Ribuan Warga Ikuti Jalan Sehat, Selamatan Desa Junrejo dan HUT RI ke-81 Resmi Dimulai

Ribuan Warga Semarakkan Gerak Jalan, Desa Junrejo Awali Selamatan Desa dan Peringatan HUT Ke-81 RI dengan Spirit Persatuan dan Kebersamaan

Kota Batu, PENDIDIKANNASIONAL.ID – Semangat kebangsaan dan nilai-nilai kebersamaan mewarnai pembukaan rangkaian Selamatan Desa serta peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia di Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Minggu (2/8/2026). Ribuan masyarakat dari berbagai lapisan usia memadati halaman Balai Desa Junrejo untuk mengikuti kegiatan gerak jalan massal yang menjadi penanda dimulainya rangkaian agenda budaya, sosial, dan kemasyarakatan selama bulan Agustus.

Perhelatan tersebut bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan menjadi ruang kolektif bagi masyarakat untuk memperkuat semangat persatuan, meningkatkan solidaritas sosial, serta meneguhkan komitmen dalam membangun desa yang harmonis dan berdaya saing. Kehadiran masyarakat dari tiga dusun utama, yakni Dusun Njeding, Dusun Rejoso, dan Dusun Junrejo, mencerminkan tingginya partisipasi publik dalam menjaga tradisi sekaligus merawat identitas sosial yang telah tumbuh secara turun-temurun.

Pelepasan burung merpati serta burung perkutut sebagai pertanda harapan dan kemakmuran.
Pelepasan burung merpati serta burung perkutut sebagai pertanda harapan dan kemakmuran.

Berdasarkan data panitia pelaksana, jumlah peserta gerak jalan diperkirakan melampaui 6.000 orang, menjadikan kegiatan tersebut sebagai salah satu agenda kemasyarakatan terbesar di Desa Junrejo pada tahun ini. Antusiasme masyarakat yang begitu tinggi menunjukkan bahwa tradisi selamatan desa masih memiliki posisi penting sebagai perekat kehidupan sosial sekaligus sarana memperkuat rasa memiliki terhadap pembangunan desa.

Ketua Pelaksana Kegiatan, Simon Purwoali, mengungkapkan bahwa gerak jalan dipilih sebagai pembuka seluruh rangkaian acara karena memiliki makna simbolis yang kuat. Selain mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat melalui aktivitas fisik, kegiatan tersebut juga menjadi momentum mempererat kebersamaan sebelum memasuki berbagai perlombaan dan kegiatan budaya yang telah disiapkan panitia.

Ketua Pelaksana ketika di acara Jalan Sehat Desa Junrejo.
Ketua Pelaksana ketika di acara Jalan Sehat Desa Junrejo.

“Ini adalah awal dari sekian rangkaian kegiatan yang akan kita lakukan. Kita awali dengan gerak jalan, yang kemudian akan dilanjutkan dengan berbagai lomba-lomba,” ujar Simon.

Menurutnya, pelaksanaan gerak jalan diharapkan mampu membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan jasmani sebagai modal utama dalam meningkatkan produktivitas sekaligus kualitas kehidupan sosial.

“Harapannya semoga gerak jalan yang mengawali ini menjadikan masyarakat kita untuk tetap menjaga kesehatan, menjaga kondisi, dan menjaga segalanya,” tambahnya.

Kepala Desa Junrejo bersama Ketua TP PKK Desa Junrejo ketika mengikuti Gerak Jalan Sehat.
Kepala Desa Junrejo bersama Ketua TP PKK Desa Junrejo ketika mengikuti Gerak Jalan Sehat.

Sementara itu, Kepala Desa Junrejo, Andi Faizal Hasan, menjelaskan bahwa penyelenggaraan Selamatan Desa tahun 2026 mengusung tema “Beragam dalam Budaya Bersatu Membangun Desa.” Tema tersebut dipilih sebagai representasi semangat masyarakat Junrejo yang hidup dalam keberagaman budaya, namun tetap bersatu dalam cita-cita mewujudkan pembangunan desa yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan.

Menurut Faizal, pembangunan desa tidak hanya diukur melalui aspek fisik dan infrastruktur, tetapi juga melalui penguatan modal sosial, pelestarian budaya lokal, serta peningkatan kualitas hubungan antarmasyarakat. Oleh sebab itu, Selamatan Desa menjadi wahana strategis untuk memperkokoh nilai gotong royong, mempererat silaturahmi, sekaligus memperkuat identitas budaya masyarakat.

Tampak dengan penuh semangat Kepala Desa beserta jajaran staff dan panitia mengikuti gerakan senam.
Tampak dengan penuh semangat Kepala Desa beserta jajaran staff dan panitia mengikuti gerakan senam.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian event masyarakat yang bertujuan untuk mempererat silaturahmi,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa meskipun kajian historis mengenai tahun berdirinya Desa Junrejo masih memerlukan penelitian lebih mendalam, tradisi selamatan desa tetap memiliki makna filosofis yang sangat kuat sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus doa bersama agar desa senantiasa diberikan keselamatan, kemakmuran, dan keberkahan.

Tampak antusias sebelum mengikuti senam sehat.
Tampak antusias sebelum mengikuti senam sehat.

Lebih jauh, Faizal berharap nilai yang terkandung dalam nama Desa Junrejo benar-benar dapat diwujudkan dalam kehidupan masyarakat melalui peningkatan kesejahteraan, pemerataan pembangunan, serta terciptanya lingkungan yang aman dan kondusif.

“Harapan kami sesuai dengan makna Desa Junrejo, yakni menjadi desa yang berkesejahteraan, berkemakmuran, dan diberikan keselamatan serta gemah ripah loh jinawi,” tuturnya.

Sebagai bentuk komitmen menghadirkan perayaan yang inklusif, Pemerintah Desa bersama panitia telah menyiapkan berbagai kegiatan sepanjang bulan Agustus. Beragam perlombaan olahraga, seni budaya, hiburan rakyat, pertunjukan kesenian tradisional, hingga pawai karnaval budaya akan diselenggarakan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari anak-anak, pemuda, hingga kelompok lanjut usia.

Tampak masyarakat memenuhi jalan utama depan Balai Desa Junrejo.
Tampak masyarakat memenuhi jalan utama depan Balai Desa Junrejo.

Rangkaian kegiatan tersebut dirancang bukan hanya sebagai hiburan masyarakat, tetapi juga sebagai media edukasi sosial untuk menanamkan nilai nasionalisme, memperkuat karakter kebangsaan, serta mendorong partisipasi aktif warga dalam pembangunan desa.

Seluruh agenda Selamatan Desa dan peringatan HUT Ke-81 Republik Indonesia di Desa Junrejo dijadwalkan mencapai puncaknya pada 23 Agustus 2026 melalui resepsi akbar yang akan mempertemukan seluruh elemen masyarakat dalam suasana penuh kebersamaan.

Baca Juga : https://pendidikannasional.id/daerah/desa-junrejo-dan-oro-oro-ombo-kompak-dukung-sertifikasi-sumber-mata-air-dan-situs-budaya/

Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk

Momentum tersebut diharapkan menjadi refleksi bahwa kemerdekaan bangsa tidak hanya diperingati melalui seremoni, melainkan diwujudkan dalam semangat gotong royong, pelestarian budaya, serta kolaborasi seluruh warga dalam membangun desa yang maju, mandiri, dan berkeadilan. Dengan semangat persatuan yang terus terpelihara, Desa Junrejo optimistis mampu menghadapi berbagai tantangan pembangunan sekaligus menjadi contoh bagaimana nilai-nilai lokal dapat berjalan selaras dengan cita-cita besar Indonesia menuju masa depan yang lebih sejahtera.

 

Penulis : Riadi. 

Editor : Tim Redaksi Pendidikannasional.id.

 

Array
Related posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *