Mikutopia, Mahasiswa dan Warga Sulap Kampung Sumbersari Dorong Wisata dan Ekonomi Lokal

Mikutopia, Mahasiswa, dan Warga Bersinergi Wujudkan Kampung Warna-Warni di Sumbersari untuk Dorong Wisata dan Ekonomi Lokal

Kota Batu, PENDIDIKANNASIONAL.ID – Semangat kolaborasi antara dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat terlihat nyata di RT 67 Kampung Sumbersari, Dusun Junggo, Desa Tulungrejo, Kota Batu. Melalui program penataan lingkungan berbasis wisata, kawasan yang berada tepat di seberang wahana wisata Mikutopia itu mulai bertransformasi menjadi kampung warna-warni yang diharapkan mampu menjadi daya tarik baru bagi wisatawan sekaligus menggerakkan perekonomian warga.

Transformasi tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari manajemen Mikutopia yang menyalurkan bantuan material cat untuk mempercantik lingkungan permukiman warga sebagai bagian dari pengembangan kawasan wisata berbasis masyarakat.

TNI dan Mahasiswa secara antusias membantu pengecatan dinding rumah warga masyarakat.
TNI dan Mahasiswa secara antusias membantu pengecatan dinding rumah warga masyarakat.

Perwakilan Manajemen Mikutopia, Bryan, menjelaskan bahwa bantuan tersebut berawal dari proposal warga yang mengajukan permohonan cat dari sisa proyek pembangunan. Namun setelah melalui pembahasan internal, pihak manajemen memutuskan memberikan cat baru dengan kualitas yang lebih baik agar hasil pengecatan lebih maksimal dan memiliki daya tahan lebih lama.

“Kami memberikan cat baru dengan kualitas yang cukup baik. Jumlahnya disesuaikan menjadi 10 galon ditambah dua pil, namun kualitasnya jauh lebih memadai dibandingkan cat sisa proyek,” ujar Bryan.

Bantuan tersebut terdiri dari berbagai pilihan warna seperti merah, kuning, hijau, hingga merah muda yang dipilih untuk menciptakan suasana kampung yang ceria dan selaras dengan identitas visual Mikutopia yang dikenal dengan konsep warna-warni.

Baca Juga : https://pendidikannasional.id/pariwisata/parkir-mikutopia-dikelola-warga-jadi-sumber-penghasilan-baru-bukti-ekonomi-kerakyatan/

Meski demikian, pihak Mikutopia menegaskan bahwa mereka hanya berperan sebagai pemberi bantuan. Konsep desain dan penentuan pola warna sepenuhnya diserahkan kepada masyarakat dan panitia lokal yang menangani program penataan kampung.

“Kami berharap kawasan ini menjadi lebih indah dan berwarna, sehingga dapat menjadi nilai tambah bagi lingkungan sekitar serta menarik minat wisatawan yang datang,” tambahnya.

Dalam pelaksanaannya, program ini turut melibatkan mahasiswa Universitas Terbuka Malang yang menjalankan kegiatan pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari tugas akademik. Selama kurang lebih satu bulan sejak Mei 2026, para mahasiswa bersama warga dan tim Mitra Parkir 67 melakukan berbagai kegiatan penataan lingkungan.

Koordinator kelompok Mahasiswa berbaju hitam ketika bersama sama anggotanya seusai pengecatan.
Koordinator kelompok Mahasiswa berbaju hitam ketika bersama sama anggotanya seusai pengecatan.

Mahendra, salah satu perwakilan mahasiswa, menjelaskan bahwa program tersebut memiliki tiga fokus utama, yaitu pembuatan umbul-umbul, penyusunan brosur UMKM, dan pengecatan rumah warga.

Menurutnya, terdapat lima titik rumah yang diprioritaskan untuk dicat karena lokasinya terlihat langsung dari area depan wahana Mikutopia. Langkah tersebut dilakukan untuk menciptakan keselarasan visual sehingga kawasan wisata dan lingkungan permukiman dapat tampil sebagai satu kesatuan destinasi yang menarik.

Baca Juga : https://pendidikannasional.id/umkm/dampak-positif-mikutopia-bagi-umkm-lokal-dan-warga-omzet-naik-pengangguran-turun/

“Untuk brosur dan umbul-umbul, kami tetap memberikan identitas tersendiri sebagai branding kampung wisata ini,” kata Mahendra.

Selain mempercantik lingkungan, program tersebut juga diarahkan untuk memperkuat promosi pelaku UMKM lokal agar memperoleh manfaat ekonomi dari meningkatnya aktivitas wisata di kawasan tersebut.

Warno ketika memberikan keteranganya seusai pengecatan bersama-sama.
Pak Parno ketika memberikan keteranganya seusai pengecatan bersama-sama.

Antusiasme warga terlihat jelas dalam proses penataan yang dilakukan secara gotong royong. Perwakilan warga RT. 6 dan RT.7, Parno mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya kepada para mahasiswa yang telah mendampingi masyarakat dalam mewujudkan perubahan lingkungan yang lebih tertata.

“Alhamdulillah kami berterima kasih kepada teman-teman mahasiswa yang telah membantu warga RT 67 agar kampung ini terlihat lebih maju dan lebih bagus,” ujarnya.

Saat ini, sekitar 15 rumah yang berada di sepanjang jalan utama mulai dipercantik dengan warna-warna cerah yang selaras dengan nuansa wisata di sekitarnya. Padahal, wilayah RT 67 sendiri dihuni sekitar 84 kepala keluarga sehingga proses penataan masih akan dilakukan secara bertahap.

Baca Juga : https://pendidikannasional.id/pariwisata/mikutopia-latih-seluruh-karyawan-hadapi-darurat-bencana-keselamatan-wisatawan-jadi-prioritas/

Warga berharap perubahan wajah kampung ini tidak hanya menghadirkan lingkungan yang lebih menarik secara visual, tetapi juga mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui sektor pariwisata dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Harapan kami kampung ini bisa semakin maju, UMKM berkembang, dan pada akhirnya mampu membantu meningkatkan perekonomian warga Kampung Sumbersari,” tutur Parno.

Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk

Kolaborasi antara Mikutopia, mahasiswa Universitas Terbuka Malang, dan masyarakat setempat menjadi contoh nyata bagaimana sinergi berbagai elemen dapat menciptakan perubahan positif di tingkat akar rumput. Dengan semangat gotong royong dan pemberdayaan, Kampung Sumbersari kini perlahan menata diri menjadi kawasan wisata berbasis masyarakat yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga berpotensi memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi warga sekitar.

 

Penulis : Riadi. 

Editor : Tim Redaksi Pendidikannasional.id.

Array
Related posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *