A Cultural Historical Epic MMB 2026 di Batu Tampilkan Kolaborasi Besar 600 Pelajar

Salah satu penampilan yang memukau dari MUDEBA

MMB 2026 Kolaborasi Epik 600 Siswa dan Guru SMP Muhammadiyah 08 Batu Hidupkan Sejarah dan Budaya Nusantara

Kota Batu,PENDIDIKANNASIONAL.ID – Gelora semangat kebhinekaan dan kecintaan pada warisan leluhur kembali menggaung dari Kota Batu. Sekolah Menengah Pertama (SMP) Muhammadiyah 08 Batu sukses menyelenggarakan puncak acara dua tahunan MUDEBA Memajukan Bakat (MMB) 2026 dengan gemilang. Mengusung tajuk “A Cultural Historical Epic”, kegiatan ini menjadi mahakarya kolaboratif yang melibatkan lebih dari 600 siswa dan guru, menghadirkan panorama budaya Nusantara dalam sebuah pertunjukan kolosal yang megah dan sarat makna.

Acara yang digelar pada Sabtu, 24 Januari 2026, pukul 08.00-12.00 WIB, di GOR Gajahmada ini, merupakan perwujudan nyata pembelajaran kokurikuler yang berpijak pada nilai-nilai kebangsaan. MMB 2026 tidak sekadar pentas seni, melainkan sebuah ruang edukasi hidup di mana setiap siswa terlibat aktif sebagai pewaris dan pelaku budaya.

Dipukulnya Gog sebagai tanda resmi di bukanya acara yang diadakan oleh MUDEBA
Dipukulnya Gog sebagai tanda resmi di bukanya acara yang diadakan oleh MUDEBA

Wali Kota Batu, Nurochman, S, H., M.H., Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, S. H., M. H.,Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Ir. Alfi Nur Hidayat, S. T, M. H, Ph. D., Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Dian Fachroni, SE. MSE, MM. Kepala Dinas Pariwisata, Onny Ardianto, S. Sos., M. M., Kepala Dinas Kominfo, Aries Setiawan, S. STP., Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Tsalis Rifai, S. T. M. M., Wakil Ketua PDM Bidang Bidang Pendidikan, Muchlis Arif, S. Sn., M. Sn., Pengawas Pembina Sekolah, Suliyono., Ketua Majelis Dikdasmen, PDM Kota Batu, Dr. Nur Widodo, M. Kes., 

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu Ir. Alfi Nur Hidayat,S. T, M. H, Ph.D.,mewakili Wali Kota Batu, Nurochman, S.H., M.H.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Ir. Alfi Nur Hidayat,S. T, M. H, Ph.D.,mewakili Wali Kota Batu, Nurochman, S.H., M.H., yang  hadir membuka acara, menyampaikan apresiasi mendalam. “Saya sangat terharu dan bangga. Ini adalah contoh best practice pendidikan karakter berbasis kearifan lokal. SMP Muhammadiyah 08 Batu tidak hanya mencetak siswa yang pandai secara akademik, tetapi juga membentuk manusia Indonesia yang berakar pada budayanya. Ini sejalan dengan visi Kota Batu sebagai kota pendidikan dan pariwisata yang berbudaya,” ujar Alfi

Kadispendik berharap gelaran seperti MMB bisa menjadi inspirasi bagi sekolah lain. “Melestarikan budaya bukan dengan mengunci di museum, tetapi dengan membiarkannya hidup dan dinikmati oleh generasi muda melalui cara-cara kreatif seperti ini,” tambahnya.

Baca Juga :  https://pendidikannasional.id/umum/haru-kenzi-disabilitas-pukau-ribuan-umat-dengan-lagu-ayah-di-natal-bksg-kota-batu-2026/

Puncak dari pertunjukan adalah dramatisasi epik Sumpah Palapa yang diucapkan Mahapatih Gajah Mada. Bagian ini dirancang khusus untuk menjembatani nilai sejarah dengan realitas generasi saat ini. Semangat mempersatukan Nusantara yang beragam dihadirkan bukan sebagai dogma, tetapi sebagai inspirasi untuk bersatu dalam perbedaan, relevan dengan kehidupan Gen Z dan Alpha yang hidup di era media sosial dan globalisasi.

Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 8 Kota Batu
Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 8 Kota Batu

“Kami ingin siswa memahami bahwa semangat Gajah Mada itu bukan tentang penaklukan, tetapi tentang visi persatuan dalam keberagaman. Nilai itu harus hidup dalam konteks kekinian, bagaimana bersikap inklusif di media sosial, menghargai teman yang berbeda suku, dan menjaga persatuan bangsa,” jelas Kepala Sekolah, Windra Rizkiyana, S.Pd., M.Pd.

Windra menegaskan, MMB adalah esensi dari visi sekolah. “Pendidikan yang bermakna harus menyentuh hati dan mengasah karakter. MMB adalah investasi kami pada penguatan Profil Pelajar Pancasila. Di sini, mereka mengalami langsung apa arti kreatif, gotong royong, bernalar kritis, dan cinta budaya bangsa,” tuturnya.

Pimpinan
Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Batu, Tsalis Rifai, ST., MM.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Batu, Tsalis Rifai, ST., MM., menyampaikan bahwa kegiatan ini sesuai dengan visi Muhammadiyah dalam memajukan kehidupan yang berkemajuan. “ Kegiatan ini menunjukkan bahwa sekolah tidak hanya mencetak akademisi, tetapi membentuk insan yang berkarakter, mencintai budaya sendiri, dan mampu berkontribusi bagi masyarakat,” paparnya.

Yang membuat MMB 2026 luar biasa adalah skalanya yang masif dan prosesnya yang singkat namun efektif. Lebih dari 600 peserta dari semua tingkatan kelas bersama para guru, berbaur tanpa sekat. Mereka berkolaborasi lintas minat dan bakat untuk satu tujuan menghidupkan budaya Indonesia di atas panggung.

Ketua panitia MUDEBA
Ketua panitia MUDEBA

“Ini adalah laboratorium gotong royong yang sebenarnya. Siswa belajar manajemen proyek besar, manajemen waktu, dan tanggung jawab kolektif. Yang menakjubkan, seluruh persiapan panggung kolosal ini hanya memakan waktu dua minggu latihan intensif. Ini membuktikan komitmen dan disiplin yang luar biasa dari semua pihak,” ujar ketua panitia Akbar Maulana Mahadi., S.Pd.,

Untuk memastikan kualitas artistik yang prima, sekolah menggandeng Dewan Kesenian Kota Batu. Sinergi ini membawa sentuhan profesional pada tata panggung, pencahayaan, sound system, dan kedalaman artistik, sehingga pertunjukan tidak hanya meriah tetapi juga memiliki pesan yang kuat dan penyajian yang elegan.

Penampilan dengan mengusung tema
Penampilan dengan mengusung tema A Cultural Historical Epic, dari berbagai Provinsi di Indonesia

Kolaborasi erat dengan Dewan Kesenian Kota Batu membawa nuansa dan kedalaman baru. Sunarto Ketua Dewan Kesenian Kota Batu, menyatakan kekaguman. “Kami melihat kedalaman interpretasi dan penghayatan yang luar biasa dari para siswa. Ini bukan sekadar pertunjukan, tetapi sebuah pembelajaran budaya yang hidup, yang mungkin sulit didapatkan hanya di dalam kelas,” ujarnya.

MMB 2026 mengajak penonton melakukan perjalanan imajinatif melalui diorama hidup yang memukau. Panggung GOR Gajahmada bertransformasi menjadi kanvas raksasa yang menampilkan keindahan budaya dari berbagai penjuru tanah air. 

1. Sumatera dihidupkan dengan tarian dinamis dan musik etnis yang menggambarkan semangat masyarakatnya.

2. DKI Jakarta menampilkan perpaduan budaya Betawi yang kaya dengan dentang gambang kromong dan lenggak-lenggok tari tradisional.

3. Jawa Tengah menyuguhkan keanggunan tari klasik dan filosofi hidup yang adiluhung.

4. Jawa Timur menampilkan kekayaan folklore dan semangat kepahlawanan.

5. Bali memukau dengan tarian yang religius dan penuh presisi, diiringi gamelan yang mengentak.

6. Sulawesi menampilkan kekayaan maritim dan kearifan lokal masyarakat pesisir dan pegunungan.

7. Kalimantan menghadirkan kemewahan budaya Dayak dengan tarian dan musik yang magis.

8. Maluku & Papua menutup rangkaian dengan semangat keberagaman, tarian perang, dan lagu-lagu yang menyuarakan kebersamaan.

Lihat Juga :  https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk

Setiap transisi antar daerah diiringi narasi yang edukatif, menghubungkan keunikan budaya dengan konteks sejarah dan geografisnya.

Menampilka salah satu pakaian adat salah satu profensi di Indonesia.
Menampilka salah satu adat salah satu profensi di Indonesia.

Iwan salah seorang wali murid SMP Muhammad 08 Batu ( Iwan Wahyudi,S.ST selaku wali murid dari Sabria Wahyu Raisya Maghany. ) mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud dari persatuan dan kesatuan ke Bhinekaan budaya yang ada di nusantara ini. 

” Hal ini merupakan suatu edukasi bagi anak anak di jaman Gen-Z yang semuanya serba modern, dimana memberikan sebuah kegotong royongan serta kebersamaan yang erat, kedepan semoga bisa diadakan setiap tahunya. ” Katanya Iwan. 

 

MMB 2026 telah usai, tetapi gaungnya akan terus bergema. Acara ini telah menjadi lebih dari sekadar agenda sekolah,ia telah tumbuh menjadi gerakan budaya kecil yang menyadarkan semua pihak akan pentingnya merawat identitas bangsa. Bagi siswa, pengalaman kolaborasi lintas budaya ini akan menjadi memori kolektif yang membentuk cara pandang mereka tentang Indonesia.

SMP Muhammadiyah 08 Batu, melalui MMB, telah membuktikan bahwa pendidikan dan kebudayaan adalah dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan. Mereka telah menyalakan obor kecintaan pada Nusantara di hati ratusan siswa, memastikan bahwa warisan budaya yang adiluhung tetap lestari dan relevan di tangan generasi penerus. Masyarakatpun menantikan episode lebih megah dari MMB 2028 dua tahun mendatang.

 

( Ria ). 

Array
Related posts
Tutup
Tutup