Studi Banding Anggota PDKB Bojonegoro Ke IKD Sanggar Merah Putih Kota Batu

Batu,PENDIDIKANNASIONAL. ID – Dalam rangka menjalin eratnya jalinan persaudaraan sekaligus pertukaran pelajar disabilitas kini IKD ( Istana Karya Difabel ) Sanggar Bintang Merah Putih kedatangan PDKB ( Perkumpulan Difabel Kabupaten Bojonegoro ) untuk kegiatan Studi banding kerajinan melukis kerajinan dari bambu yang bertempat di Sekretariat IKD Sanggar Bintang Merah Putih Jalan Mustari No.11 pada hari Kamis, ( 16/05/2024 ). 

Adapun dalam kegiatan tersebut turut hadir dari Pemerintah Kota Batu yaitu Dispenduk Capil Kota Batu Thomas Maido, Pembina IKD Pusat Surabaya berserta jajaran, salah satu anggota pengurus MCC, Ketua PDKB beserta seluruh jajaran, Ketua IKD Sanggar Bintang Merah Putih Kota Batu beserta jajaran, Ketua KPJ Kota Batu beserta jajaran, Yasin UMKM, Kopi Embong Pujon, Shaining Tuli Kota Batu, Sampur Sound Sistem, Batu Raya Villa Tour and Travel, Campervan Family Park Taman Pinus Batu, BUMN Surabaya, Jack Imam Khoiruddin, SPd. Selaku owner Srikaya Private Pool Villa serta President of IOBT (International of Bussines and Tourism), Disabilitas Pecinta Alam, Posyandu Disabilitas, Sanggar seni tari dan senam kreasi Mak rempong Batu dan seluruh peserta yang hadir. 

Dalam sambutanya Thomas Maido Dispenduk Capil Kota Batu mengucapkan salam dari PJ. Wali Kota Batu telah mengapresiasi dengan kegiatan studi banding kali ini dan salam buat Bapak dan IBu pendamping selamat datang di Kota Batu dengan keadaan sehat sehat tidak ada kurang suatu apapun. 

Dari Pemerintah Kota Batu, Dispenduk Capil Kota Batu Thomas Maido
Anggota atau salah satu pengurus MCC

” kegiatan ini sepertinya biasa tetapi acara ini merupakan hal yang luar biasa dan harus kita dampingi secara serius dalam segala kegiatanya, anak anak kita ini memang harus di bekali dengan talent talent yang luar biasa sehingga berguna manfaat bagi diri pribadi baik keluarga maupun masyarakat sekitar. 

Saya terharu ketika melihat ada dalang cilik melakukan aksinya penuh semangat dengan segala keterbatasanya ( tidak bisa melihat / buta  ), ada juga memainkan musik orgen sekaligus beryanyi dan hal ini sungguh luar biasa, mari kita bersama sama bergandengan tangan bergerak bersama sama saling mengisi dan menguatkan dan dimana talent talent tersebut harus di tularkan kepada anak anak disabilitas yang lain sehingga mereka bisa mandiri dan kedepanya bisa mengapresiasikan talent talent mereka tersebut. 

Pembina IKD ( Istana Karya Difabel ) Surabaya, Jawa timur

Pada kesempatanya selaku Pembina IKD Pusat Jawa timur mengatakan bahwa kami ini  independen dan tidak menarik sepeserpun kepada setiap anak dan orang yang belajar di IKD ( Istana Karya Difabel ) gratis tanpa di pungut biaya. 

” Anak anak ini harus mempunyai karya di atas usia 20 tahun dan itu semua sudah tertera di AD/ART Kami, jadi IKD ini sudah punya legalitas berdiri pada 02 Juli 2020.Kami bukan Yayasan tetapi kami sebuah perkumpulan musisi musisi yang peduli dengan disabilitas.” Jelasnya. 

Yosi sapaan akranya juga menambahkan, “Untuk anak anak Yatim dan Piatu kaum Dhuafa itu sudah banyak yang mengurusinya tetapi untuk anak disabilitas hanya selalu setiap pada saat hari disabilitas internasional saja dia perhatikan, maka hargai putra putri semuanya dengan karya dan prestasinya bukan sembako, jadi terus di ajari berkarya bernyanyi, melukis belajar yang lain lainya agar mereka mempunyai jatidiri yang sempurna di balik segala kekuranganya.” Harapanya. 

Ketua PDKB ( Perkumpulan Disabilitas Kabupaten Bojonegoro )

Ditempat yang sama Muhamad Sanawi Selaku Ketua PDKB Bojonegoro menjelaskan dalam kegiatan Studi banding ke Kota Batu ini yang bertempat di IKD II Sanggar Bintang  Merah Putih,  kami beserta rombongan berkeinginan selain menjalin Silaturahim juga mendapatkan sesuatu yang bermanfaat agar bisa kami terapkan di daerah kami.

” Kami sudah beberapa hari lalu berada di Kota Malang dan sekarang menuju Kota Batu, karena Kota Batu kian hari kian semakin berkembang, maka dari itu kami melaksanakan Studi banding.” Jelas Sanawi

Sanawi sapaan akrabnya juga menambahkan, dirinya sangat berterimakasih atas support atau dukungan dari pemerintah Kabupaten Bojonegoro yang memfasilitasi kami sehingga kami bisa melaksanakan Studi Banding.

” Dengan suport dan dukungan Pj.Bupati Bojonegoro sehingga kami bisa melaksanakan kegiatan ini dan salah satu tujuan utama dari studi ini adalah Kota Batu.” Imbuhnya.

Pembina IKD ( Istana Karya Difabel ) Sanggar Bintang Merah Putih Kota batu

Pada waktu yang lain Pembina IKD Sanggar Bintang Merah Putih Nyoto Sumartono menyampaikan bahwa kesemuanya itu kita harus tetap bersinergi dengan pemerintahan wilayahnya masing masing, seperti di Bojonegoro bersinergi dengan Eksekutif, Yudikatif nya maupun Legislatif nya. 

” Dengan adanya pertemuan pada kegiatan kali ini kita mencoba bersinergi dengan Pemerintah Kota Batu, kami ingin sekali mendapatkan perhatian dari pemerintah Kota Batu dari segala apa yang kita butuhkan nantinya fasilitas-fasilitas yang belum ada kita sampaikan kepada pemerintah, 

Pembina IKD Kota Batu Juga menambahkan bahwa,” Anak anak ini juga sebagai generasi penerus harus kita bekali untuk kehidupan sehari hari kelak dikemudian hari dimasyarakat sehingga mempunyai keahlian kemampuan berkarya berdikari dalam mengelola kehidupannya sendiri dan di lingkunganya, oleh karena itu saya sangat mengapresiasi dengan kegiatan kali ini.” Imbuhnya. 

Ketua IKD Sanggar Bintang Merah Putih, Bersama Pembina IKD Surabaya.

Pada waktu yang lain ditempat yang sama Diana wengkang dari sanggar seni tari dan senam kreasi Mak rempong berharap khususnya untuk anak disabilitas atau berkebutuhan khusus semoga lebih meningkat lagi dan lebih berkreatif baik, musik, bernyanyi, ketrampilan juga pelestarian budaya seperti pedalangan atau wayang.

Ketua IKD II Sanggar Bintang Merah Putih, Erna Wati, juga mengutarakan senang sekali sebagai salah satu tujuan dari studi banding ini dan kami dalam melaksanakan studi banding ini memberikan pelajaran berupa ketrampilan olahan bambu dan melukis.

” Dalam melukisnya ini di berikan kebebasan untuk berekspresi, boleh menggunakan jari dan juga boleh memakai kuas dengan tema melukis bebas serta juga boleh mengunakan lebih dari satu macam warna cat lukisnya.”Tutupnya. ( Adi ). 

 

 

Array
Related posts
Tutup
Tutup