Tasyakuran Bekti Bumi Kolaborasi Warga, Pemkot Batu, dan Yayasan Lahirkan Solusi Pelestarian Mata Air

Momen ketika menyerahkan penandatanganan Berita Acara Kesepakatan Bersama pelestarian Sumber Mata Air Samin, Rebun, dan Demun Dusun Sabrang Bendo, Desa Giripurno,Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.( Foto : Ria ).

https://katalog.inaproc.id/informasi-suara-indonesia

Perjuangan 9 Tahun Berbuah Manis, Masyarakat Dusun Sabrang Bendo Rayakan Kesepakatan Pelestarian Sumber Mata Air

Kota Batu,PENDIDIKANNASIONAL.ID– Sebuah babak baru dalam pelestarian lingkungan dan pengakuan hak masyarakat atas sumber daya air terukir di Kota Batu. Perjuangan panjang masyarakat Dusun Sabrang Bendo, Desa Giripurno, selama sembilan tahun akhirnya mencapai titik terang dengan ditandatanganinya Berita Acara Kesepakatan Bersama terkait tiga sumber mata air yaitu Samin, Rebun, dan Demun. Momen bersejarah ini dirayakan dalam acara Tasyakuran Bekti Bumi yang digelar di kediaman warga, Kaji Bagong dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan perwakilan yayasan pengelola lahan.( 08/01/2026 ). 

Acara syukuran ini bukan sekadar seremoni, melainkan puncak dari diplomasi masyarakat yang gigih mempertahankan akses dan keberlangsungan mata air yang sempat mengalami penurunan debit. Kesepakatan yang difasilitasi Pemerintah Kota Batu ini mencakup 14 aspirasi masyarakat yang disepakati bersama oleh Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Al-Hikmah,sebagai yang dimana tempat mata air tersebut berada.

Darsono ( Kaji Bagong ) sebagai tuan rumah ketika memberikan sambutanya
Darsono ( Kaji Bagong ) sebagai tuan rumah ketika memberikan sambutanya

Sebagai tuan rumah Darsono ( Kaji  Bagong ) mengucapkan terimakasih kepada semua hadirin serta kepada pemerintah Kota Batu bersama seluruh stake holder terkait, yang dimana berkenan untuk menghadiri acara Bekti Bumi tersebut. 

” Mari kita semuanya untuk mengawal jalanya proses yang sudah disepakatinya bersama-sama,dari awal hingga akhir dari apa yang sudah dijalankan nantinya tersebut, ini merupakan sejarah bagi kita semuanya yang untuk diketahui oleh generasi penerus yaitu anak cucu kita.” Kata Darsono. 

Ketua Umum PPBN, Robiyan ketika membacakan berita acara kesepakatan bersama
Ketua Umum PPBN, Robiyan ketika membacakan berita acara kesepakatan bersama
Kasatpol PP Kota Batu, Abdul Rais ketika bersama masyarakat
Kasatpol PP Kota Batu, Abdul Rais ketika bersama masyarakat

Tasyakuran yang berlangsung khidmat itu dihadiri oleh sejumlah tokoh kunci, antara lain Wali Kota Batu (yang diwakili oleh Camat Bumiaji, Thomas Maydo, S.Sos.), Kapolsek Bumiaji, Danramil Bumiaji, Kasatpol PP Kota Batu, Kepala Desa Giripurno Suntoro, Kepala Dusun Sabrang Bendo, Perwakilan YLPI Al-Hikmah, serta Ketua Umum Perkumpulan Pemerhati Budaya Nusantara (PPBN) Robiyan. Hadir pula para tokoh adat, anggota DPRD, dan warga setempat, mencerminkan solidaritas yang kuat.

“Ini adalah wujud syukur atas kerja keras semua elemen, mulai dari RT/RW, Kepala Dusun, Desa, Camat, hingga Satpol PP, DLH, PUPR, dan Wali Kota. Akhirnya, pada Rabu, 31 Desember 2025 lalu, di Gedung Balai Among Tani, berita acara ini bisa ditandatangani oleh seluruh pihak terkait,” jelas Robiyan, Ketua Umum PPBN, di hadapan hadirin. Ia menyebut proses ini sebagai buah dari konsistensi dan gotong royong selama hampir satu dekade.

Masyarakat antusias mengikuti Bekti Bumi dan mendapatkan pencerahan dari Gus Agung Perkasa
Masyarakat antusias mengikuti Bekti Bumi dan mendapatkan pencerahan dari Gus Agung Perkasa

Baca Juga :  https://pendidikannasional.id/daerah/labuni-bumiaji-resmi-dibentuk-camat-thomas-maydo-dukung-penuh-wadah-baru-pelestari-budaya-lokal/

Terdapat dua poin terpenting dari 14 aspirasi yang disepakati bersama-sama antara lain yaitu, Batas waktu penyediaan air pengganti paling lama selama 6 bulan, dan jika setelah 6 bulan belum mendapatkan air pengganti dari sumur bor dan sumur galian yang ditutup maka akan dicarikan alternatif lain oleh Al-hikmah bersama masyarakat dan pemerintah Desa Giripurno, setelah mendapatkan air pengganti semua sumur yang ada didalam kawasan Al-hikmah harus ditutup. Selanjutnya Al-hikmah akan mendukung pelestarian sumber mata air Rebun untuk tidak membuat bangunan sejauh 200 meter daei titik sumber air, serta mendukung sumber air Rebun untuk kegiatan eco wisata dan kegiatan budaya masyarakat bekerjasama dengan pemerintah Desa Giripurno dan pembinaan oleh Dinas Pariwisata Kota Batu. 

Pengurus HIPPA Suwito ketika memberikan sambutanya
Pengurus HIPPA Suwito ketika memberikan sambutanya

Dalam sambutannya, Suwito, selaku pengurus (HIPPA), menguraikan kronologi perjuangan. “Tasyakuran ini berangkat dari keprihatinan atas menurunnya debit mata air di area YLPI Al-Hikmah. Kami bersama masyarakat dan pemerhati budaya bergerak mencari solusi agar sumber kehidupan ini bisa pulih kembali,” tuturnya.

Suasana masyarakat ketika diacara tasyakuran Bekti bumi
Suasana masyarakat ketika diacara tasyakuran Bekti bumi

Lebih lanjut, Suwito menyampaikan harapan masyarakat akan adanya kepastian hukum yang berkelanjutan. “Kami berharap di lokasi mata air bisa dipasang penanda resmi bahwa Sumber Mata Air Samin, Rebun, Demun adalah milik Dusun Sabrang Bendo. Tidak berhenti di situ, perlu ada payung hukum yang lebih kuat, seperti Peraturan Desa (Perdes), Peraturan Daerah (Perda), atau Peraturan Wali Kota (Perwal) yang menjamin akses dan kelestariannya untuk generasi mendatang,” tegasnya.

Kepala Desa Giripurno, Suntoro ketika menyampaikan apresiasinya
Kepala Desa Giripurno, Suntoro ketika menyampaikan apresiasinya

Kepala Desa Giripurno, Suntoro, mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam. “Jerih payah seluruh pihak terkait patut kita hargai. Momentum ini jangan sampai terputus di tengah jalan. Masyarakat telah menanti eksekusi dari isi berita acara. Mari kita jaga semangat persaudaraan dan adab budaya yang telah terjalin baik ini,” pesannya.

Camat Bumiaji, Thomas Mandi,S.Sos., mewakili Wali Kota Batu ketika menyampaikan apresiasinya
Camat Bumiaji, Thomas Maydo,S.Sos., mewakili Wali Kota Batu ketika menyampaikan sambutanya

Pesan serupa disampaikan oleh Wali Kota Batu, melalui perwakilannya, Camat Bumiaji Thomas Maydo. Ia menegaskan bahwa acara tersebut merupakan bagian dari kearifan lokal dan budaya bangsa yang harus tetap dilestarikan. “Ini adalah bentuk syukur kita atas udara segar, bumi subur, dan air jernih. Karenanya, kita semua berkewajiban untuk menjaga hutan, air, dan lingkungan sekitar. Mari kita jaga bersama-sama,” ajaknya.

Gus Agung Perkasa ketika memberikan pencerahan rohani
Gus Agung Perkasa ketika memberikan pencerahan rohani dalam acara tasyakuran Bekti Bumi

Acara ditutup dengan pencerahan rohani dari Gus Agung Perkasa, yang menyampaikan bahwa ilmu yang paling bermanfaat adalah yang dapat memberikan kebaikan serta manfaat bagi orang lain dan lingkungan sekitar, sebuah refleksi yang relevan dengan semangat pelestarian alam yang mengemuka dalam tasyakuran tersebut.

Lihat Juga :  https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk

Kesepakatan ini diharapkan menjadi fondasi kokoh bagi pengelolaan sumber daya air yang berkeadilan dan berkelanjutan di Kota Batu. Peristiwa ini juga menjadi contoh nyata bagaimana dialog konstruktif antara masyarakat, lembaga swadaya, dan pemerintah dapat menghasilkan solusi bagi persoalan sumber daya alam, mengedepankan asas kelestarian, keadilan, dan kearifan lokal untuk warisan anak cucu.

 

( Ria ). 

Array
Related posts
Tutup
Tutup