Hangat dan Humanis! Rutan Batam Ajak Ojol Ngopi Bareng, Salurkan Bansos di HBP ke-62
Batam, PENDIDIKANNASIONAL.ID – Suasana hangat dan penuh keakraban terasa di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Batam saat puluhan pengemudi ojek online (ojol) hadir dalam kegiatan bertajuk “Canda Bareng Ojol”, Jumat (24/04). Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62, yang tidak hanya menonjolkan aspek pembinaan, tetapi juga memperkuat hubungan sosial dengan masyarakat.
Berbeda dari kegiatan seremonial pada umumnya, Rutan Batam menghadirkan konsep yang lebih humanis dan terbuka. Para pengemudi ojol diajak langsung berkeliling area rutan untuk melihat berbagai fasilitas pelayanan serta program pembinaan warga binaan. Salah satu yang menarik perhatian adalah area green house, yang menjadi bagian dari pembinaan kemandirian.

Di lokasi tersebut, warga binaan dilatih untuk bercocok tanam dan mengembangkan keterampilan produktif. Program ini tidak hanya bertujuan membekali keterampilan setelah masa pembinaan, tetapi juga membangun mental kemandirian dan tanggung jawab.
Kegiatan berlanjut dengan coffee morning yang digelar di aula Rutan Batam. Dalam suasana santai, para petugas dan pengemudi ojol tampak berbincang akrab, bertukar cerita, serta berbagi pengalaman sehari-hari. Momen ini menjadi ruang dialog yang jarang terjadi, sekaligus mempererat jembatan komunikasi antara institusi pemasyarakatan dan masyarakat.
Baca Juga : https://pendidikannasional.id/nasional/rutan-batam-deklarasikan-perang-melawan-halinar/
Beberapa pengemudi ojol mengaku senang bisa melihat langsung kondisi di dalam rutan yang selama ini hanya mereka bayangkan dari luar. Mereka juga mengapresiasi keterbukaan pihak Rutan Batam dalam membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat.
“Biasanya kami hanya tahu rutan dari luar saja. Ternyata di dalam ada banyak kegiatan positif seperti pembinaan dan pelatihan. Ini pengalaman baru bagi kami,” ungkap salah satu pengemudi ojol yang hadir.
Tak hanya membangun kedekatan, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penyaluran bantuan sosial kepada para pengemudi ojol. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian sekaligus dukungan terhadap para pekerja sektor informal yang memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat perkotaan.
Pemberian bantuan sosial ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi para ojol, sekaligus menjadi simbol kehadiran pemasyarakatan yang tidak terpisah dari masyarakat.

Kepala Rutan Kelas IIA Batam dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari transformasi pemasyarakatan yang semakin terbuka dan inklusif.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa pemasyarakatan tidak hanya fokus pada pembinaan warga binaan, tetapi juga hadir memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Kami ingin membangun sinergi yang kuat dengan berbagai elemen,” ujarnya.
Momentum Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 menjadi pengingat bahwa peran pemasyarakatan tidak hanya terbatas pada sistem pembinaan di dalam rutan, tetapi juga mencakup tanggung jawab sosial yang lebih luas. Kegiatan seperti ini menjadi bukti bahwa pendekatan humanis mampu membangun citra positif sekaligus kepercayaan publik.
Selain itu, keterlibatan langsung masyarakat dalam kegiatan di lingkungan rutan juga diharapkan dapat mengurangi stigma negatif terhadap lembaga pemasyarakatan. Dengan melihat langsung aktivitas pembinaan, masyarakat dapat memahami bahwa rutan bukan sekadar tempat menjalani hukuman, tetapi juga ruang pembinaan dan perubahan.
Kegiatan “Canda Bareng Ojol” ini menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara institusi negara dan masyarakat dapat terjalin dengan baik melalui pendekatan sederhana namun bermakna. Interaksi yang terbangun tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menciptakan hubungan emosional yang lebih kuat.
Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Rutan Batam berharap semangat Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 dapat terus menginspirasi berbagai pihak untuk memperkuat nilai kebersamaan, kepedulian, dan solidaritas sosial.
Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan, sehingga hubungan harmonis antara pemasyarakatan dan masyarakat semakin erat dan berdampak positif secara luas.
Penulis : Boy.
Editor : Tim Redaksi Pendidikannasional.id.




