryo Guno Mamayu Bawono emas yang diberikan oleh Pj. Wali Kota Batu kepada Pj. Wali Kota Mojokerto. Berikutnya, Penjabat Wali Kota Mojokerto memberikan penghargaan berupa Lencana dan Piagam Hasta Bratha Surya Majapahit kepada Penjabat. Kepala Daerah Kota Batu.

“Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memastikan kelancaran distribusi bahan kebutuhan pokok serta menjaga kestabilan harga, yang memerlukan kolaborasi antar daerah,” ungkap Emilyati, Kepala BPSDA Kota Batu.

Menurut Aries Agung Paewai, terdapat dua aspek utama yang menjadi perhatian dalam kerja sama ini, yaitu mengenai pengembangan wilayah dan distribusi bahan pokok. Mojokerto adalah sebuah kota yang terletak di Jawa Timur dan menunjukkan kemajuan yang sangat pesat. Salah satu buktinya yang konkret adalah pencapaian sebagai juara umum dalam LPPD (Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah). Tentu saja, kita dapat mengambil inspirasi dari hal-hal baik yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Mojokerto. Jika Kota Batu memiliki kelebihan hasil pertanian, baik dalam bentuk tanaman pangan maupun tanaman hias, maka Kota Mojokerto mengunggulkan komoditas utama berupa telur dan beras. “Pastinya, melalui distribusi komoditas yang saling terhubung antara Kota Batu dan Kota Mojokerto, diharapkan dapat menurunkan tingkat inflasi,” kata Aries.

Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk

Sebagai langkah dukungan, baik Pemerintah Kota Batu maupun Pemerintah Kota Mojokerto akan memberikan bantuan subsidi untuk layanan angkutan yang akan dilaksanakan pada tahun anggaran saat ini (APBD 2024). Kota Batu, yang merupakan destinasi wisata, memiliki permintaan konsumsi yang sangat tinggi. Oleh karena itu, pasokan untuk kebutuhan dasar harus selalu terpenuhi. Menjelang akhir tahun ini, sektor pariwisata diperkirakan akan mengalami peningkatan jumlah pengunjung, terutama yang datang dari luar Kota Batu. “Oleh karena itu, kami telah merancang langkah-langkah strategis untuk menangani hal ini, di antaranya melalui kerjasama antar wilayah, pengembangan ekonomi lokal yang beragam, penstabilan harga komoditas pertanian, serta penguatan jaringan perlindungan sosial,” tambah Aries.

Wali Kota Mojokerto, Mohammad Ali Kuncoro, dalam acara tersebut memberikan penghargaan kepada Pemerintah Kota Batu. “Kami menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kota Batu yang telah meluangkan waktu dan memberikan kesempatan kepada Pemerintah Mojokerto untuk bekerja sama, saling memperkuat, dan berkolaborasi sesuai dengan potensi serta kearifan lokal yang kita miliki. ” Melalui kolaborasi ini, tentunya akan terjadi pertukaran pengetahuan dan perspektif di antara kita, guna saling menyampaikan pandangan serta pengalaman yang bertujuan untuk meningkatkan efektivitas kerja kita demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Apa yang kita lakukan hari ini adalah salah satu langkah untuk mengurangi dampak di masa depan. “Untuk membangun masa depan yang lebih baik, kita perlu mampu meramalkan dan merencanakan apa yang akan terjadi di masa mendatang,” kata Ali Kuncoro.

Di samping itu, Ali Kuncoro juga mengungkapkan bahwa persoalan-persoalan yang berkaitan dengan masa depan ini perlu direncanakan dan dipikirkan secara mendalam dengan melibatkan berbagai pihak. Dengan demikian, pengelolaan inflasi menjadi salah satu upaya dan strategi untuk menyongsong masa depan yang lebih baik sesuai dengan motto kami, yaitu SIAP (Sinergis, Inovatif, Adaptif, dan Proaktif). Oleh karena itu, kita tidak boleh merasa lelah dan letih dalam terus memberikan dedikasi serta layanan terbaik untuk masyarakat,”tegas Ali Kuncoro.

( Kontributor,Diskominfo ) (Adi ).

Array
Related posts
Tutup
Tutup