
https://katalog.inaproc.id/informasi-suara-indonesia
Gelar Konser Penutupan Spektakuler Nala Festival 2025 Buktikan Harmoni Musik, Wisata, dan Konservasi Alam
Kota Batu, PENDIDIKANNASIONAL.ID – Nala Festival 2025 resmi menurunkan tirai dengan gemilang pada Minggu (4/1/2026) malam, setelah sepuluh hari penuh warna menghibur ribuan pengunjung. Puncak penutupan festival diwarnai konser epik dari grup musik legendaris Long Hair The Big Family yang sukses menyihir ratusan penonton di panggung alam Nala Eco Point, Jalan Dewi Sartika, Kota Batu.
Lebih dari sekadar konser biasa, malam penutupan ini menjadi sebuah grand reunion musik rock Indonesia. Long Hair tidak hanya tampil dengan formasi inti, tetapi juga menghadirkan secara spesial seluruh band dalam naungan “The Big Family”. Suasana hangat dan penuh energi mengalir deras, dibalut gemerlap lampu dan latar belakang alam Batu yang memukau, menciptakan malam tak terlupakan bagi para penggemar dari berbagai generasi.

Keberhasilan penyelenggaraan festival mendapat apresiasi tinggi dari Kolonel Laut (P) Agus Haryanto, Komandan Lanal Malang. Dalam kesempatanya beliau menegaskan dukungan penuh TNI AL untuk kegiatan positif yang menyatukan masyarakat.
“Event semacam ini adalah aset berharga. Selain sebagai hiburan sehat, ia memiliki potensi besar menggerakkan roda pariwisata dan perekonomian lokal Kota Batu. Kami selalu siap mendukung dan memastikan kegiatan berjalan lancar dan aman,” ujar Kolonel Agus.

Dukungan juga mengalir dari dunia hiburan. Hendy dari Ladon Entertainment, salah satu pihak produksi, menyebut antusiasme masyarakat luar biasa. “Ini membuktikan musik rock tak lekang oleh waktu dan tetap dicintai. Kerja sama semua elemen, dari panitia, artis, hingga petugas keamanan, berjalan solid dan inilah kunci kesuksesan acara,” tuturnya.
Rudi, Koordinator The Big Family, dengan semangat memaparkan filosofi pertunjukan. “Malam ini adalah perayaan sekaligus reunian. Kami ingin membuktikan bahwa semangat dan energi musik rock era 80/90-an masih hidup, relevan, dan bisa dinikmati bersama oleh orang tua, muda, bahkan anak-anak. Semua yang tampil adalah keluarga besar kami,” papar Rudi. Konsep ini berhasil membangkitkan nostalgia sekaligus memperkenalkan warisan musik rock kepada generasi baru.

Salah satu keunikan Nala Festival 2025 adalah komitmen kuatnya pada kelestarian alam. Fitri Harianto (Cak Ndan), Founder Alam Hijau dan Presiden Nala Eco Point, hadir sebagai representasi komunitas lingkungan. Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara hiburan dan tanggung jawab ekologis.
“Pemilihan Nala Eco Point sebagai venue adalah sebuah pernyataan. Kami ingin publik menikmati seni di tengah keindahan alam, sekaligus mengingatkan untuk menjaganya. Sepanjang festival, kami aktif mengedukasi pengunjung untuk mengurangi sampah plastik dan mencintai lingkungan,” jelas Fitri. Konsep ini menjadikan Nala Festival tidak hanya sebagai tontonan, tetapi juga tuntunan.

Selaku Ketua UMKM KPJ, Ernawati mengucapkan terimakasih kepada NALA ECO POINT yang sudah memberikan tempat untuk UMKM KPJ dan terimah kasih kepada LADON ENTERTAINMEN yang dalam hal ini saya juga ikut menjadi Panitia sudah berkolaborasi dengan UMKM KPJ.
” Kami saat ini sekitar 36 anggota UMKM KPJ hadir di Nala Festival,menampilkan segala produk makanan dan minuman serta kerajinan tangan. Kami berharap even di Nala ECO point bisa terus berlanjut.” ujarnya Ernawati.
Selama sepuluh hari, Nala Festival 2025 telah bertransformasi menjadi ruang aktivitas lengkap. Pengunjung tidak hanya dimanjakan oleh alunan musik dari berbagai musisi nasional dan lokal, tetapi juga dapat menikmati pertunjukan seni, mencicipi kuliner khas Batu, serta mengikuti workshop lingkungan yang inspiratif.
Kesuksesan festival ini diharapkan menjadi tradisi tahunan yang kokoh. Kota Batu semakin memperkuat posisinya bukan hanya sebagai “Kota Wisata Alam”, tetapi juga sebagai “Kota Wisata Budaya dan Hiburan” berkualitas yang mampu menarik minat wisatawan luas.
Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk
Ditutupnya Nala Festival 2025 bukanlah akhir, melainkan awal dari sebuah komitmen berkelanjutan. Kolaborasi sinergis antara Pemerintah, TNI AL, Penggiat Seni, Pelaku Usaha, dan Komunitas Lingkungan seperti yang terlihat dalam festival ini telah menjadi resep rahasia menciptakan sebuah even berkelas. Even yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mendidik, menggerakkan ekonomi, dan menjaga kelestarian alam.
Mari kita nantikan kejutan dan kemeriahan yang lebih besar di Nala Festival 2026!
( Ria ).




