Junrejo, Batu, PENDIDIKANNASIONAL. ID – Dalam rangka menyambut Ramaddhan 1445 H Penyiar Sholawat Wahidiyah Cabang Jombang telah menggelar Mujahadah Rubu’ussanah Wahidiyah ke- VIII yang bertempat di Gedung Srikandi Desa Tlekung pada hari Sabtu, ( 09/03/2024 ) malam.
Adapun acara tersebut turut hadiri oleh antara lain :
1. Bpj.kyai.Habib Mustofa dr Kab.Bojonegoro
2. Perwakilan dr Dewan pimpinan wilayah penyiaran sholawat wahidiyah Jombang provinsi jawa timur ( bpk.Ustadz zaini ,ketua bidang diklat wahidiyah PSW Jombang prop.Jatim)
3. Pemerintah Kota Batu
4. Kemenag Kota Batu dan kabag.kesra
5. Camat Junrrejo
6. Kapolsek Junrejo( yg mewakili/ Babin kamtibnas bpk Aiptu Dadang)
7. Danramil Kecamatan Junrejo
8. Kepala Desa Tlekung
9. Ketua tim penggerak PKK Desa.Tlekung
10. Ketua DPC PSW Jombang Kab.Malang
11. Ketua DPC PSW Jombang Kota Malang
12. Ketua Panguyupan Sanggar Tari Amertani Kota Batu dan para Tokoh Masyarakat serta seluruh jama’ah yang hadir.
Perlu diketahui bahwa kegiatan tersebut bertema “Doa bersama untuk keselamatan umat, negara dan menyambut bulan suci ramadhan 1445 H”, yang diikuti dengan antusias warga masyarakat serta jama’ah Sholawat Wahidiyah.
Pada Sambutanya Kabid pembinanan wanita dan kanak kanak wahidiyah Dra.Siti Fatikhatun F. Menyampaikan bahwa Mujahadah rubu’usanah malam hari ini adalah pelaksanaan agenda PSW Jombang Cab. Kota Batu bertepatan dengan menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan 1445 H.
” Seperti kita ketahui bersama negara ini baru saja melaksanakan pesta demokrasi untuk pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, pemilihan wakil rakyat mulai dari tingkat pusat ( DPR RI),Provinsi dan tingkat Daerah. Mari kita selalu berdoa memohon kepada Allah swt, siapa pun pemimpin yang terpilih adalah para pemimpin yang amanah dimana semua kebijakan-kebijakanya akan mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia.” Papanya.
Beliau juga menambahkan “ Ditahun 2024 ini banyak terjadi bencana alam ( Banjir, tanah longsor, gempa bumi, Kecelakaan baik didarat, Laut dan Udara ) untuk itu kita sebagai pengamal Sholawat Wahidiyah dituntut untuk lebih intens dalam bermujahadah keseharianya dengan segenap hati dan rasa mahabah, bersungguh-sungguh -sungguh dalam memohon ampunan merasa diri kita hina selalu bergelimang dosa kemaksiatan.” Imbuhnya.
” Untuk itu ingat dan sadar kembali ke jalan Allah swt. Bukan hanya dari kalangan pengamal Sholawat Wahidiyah saja tetapi seluruh elemen masyarakat semuanya harus segera sadar kembali ke jalan Tuhan Yang Maha Esa, lebih-lebih sebagai pengurus harus sering melakukan penyiaran Sholawat Wahidiyah kepada keluarga , saudara, teman, tetangga dan masyarakat sehingga dalam kehidupan sehari-hari akan memiliki kebiasaan bersholawat menjadi masyarakat yang berkarakter dan ber akhlakqul karimah.” Harapnya.
Pada kesempatanya Kemenag Kota Batu Ahmad Jazuli, S.Kom. Mengucapkan terima kasih atas pelatihan Sholawat yang dilakukan oleh Penyiar Sholawat Wahidiyah Cabang Jombang Kota Batu.
“Semoga dengan di adakanya Mujahadah ini mendapat atau memberikan syafaat kehidupan kita semua di dunia maupun di akhirat.” Katanya.
Dalam waktu yang lain Kesra Kota Batu Ir. Muhamad Nasseh Lukman, MM. Mengatakan kami mewakili pemerintah Kota Batu, dimana Kesra ini menaungi berbagai aktivitas organisasi keagamaan salah satu diantaranya yaitu Penyiar Sholawat Wahidiyah Cabang Jombang Kota Batu ini.
Keberadaan PSW ini memang sangat berarti bagi masyarakat Kota Batu itu sendiri karena kegiatan atau aktivitas yang dilakukan selama ini merupakan bentuk konkrit partisipasi pengurus dan anggota Sholawat Wahidiyah dalam mengamalkan amal-amalnya salah satunya dalam bentuk tausiyah kepada anggotanya dan menyebarkan Sholawatnya kepada masyarakat. berikan penghargaan yang setinggi tingginya kepada PSW ini karena menciptakan kenyamanan masyarakat Kota Batu. Berharap lebih di tingkatkan lagi dan di perluas lagi sehingga bisa dinikmati oleh seluruh Umat Islam yang ada di Kota Batu.” Pengungkapannya.
Kegiatan tersebut dilanjutkan siraman rohani oleh Kyai Habib Mustofa Muthi dari Kab. Bojonegoro yang mana dalam pencerahan tersebut intinya adalah untuk memperbaiki dan berintropeksi diri dalam menghadapi bulan Suci Ramadhan. Lebih banyak bersholawat khususnya sholawat wahidiyah, mendoakan ke dua orang tua, keluarga, sahabat, tetangga, masyarakat dan bangsa Indonesia. Kemudian acara tersebut ditutup dengan Mujahadah. ( Merah ).




