Anak disabilitas penyandang tuna netra usia 5 tahun sita perhatian ribuan umat di Perayaan Natal BKSG Kota Batu, suara menyentuh hati jadi sorotan
Kota Batu, PENDIDIKANNASIONAL.ID – Perayaan Natal Bersama yang digelar Badan Kerja Sama Gereja (BKSG) Kota Batu pada Sabtu, 24 Januari 2026, di Sekolah Al-Kitab Batu (SAB), berlangsung khidmat dan penuh keharuan. Mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga (Matius 1:21-24): Menjaga Kebersamaan dalam Kebersamaan”, acara tersebut tidak hanya menjadi momentum perenungan spiritual, tetapi juga menampilkan momen inspiratif yang tak terlupakan.
Salah satu puncak acara yang paling memukau ribuan umat yang hadir adalah penampilan istimewa dari Kenzi, seorang anggota Shindi (Shining Disabilitas). Anak berusia lima tahun yang menyandang tuna netra itu naik ke panggung dengan penuh keyakinan dan membawakan lagu berjudul “Ayah”.

Suara jernih, lugas, dan penuh perasaan yang dilantunkannya seketika menyihir seluruh audiens. Setiap nada dan lirik yang keluar dari mulut kecilnya terasa menyentuh relung hati, mengalir laksana sebuah kesaksian ketulusan yang langka. Saat lagu berakhir, gedung tempat acara digelar bergemuruh oleh tepuk tangan yang meriah dan berkepanjangan. Banyak dari ribuan umat yang hadir tak kuasa menahan haru, dengan air mata berlinang menetes di pipi mereka.
“Kami sama sekali tidak menyangka. Di usia yang sangat belia dan dengan kondisinya, dia bisa membawakan lagu dengan begitu sempurna dan emosional. Suaranya benar-benar enak didengar dan menyentuh hati. Ini adalah berkat yang luar biasa,” ungkap salah satu jemaat, Sari, yang masih terlihat terisak.
Penampilan Kenzi bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi simbol nyata dari inklusivitas dan kekuatan semangat dalam keberagaman. Ia membuktikan bahwa disabilitas bukanlah halangan untuk berkarya, memberi inspirasi, dan menjadi berkat bagi banyak orang.

Di balik penampilan memukau Kenzi, ada dukungan kuat dari keluarga dan pembinaan yang terarah. Ajiana nenek Kenzi, dengan mata berbinar menyaksikan cucunya tampil. Ia mengungkapkan kebanggaan dan harapannya.
“Saya sangat bersyukur Kenzi diberi kesempatan untuk mengisi acara sebesar ini. Bisa tampil dan menyuguhkan yang terbaik adalah pencapaian besar baginya. Ini pasti akan menambah semangatnya, mengasah kreativitas, dan membuatnya lebih percaya diri untuk terus berkembang,” tutur Ajiana. Ia berharap, melalui Kenzi, banyak orang dapat terinspirasi. “Semoga Kenzi bisa memberikan semangat dan motivasi, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk masyarakat luas. Bahwa setiap anak punya potensi yang bisa bersinar.”

Dukungan sistemik juga datang dari organisasi pembinanya, Shindi. Thomas Maydo, S.Sos, selaku Pembina Shindi dan juga Camat Bumiaji Kota Batu, menegaskan komitmennya untuk terus mendorong partisipasi penyandang disabilitas dalam setiap lini kehidupan masyarakat.
“Kehadiran dan penampilan Kenzi hari ini adalah bukti bahwa mereka mampu dan berhak untuk ‘me-warnai’ setiap kegiatan publik. Sebagai pembina, harapan kami adalah agar kelompok disabilitas seperti Shindi tidak hanya hadir, tetapi selalu dilibatkan dan diberi ruang untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam kegiatan apa pun, baik keagamaan maupun sosial kemasyarakatan. Ini adalah bentuk nyata dari kebersamaan inklusif yang sesungguhnya,” tegas Thomas Maydo.
Baca Juga : https://pendidikannasional.id/daerah/razia-knalpot-brong-digencarkan-polres-natuna-sambut-ramadan/
Perayaan Natal BKSG Kota Batu tahun ini menemukan resonansi yang dalam melalui penampilan Kenzi. Tema tentang keselamatan keluarga dan menjaga kebersamaan diwujudkan secara konkret melalui dukungan keluarga Kenzi dan penerimaan hangat dari “keluarga besar” umat yang hadir. Momen itu menjadi refleksi bahwa Allah hadir melalui kehadiran sesama, termasuk melalui ketulusan dan talenta seorang anak kecil yang penuh dengan keberanian.

Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk
Acara yang diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari ibadah, persembahan kidung, hingga kesaksian ini, berakhir dengan kesan mendalam. Kenzi, dengan lagu “Ayah”-nya, telah memberikan pesan Natal yang universal tentang kasih, harapan, dan pengakuan akan martabat setiap manusia, tanpa terkecuali. Pesan itu tersampaikan bukan melalui khotbah panjang, melainkan melalui sebuah suara murni yang berhasil menyatukan ribuan hati dalam satu keharuan dan apresiasi yang sama.
Kisah Kenzi di panggung Natal BKSG Kota Batu 2026 ini diharapkan menjadi pemantik kesadaran bagi seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa membuka ruang yang lebih luas bagi partisipasi aktif penyandang disabilitas, karena dalam setiap perbedaan, terdapat cahaya unik yang siap menyinari dan memperkaya kehidupan bersama.
( Ria ).




