Operasi Keselamatan Semeru 2026.Polda Jatim Gelar Ramp Check Ketat, Seluruh Kru Bus Dinyatakan Bebas Narkoba
Malang,PENDIDIKANNASIONAL.ID – Dalam upaya sistematis meningkatkan keselamatan transportasi jalan raya, Tim Keselamatan (Kamsel) Polda Jawa Timur melaksanakan kegiatan pemeriksaan mendadak (ramp check) terhadap kendaraan angkutan massal di Kabupaten Malang, Selasa (10/2/2026). Operasi yang merupakan bagian dari Operasi Keselamatan Semeru 2026 ini difokuskan pada evaluasi kelayakan kendaraan dan kondisi kesehatan para pengemudi.
Kegiatan yang berlangsung di kantor operator transportasi PO Duta Prima ini melibatkan sinergi multi-instansi, antara lain DitKamsel Polda Jatim, Polres Batu, Dishub Kota Malang, BNN Kota Batu, Puskesmas Pujon, dan Jasa Raharja Cabang Malang. Kolaborasi ini merefleksikan pendekatan holistik dalam mengawal keselamatan publik, mengingat bus pariwisata mengangkut penumpang dalam jumlah besar.

Kasistandart Cegah Tindak, DitKamsel Polda Jatim, AKP Rizki J., menjelaskan bahwa pemeriksaan teknis mencakup sistem pengereman, fungsi seluruh lampu (termasuk lampu mundur), kondisi spion, ban, dan kemudi.
“Secara keseluruhan, hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi yang baik,” ujarnya. Namun, ditemukan beberapa kekurangan yang perlu segera ditindaklanjuti, seperti beberapa lampu yang sedang dalam proses perbaikan dan satu unit armada dengan kaca pecah. Menurut pengelola, kaca pecah tersebut akibat terkena lemparan benda saat dalam perjalanan dan telah dijanjikan untuk segera diganti.

Aspek krusial lainnya adalah pemeriksaan kesehatan dan tes urine terhadap kru bus. Dari 12 orang yang diperiksa, seluruhnya dinyatakan negatif terhadap penyalahgunaan narkotika, berdasarkan keterangan Asalia Arindi dari BNN Kota Batu. Pemeriksaan menggunakan 7 parameter dan 12 alat tes ini bertujuan memastikan kesiapan mental dan fisik pengemudi.
“Harapan utama adalah seluruh kru negatif narkoba. Mengingat bus membawa banyak penumpang, kondisi sopir yang bebas dari pengaruh narkoba sangat krusial untuk mencegah kecelakaan,” tegas Asalia.

Meski demikian, pemeriksaan kesehatan umum mengindikasikan 1-2 orang dengan kadar gula darah tinggi, yang kemudian mendapatkan pendampingan dan konsultasi medis agar dapat kembali bertugas dengan kondisi stabil.
Sebagai langkah preventif berkelanjutan, Polda Jatim memperkenalkan inovasi berupa Video Keselamatan Berlalu Lintas yang wajib diputar sopir sebelum keberangkatan. Video berisi pesan penggunaan sabuk pengaman, kewajiban pengecekan kendaraan mandiri, dan informasi nomor darurat 110.
“Kami berharap Jawa Timur menjadi garda terdepan keselamatan berlalu lintas. Peningkatan kualitas harus menyeluruh, mulai dari administrasi, kendaraan, hingga profesionalisme personel,” harap AKP Rizki.

H. Puguh Prasetyo (Kaji Dedy), pemilik PO Duta Prima, menyambut baik kegiatan ini sebagai bentuk dukungan terhadap standar keselamatan. Ia menyatakan seluruh armada perusahaannya yang berjumlah 25 unit (big bus, medium bus, hingga Hiace) telah memenuhi syarat kelayakan.
Namun, ia memberikan masukan konstruktif. “Saya berharap pengawasan seperti ini juga menyasar dan menertibi PO-PO ilegal yang banyak beroperasi di wilayah Batu dan sekitarnya. Perhatian harus merata agar seluruh pelaku usaha memiliki standar kualitas dan legalitas yang sama,” ujarnya.
Dari sisi inventaris, armada PO Duta Prima didominasi kendaraan baru, dengan unit termuda produksi 2025 dan yang tertua 2017.


Salah satu pengemudi senior berusia 63 tahun, Bapak Ahmad Jumain dari Karangploso, mengungkapkan apresiasi yang mendalam.
“Alhamdulillah, saya merasa sangat terbantu dengan pemeriksaan menyeluruh ini, baik untuk kendaraan maupun kesehatan kami. Ini memastikan kami layak melayani masyarakat,” katanya. Bagi Jumain, pekerjaan ini bukan sekadar mencari bayaran untuk menafkahi keluarga, tetapi juga ganjaran sebagai bentuk ibadah.
Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk
Operasi Keselamatan Semeru 2026 melalui ramp check multidisiplin ini menunjukkan komitmen tegas aparat dan stakeholder dalam menekan angka kecelakaan. Hasil yang positif, berupa kelayakan kendaraan dan kru yang bebas narkoba, merupakan indikator awal yang baik. Tantangan ke depan adalah menjaga konsistensi pengawasan, memperluas jangkauan operasi kepada operator informal, serta terus mengedukasi para pemangku kepentingan untuk membangun budaya keselamatan transportasi yang berkelanjutan di Jawa Timur.
( Ria ).




