Semangat gotong royong dalam bingkai persaudaraan bakti sosial PITU menyentuh hati warga batu
Kota Batu, PENDIDIKANNASIONAL.ID – Dalam semangat memperingati Hari Lahir (Harlah) pertamanya, Perkumpulan Informasi Tujuh Terpadu (PITU) menggelar sebuah acara bakti sosial (baksos) yang sarat akan makna. Lebih dari sekadar membagikan puluhan paket sembako, kegiatan ini merupakan cerminan nyata dari nilai-nilai luhur kebersamaan, kepedulian, dan kesetaraan yang menjadi fondasi bangsa Indonesia.
Kegiatan yang digelar ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga memperhatikan aspek inklusivitas dengan secara khusus menyasar warga masyarakat yang membutuhkan dan warga penyandang disabilitas (difabel). Langkah ini menunjukkan kesadaran bahwa berbagi haruslah menyentuh semua lapisan, tanpa meninggalkan siapa pun di belakang, selaras dengan prinsip leave no one behind dalam tujuan pembangunan berkelanjutan.

Keberhasilan acara ini juga ditandai dengan kehadiran dan dukungan dari berbagai elemen masyarakat, membentuk suatu kolaborasi yang harmonis antara lembaga formal, organisasi komunitas, dan kelompok seni. Hadirnya Kepala Kejaksaan Negeri Batu memberikan pesan tentang pentingnya sinergi antara penegak hukum dan masyarakat dalam membangun keadilan sosial. Sementara kehadiran perwakilan Kelurahan Sisir memperkuat fungsi pemerintah tingkat paling dasar dalam memfasilitasi dan memberdayakan warganya.
President IOBT, Jack Imam yang hadir menunjukkan bahwa semangat membangun tanah air tidak luntur meski berada di perantauan. Dukungan dari Sanggar Bintang Merah Putih dan Kelompok Penyanyi Jalanan menambah warna tersendiri, mengingatkan kita bahwa seni dan budaya adalah medium pemersatu yang dapat menggerakkan hati untuk berbuat kebaikan.

Kegiatan berbagi yang penuh manfaat ini pun mendapat apresiasi tinggi dari berbagai pihak, salah satunya dari Pencak Silat PSHT Komisariat Bani Salim Cabang Batu. Sebagai salah satu pengurus, Rahmad Wahyudi mengatakan,
Baca Juga : https://pendidikannasional.id/sosial/kelompok-wartawan-pitu-kota-batu-bagikan-puluhan-sembako/
“Aksi nyata seperti yang dilakukan PITU ini sangat inspiratif. Ini sejalan dengan ajaran persaudaraan dan ‘memayu hayuning bawana’ (menjaga keharmonisan dunia) yang kami junjung dalam PSHT. Bakti sosial ini bukan hanya tentang materi, tetapi tentang memperkuat tali persaudaraan antarwarga, merawat empati, dan membangun ketahanan komunitas dari tingkat paling akar rumput. Kami sangat menghargai inisiatif ini dan berharap dapat menjadi pemantik bagi organisasi lainnya untuk turut serta berkontribusi membangun kota Batu yang lebih peduli dan bersatu.” Jelasnya Wahyudi.

Pernyataan dari Rahmad Wahyudi ini menggarisbawahi bahwa nilai-nilai bela diri tradisional seperti pencak silat tidak hanya tentang pertahanan fisik, tetapi juga tentang pembangunan karakter dan kontribusi sosial. Apresiasi dari komunitas sebesar PSHT menunjukkan bahwa kegiatan PITU telah menyentuh nilai-nilai universal kemanusiaan.
Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk
Dengan demikian, bakti sosial PITU telah melampaui makna seremonial belaka. Ia telah menjadi sebuah gerakan sosial kecil yang powerful, mengingatkan kita semua bahwa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia, berbagi dan peduli adalah bahasa pemersatu kita yang paling universal.
( Ria ).


Ketua PSHT Komisariat Bani Salim Cabang Batu saat bersama Ketua KPJ Kota Batu. 
