Mahasiswa UIN Malang Observasi Kepada Pelaku UMKM

Mahasiswa UIN Malang Observasi ke salah satu pelaku UMKM ( Foto : Istimewa ).

Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim ( UIN ) Malang,melalui fakultas jurusan ekonominya melakukan observasi UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah). Tugas yang diberikan oleh para dosen ke mahasiswa yang langsung turun kemasyarakat tersebut, dalam rangka Kuliah Kerja Nyata ( KKN ) dan mengetahui sejauhmana kemampuan mahasiswanya selama menerima pendidikan di universitas tersebut. 

Kota Batu, Pendidikannasional.id – Kali ini mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim ( UIN ) Malang, fakultas ekonomi melakukan observasi terhadap UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) yang bertujuan pengumpulan data dan analisis untuk memahami dinamika, tantangan, potensi, dan kontribusi UMKM dalam perekonomian yang ada di Kota Batu. ( 13/05/2025 ). 

Berikut aspek-aspek penting yang diamati dalam studi UMKM:

1. Profil UMKM

– Skala Usaha : Klasifikasi usaha berdasarkan modal, omzet, atau jumlah karyawan (mikro, kecil, menengah).  

– Sektor Usaha : Misalnya pertanian, manufaktur, perdagangan, jasa, atau kreatif.  

– Lokasi : Urban vs. rural, atau distribusi geografis.  

2. Kinerja dan Kontribusi Ekonomi 

– Pertumbuhan Omset : Tren peningkatan atau penjualan.  

– Penyerapan Tenaga Kerja : Peran UMKM dalam mengurangi pengangguran.  

– Kontribusi PDB : Persentase UMKM terhadap PDB nasional/daerah.  

3. Tantangan yang Dihadapi 

– Akses Modal : Kesulitan mendapatkan pinjaman bank atau modal kerja.  

– Teknologi : Minimnya adopsi teknologi digital (misalnya e-commerce, software akuntansi).  

– Pasar : Persaingan dengan produk impor atau usaha besar, serta keterbatasan pemasaran.  

– Regulasi : Birokrasi yang rumit atau perpajakan.  

– SDM : Keterampilan terbatas dalam manajemen, pemasaran, atau inovasi.  

4. Peluang dan Inovasi 

– Digitalisasi : Pemanfaatan platform online (Shopee, Tokopedia, Instagram) untuk perluasan pasar.  

– Kemitraan : Kolaborasi dengan perusahaan besar atau UMKM lain.  

– Produk Kreatif : Pengembangan produk unggulan berbasis kearifan lokal atau tren pasar.  

5. Dukungan Pemerintah dan Stakeholder 

– Program Bantuan : Contoh: PNM Mekaar, KUR (Kredit Usaha Rakyat), atau pelatihan UMKM.  

– Ekosistem Pendukung : Inkubator bisnis, pusat pelatihan, atau akses ke pameran dagang.  

6. Studi Kasus dan Contoh

– UMKM Bertahan di Masa Pandemi : Misalnya, usaha kuliner yang beralih ke layanan delivery atau UMKM fashion yang memproduksi masker.  

– UMKM Go Global : Contoh produk lokal seperti batik atau kopi yang diekspor ke luar negeri.  

7. Rekomendasi Hasil Observasi

Berdasarkan temuan observasi, rekomendasi umum untuk pengembangan UMKM meliputi:  

– Peningkatan akses pembiayaan dengan bunga rendah.  

– Pelatihan digital marketing dan manajemen keuangan.  

– Penyederhanaan regulasi dan insentif pajak.  

– Penguatan jejaring pemasaran melalui platform digital.  

Mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Risky Sandi Agustina. 

Sewaktu ditemui awak media,Risky Sandi Agustina ( 20 ) sebagai mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim ( UIN ) Malang, menjelaskan bahwa mendapat tugas melakukan observasi perihal UMKM dari Ibu Zahroh selaku pembimbing atau dosen, yang dimana untuk kami jadikan perbendaharaan bahan skripsi. 

” Dalam menjalankan kegiatan observasi ini kami menjadi mengetahui mulai dari proses awal berdirinya, suka dukanya hingga sampai seperti saat ini. Kemudian selain itu kami juga bisa menambah relasi serta pengetahuan tentang perihal UMKM.” Ujarnya Risky ke awak media. 

Baca Juga : https://pendidikannasional.id/daerah/peredaran-rokok-ilegal-tampa-pita-merk-marak-di-batam/

Mahasiswa kelahiran Banyuwangi semester 4 Fakultas Ekonomi mengambil jurusan menejemen ini juga menambahkan bahwa ” Kedepan kami ingin menciptakan dunia usaha atau lapangan usaha sendiri, sehingga bisa memperkaryakan orang lain dan bermanfaat baik bagi kami sendiri maupun masyarakat sekitar.

” Perihal UMKM yang ada ini, kami berharap kepada pemerintah setempat untuk memperhatikanya, sehingga dengan hadirnya pemerintah tersebut bisa dirasakan manfaatnya yang positif bagi para UMKM dan masyarakat setempat.” Jelasnya Risky. 

Pemilik Angkringan Merah Putih, Ernawati

Sementara itu selaku pemilik angkringan merah putih yang berlokasi di Jl. Mustari No. 11 Kelurahan Ngaglik Kota Batu, Ernawati mengatakan, bahwa sangat senang sekali dengan kedatangan mahasiswa ini, untuk melakukan tugas-tugas yang diberikan oleh pembimbingnya atau para dosenya. 

” Observasi yang di lakukan seperti ini, kami anggap sebagai langkah yang positif bagi para pelaku UMKM ataupun PKL ( Pedagang Kaki Lima ). Pada dasarnya keluh kesahnya itu sama, seperti permodalan dan lain sebagainya.” Ungkapnya Ernawati ke awak media. 

Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk

” Sebetulnya perihal UMKM ini sudah banyak yang di perhatikan oleh pemerintah, dan banyak juga link – link yang dibagikan untuk menerima dana hibah dan lain lainya, cuman harus melalui prosedur dan proses. Nah kemudian prosesnya ini lah yang terkadang sulit, maka kami berharap pemerintah bisa mempermudah akses kami para UMKM.” Tukasnya. 

Pentingnya Observasi UMKM ini adalah sebagai tulang punggung ekonomi di banyak negara, termasuk Indonesia (kontribusi ~60% terhadap PDB). Observasi membantu pemangku kebijakan, peneliti, dan pelaku usaha merancang strategi untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan UMKM.

( Ria ). 

 

Array
Related posts
Tutup
Tutup