Lounching Sentra Wisata UMKM Rejoso, dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Berharap semakin maju dan berkembang dan selalu berkolaborasi antara pemerintah pusat serta pemerintah daerah.
Batu,Pendidikannasional.id – Seiring dengan pesatnya pertumbuhan pariwisata di Kota Batu, dengan bersamaan itu juga perkembangan industri kreatif di kota wisata ini semakin maju, sehingga Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Helvi Yuni Moraza, melakukan kunjungan kerja ke kota dingin ini.

Pada kunjungan kerja ini, Wakil Menteri menyaksikan secara langsung tahapan-tahapan produksi UD Tohu Srijaya yang terletak di Dusun Rejoso RT 03 RW 09, Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, pada hari Jumat (13/12/2024).
Kunjungan Wakil Menteri ke Dusun Rejoso tersebut berlangsung dengan didampingi oleh Pj. Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, Sekretaris Daerah Kota Batu, serta Dinas Pariwisata, Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan, Bapelitbangda, juga Forkopimcam.Juga turut hadir Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batu terpilih, Cak Nurochman- Mas Heli Suyatno.

Dalam kunjungannya, Helvi Yuni menyampaikan pesan dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto mengenai UMKM.
Helvi mengemukakan bahwa,” Sesuai dengan instruksi dari Presiden Prabowo, UMKM memang membutuhkan dukungan modal serta pengembangan pasar. Untuk meningkatkan skala bisnis, mungkin diperlukan bantuan dari lembaga perbankan. Kami dari pemerintah pusat tentunya akan berkolaborasi dengan pemerintah daerah. “
Baca Juga : https://pendidikannasional.id/daerah/penyerahan-sertifikat-ptsl-tahap-ii-desa-sumbergondo/
“Saya berharap kepada walikota agar diadakanya acara-acara yang memungkinkan adanya interaksi antara pelaku UMKM dan konsumen,” kata Helvi Yuni.

Melalui kunjungan kerja Wakil Menteri ke usaha miliknya tersebut, Sukirno yang merupakan pemilik UD Tohu Srijaya mengharapkan agar pemerintah daerah dapat menanggapi tantangan yang dihadapi oleh pelaku UMKM, terutama terkait aspek pemasaran.
“Saya berharap agar walikota dan dinas terkait dapat memberikan respons, mengingat di Kota Batu, 75% penduduknya terlibat dalam sektor UMKM,” kata Sukirno.
Sejak memulai usahanya pada tahun 1997, Sukirno kini telah meraih omset antara 50 hingga 70 juta setiap bulannya. Dalam menjalankan usahanya tersebut, Sukirno mengambil karyawan dari warga masyarakat di sekitar kediamanya.
Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk
Pengusaha yang memiliki merek “Tohu” ini berharap agar Pemerintah Kota Batu dapat mendirikan sebuah galeri yang diperuntukkan khusus bagi UMKM sebagai pusat promosi dan penjualan produk mereka.
“Kita perlu membangun ruang atau galeri yang luas untuk bersaing dalam hal harga, termasuk dalam pasar. Di pusat kota, terdapat sebuah galeri yang menampilkan berbagai macam produk dari UMKM yang mampu bersaing dalam hal harga juga kwalitas dengan pusat perbelanjaan besar. Kita perlu menghadirkan pengunjung agar mau membeli produk-produk dari UMKM,” ujarnya.
Ia berharap produk UMKM asli dari Kota Batu bisa menembus pasar global, sehingga dapaknya dapat langsung bisa di rasa dan dinikmati oleh masyarakat Kota Batu.
( Adi ).




